Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 156


__ADS_3

" Ya, kamu tahu kalau om Dimas dan Dela sibuk dengan pernikahan nya yang tinggal beberapa hari lagi. Jadi aku sangat sibuk akhir - akhir ini" jawab Aydan dengan wajah yang terlihat lelah.


" Ya, aku tahu. Aku juga sibuk akhir - akhir ini agar bisa hadir di acara pernikahan mereka nanti" ucap Rifki.


" Ya, sudah kalian cepat mandi dan ganti baju kalian. Kami akan menyiap kan makan malam untuk kita" ucap Alea seraya menjauhkan tubuh nya dari tubuh Rifki.


" Ya, Alea benar! Lebih baik kalian menginap malam ini. Bukan kah para orang tua kita juga sedang sibuk di Bandung untuk mempersiapkan seserahan nya om Dimas" tambah Nara lagi.


" Kamu benar, apa kita bisa menginap hari ini di sini? Lagi pula sudah lama kita berlima tidak pernah kumpul seperti dulu lagi" Alea menatap Rifki dengan penuh harap.


" Baik lah, kalau itu mau mu" Rifki mengacak pelan rambut Alea. " Tapi kali ini kita hanya berempat karena om Angga masih mengejar cinta nya di Paris" tambah Rifki lagi dengan kekehan di akhir kalimat nya.


" Apa kalian tidak keberatan kalau jadi ber enam?" Di saat mereka masih mengobrol, tiba - tiba terdengar suara yang tak asing lagi di telinga mereka tampak menghampiri mereka berempat dengan senyum di bibir mereka.


" Dinka, Algi" Nara dan Alea sama - sama membulat kan ke dua bola mata mereka dengan senyum mengembang di bibir mereka saat melihat kedatangan dua orang itu. Alea dan Nara pun langsung melangkah kan kaki mereka menghampiri dua orang yang baru saja datang itu.


" Kalian bagaimana bisa datang bersamaan, apa kalian juga bertemu di depan?" Tanya Alea dengan tatapan menyelidik nya.


" Itu mungkin saja, Dinka kan dari kampus sedangkan Algi pasti baru kembali dari kafe nya. Iya kan?" Tambah Nara lagi dengan wajah polos nya.


" Untuk apa kamu datang kemari? Jangan bilang kamu ingin mengajak Nara dan Alea pergi keluar" Aydan ikut menghampiri mereka dengan tatapan tajam nya pada Algi.


" Ish, tidak akan aku biarkan" tambah Rifki seraya mendengus kesal.

__ADS_1


" Kalian tenang saja, aku tidak akan mengganggu istri kalian. Lagi pula aku tidak mau mengajak jalan ke dua bumil ini, sudah pasti akan merepotkan ku dengan keinginan aneh mereka" Algi terkekeh saat mengatakan nya. " Jadi lebih baik aku biarkan para suami mereka yang menangani nya, dari pada aku harus repot-repot"


" Lalu untuk apa kamu datang ke sini kalau bukan untuk menemui istri kami, tidak mungkin kamu ingin bertemu dengan ku kan?" Tanya Aydan dengan nada ketus nya.


" Kali ini kak Aydan benar, aku ke sini ingin bertemu dengan kak Aydan" jawab Rifki dengan santai nya.


" Menemuiku, untuk apa? Bukankah kerja sama perusahaan ku dan kafe milik mu berjalan dengan baik sekarang ini" Aydan mengerutkan kening nya. " Atau kafe mu sekarang dalam masalah? Ck, apa kemampuan mu sudah berkurang sekarang ini?" Aydan berkata dengan nada mengejek nya.


" Apa benar begitu?" Rifki ikut mengerutkan kening nya.


" Ish, apa yang sedang kalian katakan huh? Apa kalian mendo'akan kafe ku bangkrut, begitu. Kalian kejam sekali" Algi mendengus kesal. " Asal kalian tahu, aku datang ke sini untuk melamar"


" Melamar, melamar siapa? Jangan bilang kalau kamu ingin melamar Nara ku" Aydan menatap tajam Algi seraya merangkul Nara dengan posesif.


Dinka memang sudah menceritakan tentang kejadian tempo hari di kafe Algi, Dinka sangat senang saat itu sampai dia menceritakan semua nya pada Nara. Namun Nara tidak tahu kalau Algi akan datang hari ini dan berniat untuk meminta izin pada suami nya Aydan untuk berhubungan dengan Dinka.


" Dinka, sejak kapan?" Alea membulat kan ke dua bola mata nya dengan wajah yang berbinar seraya ikut merangkul pundak Dinka di sisi yang lain nya. " Oh God, apa kamu tahu? Ini adalah kabar paling menggembirakan di dunia ini" Alea bersorak kegirangan.


" Apa itu benar? Kamu dan Dinka?" Rifki meminta penjelasan pada Algi dan Algi pun mengangguk mantap.


" Sejak kapan, kenapa aku tidak tahu?" Aydan ikut menatap Algi meminta penjelasan dari pemuda itu.


" Sejak kapan ya? Sayang, apa kamu bisa mengatakan nya!" Algi berkata dengan nada menggoda nya seraya menatap Dinka yang kini menatap nya dengan wajah yang sudah merona.

__ADS_1


" Ish, kenapa kak Algi memanggil ku seperti itu sih" Dinka mengerucut kan bibir nya.


" Cieee, yang udah sayang - sayangan" Alea mencubit pipi Dinka dengan gemas nya.


" Ck, sekarang saja sayang - sayangan. Kemarin aja galau - galauan" Nara ikut menggoda Dinka.


" Ish, apa an sih kalian!" Dinka merengek manja dengan wajah nya yang sudah sangat merona. Sungguh Dinka saat ini sangat malu setengah mati. Sementara Nara dan Alea semakin menggoda Dinka saja.


" Sudah - sudah, sekarang kamu jelaskan pada ku! Sejak kapan dan bagai mana?" Aydan menatap serius pada Algi dengan wajah yang terlihat dingin.


" Lebih baik kita masuk dan mengobrol di dalam saja" usul Nara yang di angguki semua nya.


Semua nya langsung melangkah kan kaki mereka kembali ke dalam mansion menuju ke ruang keluarga untuk mengobrol, sedangkan Alea pergi ke dapur untuk meminta pelayan menyiap kan makan malam untuk mereka.


" Sekarang jelaskan!" Aydan berkata dengan nada dingin nya. Aydan bersikap seperti itu karena ingin melindungi saudara perempuan nya, walau pun Dinka bukan saudara kandung Aydan tapi mereka cukup akrab. Apa lagi Aydan memiliki adik perempuan yang tinggal jauh dari nya, Aydan tentu saja tidak akan semudah itu mengijinkan seorang pria mendekati Dinka. Aydan takut Algi hanya mempermainkan Dinka saja.


" Baiklah, akan aku jelaskan" jawab Algi dengan mantap.


" Aku juga akan membantu kak Algi menceritakan nya" tambah Dinka dan di angguki oleh semua nya.


Algi dan Dinka pun mulai menceritakan bagaimana awal dari hubungan nya dan Dinka, di mulai dari pertemuan pertama mereka yang kurang menyenangkan karena mereka ribut saat itu. Algi juga menceritakan saat diri nya menolong Dinka dari mantan pacar nya yang membuat Dinka jatuh cinta pada nya sampai Dinka yang menyatakan perasaan nya dan waktu sepuluh hari yang Algi berikan untuk Dinka. Tak lupa juga Algi mengatakan bagai mana diri nya bisa menyadari perasaan nya pada Dinka yang akhir nya membuat Algi ingin memiliki Dinka sebagai kekasih nya dan suatu hari nanti menjadi istri nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2