
Oh, jadi Queen Nara sedang mengandung? Ish, kalau seperti itu aku juga akan melarang nya. Maafkan saya tuan, aku benar - benar tidak tahu dan selamat untuk kehamilan istri anda" Dino mengucapkan itu dengan tulus.
" Ya, terima kasih. Kami permisi!" Aydan pun setelah mengatakan itu langsung merangkul pundak Nara dan menarik nya ke dalam bioskop untuk menonton film Doraemon yang ingin Nara tonton meninggal kan Dino yang masih menatap kepergian mereka.
" Sayang sekali dia sedang hamil, kalau tidak aku tidak akan menyerah untuk mendapat kan nya sebagai pembalap di tim ku" gumam Dino seraya menatap punggung Aydan dan Nara yang mulai menghilang di balik pintu bioskop. " Kalau begitu, aku harus mencari orang lain lagi" gumam Dino lagi seraya melangkah pergi dari sana dengan wajah yang lesu.
Sementara di dalam bioskop, Nara tidak begitu Menik mati tontonan yang sedang dia tonton. Padahal itu adalah film favorit nya karena masih memikirkan kejadian tadi di depan yang membuat Aydan bersikap berbeda dari biasa nya.
Begitu pun Aydan yang masih merasa kesal dengan apa yang terjadi barusan. Bagaimana bisa pria lain lebih tahu tentang istri nya dari pada diri nya sendiri? Itu yang masih di fikirkan oleh Aydan saat ini.
Waktu seakan berputar sangat cepat, film yang di tonton oleh Nara dan Aydan pun sudah selesai. Semua orang yang ada di dalam tampak keluar dari ruang bioskop itu, begitu pun dengan Nara dan juga Aydan.
Film yang seharus nya mereka tonton dengan hati yang gembira karena ini kali pertama mereka menonton berdua saja, karena biasa nya mereka akan menonton secara beramai - ramai dengan Rifki, Alea dan juga Angga malah menjadi begitu tidak menyenang kan karena sikap Aydan yang tiba - tiba menjadi berbeda.
" Ish, film nya sangat tidak seru. Padahal beberapa Minggu yang lalu aku tonton seru - seru saja" Nara menggerutu kesal di perjalanan nya ke luar dari dalam gedung bioskop menuju ke area parkir.
" Apa karena kamu tidak bisa menjadi pembalap lagi, atau karena kamu menonton film itu bersama dengan ku?" Aydan membalas Nara dengan nada yang terdengar kesal juga.
" Terserah pada mu saja tuan muda!" Nara memutar bola mata nya malas.
__ADS_1
Setelah itu Nara tidak mau mengatakan apa - apa lagi, begitu pun Aydan yang juga terlihat masih kesal. Mereka fikir, mereka akan membicarakan lagi hal ini nanti saja setelah sampai di mansion.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Malam hari nya, Nara dan Aydan sudah pulang dan tampak sudah masuk ke dalam kamar mereka setelah tadi mereka menyelesaikan makan malam mereka bersama dengan mommy dan daddy mereka.
" Sekarang jelaskan pada ku, bagaimana bisa kamu menjadi pembalap liar dan aku tidak tahu?" Aydan menatap Nara dengan tatapan intimidasi seraya mendudukan diri nya di pinggir tempat tidur, sedangkan Nara sudah membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur mereka.
" Ish, memang nya dulu kamu sudah menjadi suami ku? Sehingga aku harus mengatakan segala yang aku lakukan" Nara mengerucutkan bibir nya, Nara fikir orang tua nya saja tidak tahu tentang itu sampai sekarang apa lagi Aydan yang baru mengambil alih tanggung jawab atas diri nya dari kedua orang tua nya beberapa bulan yang lalu.
" Memang bukan, tapi aku merasa kecolongan saja. Aku fikir aku sudah mengawasi mu dengan baik sejak kita masih kecil, sehingga tidak ada yang aku lewatkan dari mu. Tapi ternyata ck" Aydan berdecak kesal.
" Benarkah, bagaimana bisa?" Aydan mengangkat sebelah alis nya seraya menatap Nara dengan tatapan menyelidik. " Coba aku tebak, apa Alea dan Algi juga terlibat?" Nara pun mengangguk dengan senyum di bibir nya. " Cih, pantas saja kami tidak mengetahui nya. Alea dan kamu memang paling pandai saling melindungi satu sama lain" Aydan mendengus kesal.
" Sudah lah! Bukan kah aku baik - baik saja sampai sekarang. Dan sekarang kamu juga bahkan mengetahui nya" Nara menatap Aydan dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. " Kemarilah! Aku ingin tidur, aku merasa lelah. Apa kamu tidak mau memeluk ku?" Nara menepuk bantal kosong yang ada di samping nya, tempat yang biasa Aydan gunakan untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah karena aktifitas nya seharian.
Mendengar ucapan Nara barusan, Aydan yang sedang merasa kesal pun tidak bisa mengabai kan permintaan Nara barusan dan memilih untuk mengalah dan melupakan kekesalan nya.
" Baik lah, aku akan berusaha melupakan nya" Aydan membaringkan tubuh nya di samping Nara dengan tangan yang menopang kepala nya dan wajah nya yang menghadap pada Nara. " Tapi aku ingin kamu memberikan ku kompensasi untuk itu" tambah Aydan dengan tatapan menggoda nya.
__ADS_1
" Eemm, bukan kah aku masih harus banyak istirahat ya? Apa kamu tega melakukan itu pada ku dan dedek bayi?" Nara memasang puppy eyes nya.
" Aku tidak akan melakukan nya, aku hanya minta kamu mencium ku di sini! Bagaimana?" Aydan menunjuk bibir nya sendiri seraya menaik turunkan alis nya lucu.
" Benar hanya itu kan? Aku tidak mau nanti kamu meminta yang lebih" Nara mengerucutkan bibir nya lucu.
Tanpa aba - aba, Aydan langsung menautkan bibir nya dan bibir Nara karena merasa gemas saat melihat bibir Nara yang mengerucut seperti itu.
Awal nya Nara merasa kaget dan ingin memberontak dari apa yang Aydan lakukan pada nya saat ini, namun akhir nya Nara juga ikut terbuai dengan apa yang di lakukan suami nya itu dan mulai membalas perlakuan dari suami nya itu.
Ke dua lidah itu saling berperang dan saling membelit satu sama lain di dalam sana, dengan suara dec apan yang terdengar menggema di ruangan kamar yang sangat luas itu.
" Sayang, kenapa bibir mu terasa sangat manis dan nik mat? Kalau saja kamu tidak habis pulang dari rumah sakit, aku pasti akan memakan mu sampai habis" Aydan mengusap bibir Nara yang belepotan dengan air liur karena ulah nya dengan wajah gemas nya.
" Ish, kalau aku kamu makan sampai habis. Ayah dan bunda pasti juga akan menjadikan mu opor dan memakan mu juga sampai habis" Nara terkekeh saat mengatakan nya.
" Kamu lucu banget sih" Aydan mencubit pipi Nara dengan gemas. " Sudah lah, ayo kita tidur! Kalau tidak, aku tidak yakin bisa menahan diri ku untuk tidak memakan mu" Aydan memasuk kan Nara ke dalam dekapan nya dan langsung memejamkan mata nya, begitu pun Nara yang melakukan hal yang sama. Dan tak lama sepasang suami istri itu pun mulai terlelap dan masuk ke alam mimpi mereka masing - masing.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1