
Keesokan hari nya, Algi yang selalu memikir kan Dinka di dalam kepala nya entah kenapa malah melajukan mobil nya ke arah kampus tempat Dinka berkuliah dan bukan nya ke kafe. Tempat yang seharus nya dia datangi saat ini.
" Kenapa aku malah datang ke sini?" Algi melihat sekeliling dan ternyata mobil nya terparkir di depan kampus tempat nya dulu menjadi salah satu mahasiswa di sana. " Seperti nya otak ku memang bermasalah" Algi memukul pelan kepala nya sambil merutuki kebodohan nya yang bisa - bisa nya datang ke tempat itu tanpa dia sadari. " Tapi, mungpung ada di sini. Tidak ada salah nya kan kalau aku ingin melihat wajah nya sebentar, lagi pula aku sedang tidak buru - buru" gumam Algi berbicara sendiri di dalam mobil nya sambil mata nya melihat ke arah gerbang masuk kampus itu untuk melihat orang yang dia cari.
Sepuluh menit berlalu, Algi masih setia berada di dalam mobil nya yang terparkir di dekat pintu gerbang kampus tempat nya dulu menimba ilmu. Namun sosok yang dia cari masih belum juga terlihat masuk ke dalam kampus itu. Bahkan sedari tadi begitu banyak orang yang memasuki kawasan itu dengan berbagai kendaraan dan berjalan kaki, namun sosok yang Algi cari belum juga terlihat batang hidung nya.
" Apa hari ini dia tidak ada kuliah ya, cih percuma saja aku berada di sini kalau begitu" Algi menggerutu kesal " kalau begitu, lebih baik aku ke kafe saja sekarang" tambah Algi lagi seraya mulai menghidup kan mesin mobil nya, namun baru saja Algi akan menginjak pedal gas nya. Mata Algi melihat sebuah sepeda motor berwarna biru dengan gambar Doraemon melintas di depan mobil nya, dan Algi tahu persis siapa yang selalu membawa motor kesayangan Nara itu, siapa lagi kalau bukan Dinka.
" Itu dia, kenapa siang sekali baru dia datang?" Algi pun kembali memati kan mesin mobil nya sambil mata nya terus mengamati gadis cantik yang sudah tanpa dia sadari masuk ke dalam hati nya dan menempati ruang khusus di sana.
Algi melihat Dinka yang baru masuk ke dalam gerbang kampus dan memarkir kan sepeda motor yang dia bawa tak jauh dari sana, sehingga Algi masih bisa melihat dengan jelas pergerakan gadis cantik itu. Tanpa dia sadari sudut bibir Algi terangkat ke atas saat melihat wajah gadis yang sudah beberapa hari ini tidak dia lihat, dan itu membuat hati Algi tidak tenang selama itu juga.
Algi masih melihat Dinka dari kejauhan dengan senyum dibibir nya, namun sepersekian detik kemudian senyum itu berubah menjadi wajah yang terlihat kesal. Rahang Algi terlihat mengeras dengan tangan yang terkepal erat memegang stir mobil dengan sangat kuat.
" ****, sebenar nya siapa dia?" Algi menajam kan mata nya saat melihat seorang pria datang dan langsung merangkul pundak Dinka dengan begitu akrab nya sambil mengajak Dinka melangkah masuk ke dalam gedung kampus. " Aku tidak bisa membiar kan nya begitu saja, berani nya dia menyentuh Dinka seperti itu" Algi mendengus kesal.
__ADS_1
Tak menunggu lama, Algi pun buru - buru turun untuk mengikuti ke mana Dinka dan pria itu pergi dengan perasaan kesal nya. Algi melangkah dengan langkah cepat sebelum dia kehilangan jejak Dinka dan pria yang tak tahu siapa itu, dan ada hubungan apa antara dia dan gadis yang sedang dia ikuti itu.
Sementara di tempat lain nya, Dinka sedang berjalan santai sambil bercanda dengan sahabat nya Refhan, Refhan adalah kekasih Ara yang jadian beberapa minggu yang lalu dengan bantuan Dinka. Refhan dan Ara memang sudah saling suka sejak lama, namun mereka sama - sama tidak mau mengakui perasaan masing - masing karena mereka kurang percaya diri. Namun dengan sedikit bantuan dari Dinka, Refhan dan Ara akhir nya bisa saling jujur dengan perasaan mereka sampai akhir nya mereka bisa bersatu seperti sekarang ini. Apa lagi Refhan yang orang nya agak tengil dan mudah bergaul sehingga membuat Dinka mudah akrab dengan pria itu.
" Lepasin Ref, lo mau Ara menghajar gue karena sikap Lo ini" Dinka menepis tangan Refhan yang bertengger di atas pundak nya sejak tadi sambil terus melangkah kan kaki nya menuju ke ruang kelas mereka. Seperti itu lah Refhan, pria yang selalu bersikap tengil di mana pun dia berada. Namun Refhan adalah tipe pria yang setia pada pasangan nya.
" Gak bakalan Din, Ara kan tahu kalau cinta gue cuman buat dia" Refhan terkekeh sambil menurunkan tangan nya dari pundak Dinka. " Lagi pula hari ini Ara gak masuk karena ada urusan keluarga" tambah Refhan lagi dengan wajah yang di buat lesu.
" Cih, percaya diri sekali Lo! Kalau bukan karena gue, sampai sekarang kalian masih jaim - jaiman" Dinka memutar bola mata nya malas. " Jadi Ara gak masuk hari ini? Pantas saja lo gangguin gue" tambah Dinka lagi seraya mengerucut kan bibir nya.
" Bantuan apa lagi?" Dinka mengangkat alis nya sebelah.
" Bantu gue buat kasih pesta kejutan ulang tahun untuk nya, mau kan? Please!" Refhan menangkup kan ke dua tangan nya di depan Dinka.
" Eeemm, gimana ya?" Dinka tampak berpikir dengan mata yang menatap Refhan dengan tatapan menyelidik membuat Refhan semakin menunjuk kan wajah memelas nya.
__ADS_1
" Mau ya, please! Dinka kan cantik dan baik, iya kan?" Refhan tersenyum menggoda Dinka membuat Dinka tidak kuat menahan tawa nya.
" Iya deh, gue bantuin Lo" putus Dinka pada akhir nya dengan tawa renyah yang mengiringi nya. " Lagi pula gue juga pengen kasih hadiah yang spesial untuk Ara" Dinka menghenti kan tawa nya.
" Thanks, gue tahu Lo memang yang terbaik" Refhan menggenggam tangan Dinka dengan erat saking senang nya. " Gak salah Ara bersahabat sama Lo" tambah Refhan lagi.
" Lo gak usah lebay kayak gitu kali, gue juga lak__" belum juga Dinka menyelesai kan ucapan nya, tiba - tiba terdengar suara bariton dari arah belakang nya.
" Lepas kan tangan mu dari nya!" Suara bariton itu berasal dari belakang Dinka yang kini menatap tajam pada Refhan sambil melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
Deg
Detak jantung Dinka berdetak dengan kencang dengan raut wajah yang terkejut saat mendengar kan suara yang tak asing lagi di telinga nya. Suara yang selama beberapa hari ini tidak Dinka dengar dan sangat Dinka rindukan. Sedangkan Refhan tampak menelan saliva nya susah saat di tatap setajam itu oleh pria asing di hadapan nya.
Dinka yang merasa penasaran pun langsung menoleh kan kepala nya tanpa melepas kan tangan nya yang sedang di pegang oleh Refhan saat ini. Dinka tampak membulat kan ke dua bola mata nya saat melihat siapa yang ada di belakang nya, apa lagi pria itu tampak menatap tajam ke arah sahabat nya Refhan.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏