Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 181


__ADS_3

Setelah Aydan dan yang lain nya secara bergantian menyalami Angga dan yang lain nya, mereka pun langsung pergi dari bandara untuk kembali ke mansion dan merayakan kedatangan tamu mereka yang datang dari Paris itu.


Selama perjalanan, Angga dan Feyrin yang memang satu mobil dengan Aydan dan Nara. Tak henti - henti nya mereka mengobrol kan banyak hal tentang apa yang terjadi selama beberapa Minggu ini mereka berpisah, sedang kan Afkha dan Arin yang ikut mobil Rifki dan Alea juga terlihat beberapa kali mengobrol dengan agak canggung karena mereka memang sudah sangat lama tidak bertemu.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhir nya mereka sampai juga di mansion. Semua orang tampak bahagia saat menyambut kedatangan Angga dan yang lain nya, mereka pun menikmati makanan yang tadi sudah mereka siap kan dengan suka cita. Tak lupa mereka juga mengobrol kan tentang banyak hal untuk mengisi kebersamaan mereka saat itu. Dan setelah mereka puas mengobrol, semua nya kembali ke kamar mereka masing - masing untuk beristirahat sebelum melakukan kegiatan mereka nanti.


" Kamu juga berhasil mendapat kan kak Algi ternyata" ucap Feyrin pada Dinka saat mereka berdua berada di kamar Dinka yang malam ini akan di tempati oleh Feyrin juga.


" Ya, seperti yang kamu lihat" jawab Dinka tersenyum senang. " Kamu juga telah berhasil menaklukan hati om Angga yang keras seperti batu, kamu sangat hebat" Dinka mengacung kan ke dua jempol nya.


" Ya, aku pikir aku akan kehilangan cinta ku itu saat aku kembali ke Paris. Apa kamu tahu, saat itu aku sudah mengubur semua perasaan ku dan berharap akan ada pria lain yang lebih baik akan mencintai ku" Feyrin merasa sedih setiap kali diri nya mengingat kejadian itu. " Tapi aku tidak menyangka kalau ternyata om Angga akan menyusul ku sampai ke Paris" tambah Feyrin lagi dengan wajah yang berbinar.


" Kamu benar, aku sampai iri pada mu saat itu" Dinka mengerucut kan bibir nya lucu. " Kamu tahu, saat itu aku baru mendapat kan penolakan dari kak Algi dan perasaan ku sangat hancur sehancur - hancur nya" Dinka berkata dengan nada lebay nya.

__ADS_1


"Benar kah, kak Algi beneran nolak kamu? Tapi kok bisa sih sekarang kalian jadian?" Feyrin mengerut kan kening nya.


Dinka pun menceritakan bagai mana dia akhir nya menyerah dan berniat meninggal kan Algi saat diri nya melihat Algi bersama dengan wanita dan mereka terlihat sangat akrab, Dinka juga menceritakan bagai mana diri nya tiba - tiba di seret paksa oleh pria itu di kampus sampai akhir nya dia tahu kalau wanita yang saat itu bersama dengan Algi adalah adik kandung nya.


" Begitu lah, akhir nya kami jadian setelah itu" ucap Dinka mengakhiri cerita nya. " Lalu bagai mana dengan mu, apa kamu senang dan langsung menerima om Angga saat dia datang ke Paris?" Tanya Dinka dengan wajah yang terlihat penasaran.


" Tentu saja tidak, kamu tahu betul bagai mana sakit hati nya aku saat itu. Dan aku bertekad untuk melupakan om Angga untuk selama nya dengan aku kembali ke Paris, tapi sekeras apa pun usaha ku untuk itu. Aku tidak bisa melupakan cinta ku begitu saja, apa lagi saat itu om Angga selalu di sekitar ku. Apa kamu pikir aku akan dengan mudah melupakan nya?" Ucap Feyrin menjelas kan.


" Kamu benar juga, aku yakin pasti om Angga sangat gigih mendekati mu iya kan?" Dinka mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh Feyrin pada nya.


" Aku bisa mengerti perasaan mu, karena aku juga sangat sedih dan takut saat itu. Walau pun itu pasti berbeda dengan apa yang kamu rasakan saat itu" Dinka mengusap pundak Feyrin dengan lembut. " Setidak nya kita bisa bersyukur karena semua itu sudah terlewati" tambah Dinka lagi yang di angguki oleh Feyrin.


" Ya sudah, lebih baik kita tidur sekarang. Bukan kah besok kita harus bangun pagi untuk berdandan" Feyrin terkekeh saat mengatakan nya.

__ADS_1


" Kamu benar, kita harus berpenampilan sangat cantik dan buat pasangan kita terpesona dengan kecantikan yang kita miliki. Benar kan?" Dinka ikut terkekeh seraya mengerlingkan mata nya. Feyrin pun mengangguk dan mereka pul langsung berbaring untuk tidur, karena besok mereka harus bersiap untuk acara pernikahan om Dimas.


Keesokan hari nya, di mansion keluarga Balendra tampak sibuk dengan persiapan mereka untuk pergi seserahan ke rumah Dela yang letak nya lumayan jauh dari mansion. Tadi nya acara itu akan di laksanakan di Balendra Hotel, namun keluarga Dela ingin mengadakan acara penting itu di rumah mereka agar terasa lebih khidmat kata nya.


Para pria terlihat biasa saja dan tak membutuh kan waktu lama untuk bersiap, tapi berbeda dengan para wanita yang kini sedang merias diri mereka dengan polesan make up yang di poles oleh beberapa orang MUA yang mereka sewa untuk membantu mempercantik penampilan mereka.


Terlihat di satu kamar, Nara, Alea, Feyrin dan Dinka sedang mengenakan gaun cantik dengan warna yang sama yaitu merah maroon, namun dengan model yang berbeda. Nara dan Alea sudah selesai di rias saat ini, dan mereka sedang menunggu Feyrin dan Dinka yang masih sedang di rias di sana.


Sedang kan di kamar yang berbeda, ada para tetua kita sedang dirias juga di sana. Ada Yuki, Fika, Nami dan juga Alice yang sudah mengenakan pakaian dengan warna senada dengan semua nya yaitu merah maroon. Para tetua terlihat begitu modis dan elegan di usia mereka yang cukup matang di usia sekitar lima puluh tahunan itu.


Dan tak jauh dari kamar mereka, tampak para pria sudah berkumpul di ruang tamu dengan menggunakan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna merah maroon. Mereka terlihat sangat tampan dan juga gagah saat ini, begitu pun para tetua yang juga terlihat tak kalah tampan dan gagah di usia mereka yang sekarang. Dan jangan lupakan juga pengantin pria kita yaitu om Dimas yang memakai setelan pengantin berwarna putih karena tidak ingin terlihat sama dengan semua anggota keluarga.


Di sana juga tak lupa ada si baby twins kita yaitu Azzam dan Azura yang kini sedang berada di pangkuan daddy nya Aydan dan sang opa Nanda, tadi nya Azura di gendong oleh kakek Razky yang juga tak mau kalah dari Nanda yang menggendong cucu mereka. Tapi karena kakek Razky harus mengurus suatu hal, jadi Azura di berikan pada Aydan.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2