Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 73


__ADS_3

Di sebuah gedung yang lumayan tua seperti bekas pabrik yang terbengkalai di sebuah perkebunan teh yang jarang sekali ada orang yang datang ke sana.


Di sana tampak seorang wanita cantik yang terikat tangan dan kaki nya masih setia memejamkan mata nya dengan posisi terduduk di sebuah kursi kecil di tengah ruangan kotor dan berdebu.


" Lihatlah wajah nya, dia memang sangat cantik walau pun sedang tertidur seperti itu" salah seorang pria dengan Hoodie berwarna hitam tampak tersenyum menyeringai menatap gadis yang ada di hadapan nya.


" Ya, aku tahu. Itu sebab nya dulu aku tergila - gila pada nya" jawab pria yang lain nya yang juga memakai Hoodie dengan warna yang sama.


" Ya, kita sama - sama jatuh cinta dan tergila - gila pada nya. Tapi dia dengan seenak nya mempermainkan kita" wajah pria yang pertama terlihat kesal.


" Kamu benar Putra, jadi jangan salah kan kita kalau kita melakukan hal buruk pada nya" pria yang satu nya tampak berbicara.


Ya yang menculik Alea saat ini adalah Putra sang mantan kekasih, dan pria yang satu nya bernama Rian. Dia juga adalah salah satu mantan Alea yang tidak terima saat Alea memutuskan hubungan mereka dan Alea dengan mudah nya mengganti kan diri nya dengan pria yang lain nya.


"Kamu benar Rian, aku sunguh tidak rela melihat nya bahagia dengan pria yang akan menjadi suami nya itu. Jadi lebih baik kita bersenang - senang dulu dengan nya sekarang sebelum dia menikah beberapa hari lagi" Putra tertawa jahat.


" Aku setuju dengan mu, biarkan saja calon suami nya bersedih sampai stres karena kehilangan calon pengantin nya yang cantik ini" Rian ikut tertawa jahat.


Tanpa mereka berdua sadari Alea sebenar nya sudah tersadar dari tadi dan mendengarkan obrolan mereka barusan, namun Alea masih berpura - pura menutup mata nya karena dia ingin tahu siapa yang sudah menculik nya dan membawa nya ke sana. Alea saat ini sedang menunggu waktu yang tepat untuk meloloskan diri nya.


" Kurang ajar, dasar pria tidak bermoral. Cih, untung saja aku tidak jatuh cinta pada mereka" batin Alea mengumpat kesal. " Ternyata benar kata papi, aku harus berhati - hati pada mereka karena pria bisa melakukan hal nekad untuk membalas sakit hati mereka. Kak Rifki, tolong selamat kan aku" batin Alea lagi dengan penuh harap.


" Kenapa dia belum bangun juga? Aku tidak sabar ingin memberikan itu pada nya agar kita bisa bersenang - senang secepat nya" Putra mengerut kan kening nya menatap Alea yang masih menutup mata nya.


" Entah lah, aku fikir obat bius itu efek nya hanya beberapa jam saja. Jadi seharus nya dia sudah sadar dari tadi" Rian mendekat kan diri nya pada Alea dengan tatapan menyelidik nya.

__ADS_1


" Alea sayang, bangun lah! Apa kamu tidak merindukan mantan mu ini?" Rian menepuk pipi Alea dengan pelan untuk membangunkan gadis itu dari tidur nya.


" Ya sayang, apa kamu tidak merindukan kami ha?" Putra ikut mendekati wajah Alea.


Alea yang merasa tubuh mereka sangat dekat dengan nya hanya bisa menahan amarah pada diri nya tanpa bisa berbuat apa - apa karena ke dua tangan dan kaki nya terikat pada kursi yang sedang dia duduki saat ini.


" Bagaimana kalau kita berikan obat ini sekarang, agar nanti saat dia terbangun. Dia sudah siap untuk memuaskan kita" Rian tersenyum penuh arti menatap Putra.


" Kamu benar juga, bukankah butuh waktu yang lumayan lama untuk obat itu bereaksi. Aku akan mengambil nya sekarang" Putra pun bangkit untuk mengambil sesuatu dalam tas nya yang dia letak kan tak jauh dari sana.


" Sial, apa yang akan mereka berikan pada ku?" Batin Alea.


" Ini, cepat kamu berikan!" Putra memberikan sesuatu pada Rian, dan Rian pun menerima nya dengan senang hati. Seperti nya yang di bawa oleh Putra semacam obat dengan ukuran kecil. Tak menunggu lama Rian pun langsung memasuk kan obat itu ke dalam mulut Alea, dan mau tidak mau Alea pun memakan nya dan menahan nya di dalam mulut nya karena Alea tidak tahu obat apa itu.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Ting


Setelah lima menit berlalu, akhir nya sebuah pesan masuk pada ponsel Rifki, dan tak lama panggilan juga masuk pada ponsel nya.


" Halo" ucap Rifki seraya mendekatkan ponsel nya di dekat telinga nya.


" ..................."


" Baik lah aku akan segera ke sana dan kalian menyusul lah! " Setelah mengatakan itu, Rifki pun menutup panggilan nya.

__ADS_1


" Tunggu aku Alea!" Gumam Rifki seraya memasuk kan kembali ponsel nya pada kantong celana nya dan langsung melangkah kan kaki nya menjauh dari Algi.


" Kak Rifki mau kemana? Aku ikut!" Algi yang juga mencemaskan keadaan Alea pun langsung berlari menyusul Rifki yang masuk ke dalam mobil nya. Algi fikir Nara kini sudah di tangani dokter dan Aydan ada untuk menjaga nya, tapi Alea? Bahkan mereka belum tahu bagaimana keadaan dan keberadaan nya sekarang.


Rifki yang melihat Algi masuk ke dalam mobil nya pun hanya membiarkan nya saja dan mulai melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat yang di beritahu kan oleh orang - orang nya tadi.


" Kak Rifki pelan sedikit kak!" Algi terpekik ketakutan saat Rifki menyalib beberapa mobil yang ada di depan nya tanpa mengurangi kecepatan nya.


" Berisik!" Hanya itu yang di ucapkan Rifki tanpa perduli dengan Algi yang terus saja berteriak ketakutan setiap kali Rifki menambah kecepatan mobil nya.


Beberapa waktu telah berlalu, mobil Rifki juga sudah melaju di jalanan hampir 30 menit namun mereka masih belum sampai juga ke tempat tujuan mereka.


" Ish, apa kakak tidak tahu kalau aku belum menikah? Dan aku tidak mau mati konyol di sini" Algi terus saja mengoceh, namun Rifki tidak memperdulikan nya. " Kita mau ke mana sih kak?" Algi melihat kesekeliling nya saat mobil Rifki memasuki jalan kampung yang hanya ada beberapa pepohonan dan perkebunan yang mereka lewati sedangkan rumah penduduk jarang terlihat di sana.


" Ish, apa kamu tidak bisa diam? Tentu saja aku akan menyelamat kan calon istri ku!" Rifki mendengus kesal.


" Aku bisa diam asal kakak memelankan mobil ini!" Ucap Algi


" Apa kamu takut ha?" Rifki mengangkat sebelah alis nya tanpa menoleh sedikit pun karena dia masih fokus menyetir.


" Aku tidak takut" ucap Algi dengan nada tinggi nya. " Aku hanya sedikit ngeri saja" tambah Algi lagi agak terbata dengan wajah yang ketakutan melihat jalan yang berkelok dan agak kecil.


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, mobil Rifki terparkir di sebuah lahan perkebunan teh yang tak jauh dari sana ada sebuah gedung yang terbengkalai dengan sebuah mobil hitam yang terparkir di depan nya. Mobil itu adalah mobil yang tadi menyerang dan menculik Alea tadi.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2