Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 50


__ADS_3

Aydan pun mulai menceritakan bagaimana Rifki memberikan ide gila nya pada Aydan dan Aydan menyetujui nya begitu saja karena Aydan ingin bisa dekat dengan Nara tanpa teriakan histeris ketakutan dari Nara, karena pada saat itu Nara yang memang baru saja pulang dari rumah sakit masih merasa takut bila bertemu dengan nya.


Nara pun yang tadi nya kesal menjadi terharu saat mendengarkan alasan dari Aydan melakukan semua itu. Nara sekarang sudah mengerti kenapa Ayan sangat posesif dan perhatian pada diri nya dan Ayan juga selalu tahu apa yang di sukai Nara dan apa yang tidak di sukai oleh Nara karena Ayan tak lain dan tak bukan adalah Aydan, pria yang sejak kecil selalu bersama nya dan melindungi nya. Nara benar - benar tidak menyangka bahwa Aydan akan melakukan hal seperti itu hanya untuk diri nya, pantas saja setiap Nara melihat senyuman dari Ayan selalu membuat nya teringat pada seseorang yang sangat dekat dengan nya.


Dan sekarang Nara mengerti, kenapa Aydan tidak pernah bekerja lagi di Balendra Corp sehingga om Dimas harus menggantikan nya. Ternyata diri nya lah alasan semua nya.


Pesta pernikahan Nara dan Aydan berjalan cukup meriah walau pun tidak terlalu banyak yang di undang oleh mereka karena memang mereka ingin pesta yang lebih sederhana dari biasa nya jadi hanya orang terdekat saja yang mereka undang untuk datang ke pesta itu.


Waktu bergulir dengan sangat cepat dan tak terasa hari sudah mulai sore dan pesta pun berakhir. Para tamu sudah terlihat pulang ke rumah mereka masing - masing dan kini hanya tinggal menyisakan keluarga inti saja di rumah Nara. Kini Nara dan Aydan terlihat sedang melangkahkan kaki mereka menaiki tangga menuju kamar Nara yang sudah di hias sedemikian rupa menjadi kamar pengantin yang sangat cantik dan yang pasti masih bernuansa biru dengan beberapa boneka Doraemon berukuran kecil ikut menghiasi kamar itu.


Ceklek


Pintu kamar Nara di buka dari luar oleh Aydan yang dengan setia mengandeng tangan istri nya untuk masuk ke dalam kamar Nara yang kini akan menjadi kamar mereka berdua sebelum mereka pindah ke mansion keluarga Balendra.


" Aku atau kamu dulu yang akan membersihkan diri? Atau kita akan melakukan nya bersama?" Aydan menaik turunkan alis nya lucu seraya tersenyum menggoda ke arah Nara membuat wajah Nara kembali merona bagaikan tomat yang sudah matang.


" Ish, apa an sih! Biar aku yang duluan!" Nara pun langsung mengangkat gaun nya yang menjuntai di atas lantai agar diri nya lebih mudah melangkahkan kaki nya dan langsung berjalan menuju ke dalam kamar mandi yang ada dalam kamar nya dengan salah tingkah. Namun baru saja satu langkah Nara yang terlalu tergesa - gesa pun tersandung gaun yang di pakai nya sehingga Nara terjatuh dengan posisi bersujud di atas lantai karena Aydan terlambat menahan tubuh Nara. Untung saja perut Nara tidak terbentur sehingga bayi dalam kandungan Nara baik - baik saja.

__ADS_1


Brrukk


" Aw" teriak Nara saat lutut dan tangan nya mencium lantai dengan sempurna.


" Maaf, aku terlambat menahan tubuh mu" Aydan langsung berjongkok dengan perasaan bersalah nya sedangkan Nara malah menjatuhkan tubuh nya dan membenamkan wajah nya pada lantai yang ada di bawah nya, jujur saja rasa sakit yang di rasakan Nara saat ini tidak ada apa - apa nya. Tapi malu nya itu lho, minta ampuuun🤣🤣.


Kalian bisa bayangkan perasaan Nara saat ini yang pasti nya sangat malu karena di hari pertama nya menjadi istri Aydan malah terjadi insiden yang memalukan seperti ini. Sungguh rasa nya Nara saat ini ingin sekali menenggelamkan diri nya sendiri di samudra Hindia atau masuk ke dalam lubang semut yang begitu kecil saking malu nya dia.


" Nara maafkan aku, biar aku bantu kamu untuk bangun" Aydan mengulurkan tangan nya dan memegang ke dua pundak Nara untuk membantu istri nya itu bangun dari posisi jatuh nya namun Nara malah menangis dengan kencang seperti anak kecil yang ingin di belikan balon oleh orang tua nya membuat Aydan semakin panik dengan wajah yang terlihat sangat cemas.


" Apa ada yang sakit, apa bayi kita kenapa - napa?" Aydan langsung mengangkat tubuh Nara yang masih saja menangis untuk dia pindahkan ke atas tempat tidur mereka dengan wajah yang sangat panik sedangkan Nara malah semakin membenamkan wajah nya pada dada bidang Aydan sambil terus menangis dengan suara yang tertahan karena mulut nya terbekap oleh tubuh Aydan yang sedang menggendong nya.


" Kamu baik - baik saja, apa perut mu sakit dan apa terjadi sesuatu pada bayi kita?" Aydan bukan nya membaringkan Nara, malah memangku nya dan diri nya duduk di pinggiran tempat tidur karena tangis Nara yang belum berhenti sambil membenamkan wajah nya di dalam dada bidang Aydan saat ini.


" Aku baik - baik saja, Dede bayi juga" ucap Nara tersendat karena tangisan nya.


" Lalu kenapa kamu menangis?" Aydan sungguh tak habis fikir dengan istri nya itu. Kalau diri nya baik - baik saja lalu kenapa dia menangis?

__ADS_1


" Aku malu, karena hari pertama ku menjadi istri mu aku malah bersikap konyol seperti tadi" ucap Nara sambil berusaha menghentikan tangis nya dalam dekapan Aydan membuat Aydan menahan rasa ingin tertawa nya saat mendengarkan pengakuan istri nya yang menurut nya sangat lucu.


" Hey, tidak apa - apa! Aku tidak akan menertawakan mu kok" ucap Aydan seraya mengulum senyum di bibir nya. Sungguh Aydan ingin sekali tertawa saat ini juga melihat tingkah Nara yang begitu menggemaskan.


" Bohong, itu kamu menahan tawa" rengek Nara seraya menunjuk pada bibir Aydan.


" Tidak, aku tidak bohong! Aku tidak akan menertawakan mu" jawab Aydan lagi masih bisa menahan tawa nya.


" Kalau ingin tertawa - tertawa saja, tidak usah di tahan! Aku tahu aku sangat konyol tadi" Nara mendengus kesal seraya memalingkan wajah nya. Akhir nya tawa Aydan pecah juga saat itu karena tidak sanggup menahan nya lagi membuat Nara semakin memberengut kesal dan hendak turun dari pangkuan suami nya itu, namun tangan Aydan dengan cepat menahan pinggang istri nya agar tidak turun dari atas paha nya.


" Maaf, aku akan berhenti tertawa oke" ucap Aydan seraya berusaha menghentikan tawa nya.


" Aku tidak mau tahu, lepaskan aku!" Nara masih berusaha turun karena Aydan masih saja tertawa. " Lepaskan! Aku mau melepaskan gaun yang sangat merepotkan ini dan aku akan membersihkan diriku" mendengar itu Aydan pun langsung melepaskan tangan nya dari pinggang Nara membuat Nara merasa lega.


" Aku akan membantu mu!" Ucap Aydan dengan santai nya sedangkan Nara tampak membulatkan ke dua bola mata nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2