
Dua hari telah berlalu, dan hari yang di tunggu pun akhir nya tiba juga. Hari ini adalah hari pernikahan Rifki dan Alea akan di selenggara kan.
Jika pernikahan Nara dan Aydan bernuansa biru dengan beberapa dekorasi bertema kan Doraemon, berbeda dengan Alea yang sangat menyukai warna putih. Sehingga nuansa pernikahan nya kali ini bernuansa putih, sama seperti warna gaun yang akan dia pakai di hari yang sangat penting bagi nya itu.
" Huuufth" Alea terlihat menarik nafas nya dan membuang nya secara perlahan sejak terakhir kali MUA yang merias nya meninggal kan kamar Alea karena tugas mereka sudah selesai.
" Apa kakak gugup?" Dinka yang sejak tadi di tugas kan untuk menemani Alea tampak ikut tegang melihat wajah Alea yang terlihat tegang.
" Sedikit" Alea mengangguk dengan senyum yang terlihat kikuk.
Hanya Dinka saja yang ada di sana, karena Nara dan Dela memutuskan untuk ikut rombongan mempelai pria saja, mengingat Rifki adalah Kaka sepupu dari Nara. Begitu pun Aydan yang ikut pada Nara walau pun Nara sudah menyuruh nya untuk berada di pihak perempuan saja, mengingat Alea adalah saudara sepupu Aydan walau pun bukan saudara kandung. Angga juga tentu saja ikut pada rombongan mempelai pria, mengingat Rifki adalah keponakan kandung nya. Begitu pun Feyrin yang juga tidak mau ketinggalan dalam acara yang sangat penting itu.
" Kakak, beruntung karena kak Rifki sangat mencintai kakak. Jadi kenapa harus gugup?" Dinka menatap Alea dengan intens.
" Justru karena itu Aku gugup, kalau aku menikah dengan orang yang tidak mencintai ku dan aku tidak mencintai nya. Aku sudah kabur sedari tadi" Alea terkekeh saat mengatakan nya.
" Oh iya ya, aku juga akan melakukan hal yang sama dengan kakak kalau seperti itu" Dinka ikut terkekeh.
Ceklek
Pintu kamar Alea terbuka, dan itu Nara, Dela dan juga Feyrin yang baru saja datang dengan rombongan mempelai pria.
__ADS_1
" Kamu sudah siap Lea? Kamu sangat cantik sekali" Nara melangkah mendekati Alea.
" Ya, kamu sangat cantik sekali! Pantas saja Rifki begitu tergila - gila pada mu" sambung Dela juga ikut melangkah.
" Ya, aku setuju dengan kak Dela. Kak Alea sangat cantik" Feyrin ikut bergabung.
" Terima kasih, kalian juga cantik" Alea membalas pujian mereka dengan senyum mengembang di bibir nya.
" Kalau begitu, mari kita turun! Pangeran mu sudah menunggu mu di bawah" Nara terkekeh saat mengatakan nya.
" Ah ya, dia sudah datang ya?" Alea terkesiap dengan detak jantung yang tiba - tiba berdetak lebih kencang, bahkan tangan nya pun kini mulai terasa dingin.
" Tentu saja, kamu kira kami datang tanpa mempelai pria apa?" Dela ikut terkekeh.
" Tapi mami mana? Putri nya mau nikah, mami malah gak ada" Alea celinguk kan mencari keberadaan mami nya, siapa tahu saja mami nya itu berada di dekat pintu.
" Mami tadi sibuk menyambut para tamu dari keluarga opa Wilan, jadi mami akan menunggu kakak di bawah" Dinka yang menjawab.
" Oh, baik lah!" Alea pun akhir nya melangkah kan kaki nya di dampingi Dinka dan Feyrin di sisi kanan dan kiri nya, sedangkan Dela dan Nara mengikuti di belakang mereka.
Alea dan yang lain nya tampak menuruni satu persatu anak tangga yang ada di sana dengan anggun nya. Semua mata tampak melihat ke arah mereka dengan tatapan kagum yang terpancar dari semua mata yang hadir di sana saat melihat kecantikan dari mempelai wanita yang sedang berjalan di iringi para brides maid yang juga terlihat cantik.
__ADS_1
Alice yang sudah melihat putri nya datang, langsung menyambut nya dan mengambil alih untuk mendampingi Alea dari Dinka dan Dinka berdiri di samping mami Alice. Kini ke lima wanita itu berjalan menuju ke pelaminan, di mana di sana ada Rifki yang sedang menatap penuh kekaguman pada sang calon istri dengan senyuman yang tak luntur dari wajah nya.
Di sana juga ada Jay yang sudah duduk di sebelah pak penghulu yang sudah bersiap untuk menikah kan putri nya dengan putra dari sahabat nya.
" Kamu sangat cantik sayang!" Ucap Rifki setengah berbisik saat Alea sudah duduk tepat di samping nya.
" Terima kasih, kamu juga sangat tampan" balas Alea tersipu malu dengan wajah yang merona seperti tomat. Apa lagi tadi Rifki memanggil nya sayang, sungguh Alea sangat senang sekali saat mendengar nya.
" Ekhem, bisa kita mulai?" Pasangan yang sedang sama - sama tersipu karena pujian dari satu sama lain nya, kini harus kembali fokus saat pak penghulu yang ada di depan mereka bertanya. Dan mereka pun mengangguk mantap untuk menjawab pertanyaan pak penghulu barusan. Pak penghulu pun mulai menuntun Jay untuk menikah kan putri nya itu dengan Rifki, Rifki pun terlihat lantang dan lancar saat mengucap kan ijab qobul tersebut.
Sah
Sah
Suara terdengar menggema di seluruh ruangan tempat pesta di adakan saat Rifki berhasil mengikrarkan janji suci nya pada Alea dengan lancar. Semua orang tampak menengadah kan ke dua tangan mereka dengan wajah yang terlihat serius dan juga khusyu untuk mendo'akan kehidupan baru yang akan di hadapi oleh pasangan baru itu.
Setelah acara ijab qobul selesai, ke dua mempelai kini menyambut para tamu yang datang untuk memberikan selamat dan do'a restu untuk mereka. Senyum kebahagiaan terlihat jelas di wajah ke dua nya saat ini, Alea dan Rifki sama - sama tidak menyangka bahwa mereka akan menjalani pernikahan ini dengan bahagia. Mengingat apa yang sudah terjadi pada mereka sebelum hari bahagia ini tiba, apa lagi bila mereka mengingat kembali saat mereka sama - sama menolak pernikahan ini karena mereka mengira tidak ada cinta di hati pasangan mereka masing - masing. Namun ternyata tanpa mereka ketahui, mereka sama - sama menaruh perasaan yang sama namun mereka terlalu gengsi untuk mengungkap kan nya.
" Kamu tahu, hari ini aku sangat bahagia?" Ucap Rifki saat tidak ada tamu yang datang untuk menyalami mereka. Kini Rifki dan Alea sedang duduk di atas pelaminan yang terlihat sangat indah dengan dekorasi berwarna putih menghiasi nya.
" Aku juga, aku sangat bahagia hari ini" jawab Alea tersenyum manis.
__ADS_1
" Alea, mulai hari ini. Jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari ku! Apa pun yang kamu rasakan atau yang kamu ingin kan, semua nya kamu harus membicarakan nya pada ku. Aku tidak mau ada kesalah fahaman lagi di antara kita" Rifki menatap intens wajah cantik wanita yang beberapa menit yang lalu sudah sah menjadi istri nya itu seraya menggenggam tangan Alea dengan lembut.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏