Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 109


__ADS_3

Sementara di tempat lain, tepat nya di kafe milik Algi, tampak Dinka yang baru saja datang setelah tadi dia menyelesaikan kuliah nya terlebih dahulu. Dinka tampak memasuki kafe itu sambil celinguk kan mencari keberadaan Algi yang tidak terlihat di sudut kafe mana pun yang ada di sana.


" Selamat datang di kafe milik kami!" Salah satu pelayan kafe yang bertugas menyambut tamu, tampak menyambut dengan senyum ramah di bibir nya.


" Terima kasih!" Dinka membalas senyuman itu tak kalah ramah. " Maaf, apa kak Algi tidak datang ke kafe hari ini?" Dinka bertanya dengan sopan.


" Kak Algi? Maaf ada perlu apa ya?" Pelayan itu tampak menelisik penampilan Dinka dari atas sampai bawah. " Seperti nya dia salah satu dari gadis yang mengejar kak Agi" batin pelayan itu masih menatap Dinka dengan tatapan menyelidik.


" Aku ada perlu sebentar, apa kak Algi ada?" Dinka masih tersenyum ramah. Rasa nya dia tidak sabar ingin segera bertemu dengan Algi dan memberikan kue yang sudah dia buat tadi pagi dengan bantuan dari Nara.


" Maaf kak, kak Algi nya sedang sibuk jadi tidak bisa di ganggu" jawab pelayan itu. " Pasti kak Algi tidak mau menemui gadis ini" batin pelayan itu dengan tersenyum kikuk.


Memang seperti itu lah Algi jika menghadapi para gadis yang modus ingin bertemu dengan nya, bukan apa - apa Algi melakukan hal itu. Algi tidak mau memberikan harapan palsu pada gadis - gadis itu karena Algi bukan tipe pria yang bisa berbaik hati pada semua gadis yang baru saja dia kenal.


" Oh, begitu ya!" Dinka kini berwajah kecewa. " Kalau begitu, boleh aku menitip ini untuk nya? Katakan kalau ini dari Dinka" akhir nya Dinka memutus kan untuk menitip kan kue buatan nya untuk Algi karena Dinka tidak mau mengganggu pekerjaan pria itu. Dinka juga tidak mungkin menunggu Algi di sana karena hari sudah sore. Apa lagi kini Dinka membawa sepeda motor milik Nara yang sering di gunakan Nara dulu, tentu saja Dinka takut kalau harus pulang malam sendirian. Naik motor pula, Dinka tidak mungkin kan meminta Algi untuk mengantar nya pulang lagi.


" Baik lah, akan saya sampai kan" pelayan itu pun mengambil kotak kue yang di bawa oleh Dinka.


" Terima kasih, saya permisi" setelah mengatakan itu, Dinka pun langsung pergi meninggal kan kafe Algi dengan menggunakan sepeda motor biru bergambar Doraemon itu.


Sementara di dalam ruangan Algi, pria itu sedang sibuk dengan layar laptop yang ada di depan nya. Seperti nya dia sedang memeriksa pembukuan di kafe milik nya itu.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Pintu ruangan Algi di ketuk dari luar, membuat Algi menghenti kan sejenak aktifitas nya.


" Masuk!" Ucap Algi mempersilahkan orang yang ada di depan pintu ruangan nya.


Ceklek


Pintu ruangan pun terbuka dari luar, dan ternyata itu adalah salah satu pegawai Algi yang datang membawa kotak kue yang tadi di berikan Dinka pada nya.


" Dinka? Sekarang di mana dia?" Algi celinguk kan ke arah pintu mencari sosok gadis yang dia maksud.


" Dia sudah pergi kak, aku fikir kak Algi tidak akan mau menemui nya. Jadi seperti biasa aku bilang kalau kakak sedang tidak bisa di ganggu" pegawai Algi itu berkata dengan ragu, seperti nya diri nya sudah bertindak salah karena melarang gadis itu bertemu dengan atasan nya itu.


" Oh baik lah, lain kali kalau dia datang lagi suruh saja dia masuk!" Ucap Algi dengan santai nya.


" Baik kak, maaf! Kalau begitu aku ke luar dulu" pegawai itu langsung keluar dari ruangan Algi dengan perasaan yang tidak enak karena sudah salah dalam menyikapi satu hal. Pegawai itu juga heran karena Algi tidak seperti biasa nya yang tidak mau menemui siapa pun kecuali keluarga dan kerabat dekat nya.

__ADS_1


" Coba kita lihat, anak itu membawa apa untuk ku!" Gumam Algi sambil membuka kotak kue yang ada di depan nya. " Dia tahu saja kalau aku menyukai ini, pasti Nara yang meberi tahu nya" Algi tersenyum menatap keu brownies dengan toping keju di atas nya.


Algi pun mengambil sepotong kue yang ada di dalam kotak kue itu dan langsung memakan nya untuk merasakan rasa kue yang di bawa Dinka untuk nya.


" Eemm nyam nyam" Algi memakan kue itu dengan sangat lahap. " Rasa kue ini kenapa sama persis dengan buatan Nara ya, apa Nara yang membuat nya untuk ku?" Gumam Algi seraya terus mengunyah kue yang ada di dalam mulut nya. " Besok aku harus berterima kasih pada mereka" tambah Algi lagi seraya lagi dan lagi kembali menyuap kan kue yang ada di tangan nya sampai akhir nya kotak itu kosong tak bersisa. Algi memang sangat menyukai kue itu, sehingga dia bisa menghabis kan kue itu dalam waktu yang tak lama.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat lain, tepat nya di Balendra Corp tampak Dimas yang masih saja sibuk dengan pekerjaan nya walau hari sudah mulai larut dan para pegawai yang lain nya sudah pulang sejak setengah jam yang lalu. Termasuk Aydan yang merasa kasihan pada istri nya yang beberapa hari ini harus menunggu kepulangan nya yang selalu pulang larut malam, jadi hari ini Aydan meminta izin pulang duluan pada Dimas. Dan Dimas pun tentu saja tidak keberatan, karena Dimas bisa mengerti keadaan Nara yang saat ini sedang berbadan dua.


Ceklek


Pintu ruangan Dimas terbuka dari luar tanpa di ketuk, dan Dimas tahu pasti siapa yang masuk ke ruangan nya.


" Apa pekerjaan mu masih banyak?" Dela masuk dengan senyum di bibir nya, Dela juga baru saja menyelesai kan pekerjaan nya.


" Ya, lumayan ini! Apa lagi Aydan sekarang pulang duluan karena kasihan pada Nara yang selalu menunggu nya pulang sampai larut malam" jawab Dimas seraya menghenti kan sejenak aktifitas nya dan memijit pelan kening nya yang mulai terasa pusing.


" Kamu pasti sangat lelah, apa ada yang bisa aku bantu?" Dela pun mendekati Dimas yang sedang duduk di kursi kebesaran nya dan memposisi kan dirI nya di belakang Dimas. Perlahan Dela juga menarik tubuh Dimas agar bersandar pada kursi nya dan Dela pun meletak kan tangan nya pada kepala Dimas dan mulai memijat pelan kepala Dimas.


" Terima kasih sayang, kamu selalu tahu apa yang aku butuh kan" Dimas memejam kan mata nya menikmati sentuhan tangan Dela di kepala nya yang membuat diri nya merasa relaks dan nyaman.

__ADS_1


" Aku harus tahu apa yang kamu butuh kan, ya itung - itung sebagai latihan nanti jika aku sudah menjadi istri sah dari A Dimas" Dela terkekeh saat mengatakan nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2