
Beberapa jam telah berlalu, Aydan sudah kembali bekerja dan begitu pun yang lain nya. Nara yang sedang berkunjung di tempat kerja suami nya pun memutuskan untuk menunggu suami nya untuk pulang bersama, lagi pula Nara merasa bosan di mansion sendirian karena sore ini mommy dan Daddy nya akan pergi ke Bandung untuk menjenguk Fariz sekalian akan membicarakan tentang pernikahan Rifki dan Alea yang akan di laksanakan beberapa Minggu lagi.
Bukan hanya Fika dan Nanda saja yang pergi, tapi Yuki dan Adzriel juga ikut pergi karena mereka akan mengundang semua saudara mereka yang ada di sana secara langsung, apa lagi mereka juga sudah lama tidak pergi ke sana dan bertemu dengan saudara mereka.
" Apa kamu membutuhkan sesuatu lagi?" Tanya Aydan di sela kesibukan nya, seraya melihat ke arah istri nya yang kini sedang duduk bersandar di sofa dengan buku novel di tangan nya serta beberapa cemilan dan minuman yang berada di atas meja, tepat di samping nya.
" Apa kamu fikir aku akan kekurangan sesuatu di sini ha" Nara memberengut kesal seraya menunjuk kan aneka cemilan dan aneka minuman di atas meja, juga beberapa buku novel yang di sukai nya.
Aydan yang takut istri nya itu merasa bosan atau lapar, menyuruh salah satu pegawai nya untuk membelikan beberapa cemilan dan minuman. Bukan hanya beberapa, lebih tepat nya banyak makanan dan minuman dari mulai makanan ringan, coklat, aneka kue, dan yang lain nya.
" Aku fikir kamu mungkin menginginkan sesuatu lagi selain yang ada di meja itu" Aydan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Ish, apa kamu fikir aku ini apa ha? Lihatlah semua makanan itu, bahkan baru sedikit yang sudah aku makan" Nara tak habis fikir dengan fikiran suami nya itu yang terkadang berlebihan, tapi Nara juga bahagia karena Aydan seperti itu karena sangat menyayangi nya dan juga calon bayi mereka.
" Iya, baiklah! Nanti kalau kamu menginginkan sesuatu. Katakan saja oke!"
" Ya, aku pasti akan mengatakan nya. Sekarang lebih baik cepat selesaikan pekerjaan mu, apa aku bisa membantu mu?" Nara menatap Aydan dengan tatapan memohon nya. Sungguh Nara saat ini merasa bosan, dan kalau di izinkan untuk membantu pekerjaan suami nya Nara pasti akan sangat senang.
" Tidak sayang, aku takut kamu capek nanti nya. Lebih baik kamu duduk manis saja di sana dan habiskan makanan mu" Aydan berkata dengan lembut.
" Ish, yang benar saja? Aku tidak mungkin menghabiskan semua nya" Nara memberengut kesal seraya memasukkan beberapa cemilan ke dalam mulut nya dengan kasar. Sedangkan Aydan tampak terkekeh melihat kelakuan istri nya itu seraya kembali fokus pada pekerjaan nya.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Tak lama terdengar suara ketukan pada pintu ruangan Aydan, membuat Aydan menghentikan aktifitas nya dan langsung menatap Nara yang juga menatap ke arah nya. Aydan meminta izin dengan tatapan nya pada Nara untuk membiarkan orang itu masuk dan Nara pun mengangguk dengan senyum di bibir nya. Nara fikir mungkin yang datang adalah Dela atau karyawan yang lain nya.
" Masuk!" Ucap Aydan dengan suara keras.
Ceklek
Pintu terbuka dari luar dan menampilkan satu sosok wanita cantik dengan baju yang terbilang minim dengan make up yang agak tebal menghiasi wajah nya.
" Aydan, aku ingin bicara" ucap wanita itu seraya langsung melangkah untuk mendekati Aydan di meja kerja nya.
Wanita yang datang barusan adalah Karin, entah apa tujuan nya datang ke perusahaan Aydan kali ini. Aydan berfikir, entah bagaimana Karin bisa masuk ke dalam ruangan nya tanpa di halangi oleh Dela terlebih dahulu. Padahal Dela biasa nya akan bersikeras untuk menghalangi Karin agar tidak bisa masuk ke dalam ruangan Aydan seperti kemarin.
Karin pun ikut melirik ke arah mata Aydan melihat, namun Karin hanya melihat nya sekilas dan langsung kembali menatap Aydan tanpa menghiraukan wanita yang kini sedang duduk santai di atas sofa seraya menatap nya.
" Aku mohon kita harus bicara, sebentar saja" Karin masih keukeuh ingin mendekati Aydan.
" Bicara apa? Cepat bicaralah, waktumu hanya lima menit saja" Aydan masih berkata dengan dingin.
" Baiklah" Karin melangkahkan kaki nya dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
__ADS_1
" Kamu mau ke mana? Bicara dari sana saja, aku masih bisa mendengar nya" Aydan menghentikan langkah Karin yang melangkahkan kaki nya untuk mendekati nya.
" Kenapa? Bukankah biasanya kita akan bicara dengan jarak yang sangat dekat, bahkan aku bia__" Karin tidak bisa meneruskan ucapan nya.
" Stop bicara omong kosong Karin! Cepat katakan apa yang ingin kau katakan, waktu mu tinggal 4 menit dua puluh detik lagi" Aydan meninggikan suara nya.
" Oh baiklah, apa kamu takut wanita yang ada di sofa sana mendengarkan bagaimana kedekatan kita" Karin tersenyum sinis menatap Nara yang masih saja diam. " Siapa dia? Apa dia kekasih baru mu, pengganti ku dan pelampiasan kekecewaan mu" tambah Karin lagi dengan gaya sinis nya.
" Jangan bicara sembarangan, dia bahkan tidak bisa di bandingkan dengan mu walau se ujung kuku pun" Aydan menatap tajam pada Karin dengan api kemarahan yang terlihat di sana.
Aydan tentu saja tidak akan terima perkataan Karin barusan yang menghina istri tercinta nya
" Benarkah? Aku lihat, dia biasa saja. Dia sama seperti wanita - wanita di luar sana yang rela melakukan apa pun demi bisa naik ke atas ranjang CEO nomer satu di Asia" Karin tersenyum menyeringai. " Tapi asal kamu tahu, itu tidak akan mudah karena aku saja yang sudah berhubungan dengan nya selama dua tahun. Aku tidak berhasil menggoda nya, apa lagi diri mu yang baru beberapa hari saja berhubungan dengan nya" Karin tersenyum mengejek pada Nara.
Seperti nya Karin tidak tahu tentang pernikahan Aydan dan Nara, bahkan mungkin Karin tidak mengenali siapa wanita yang ada di hadapan nya. Ya wajar saja Karin tidak mengenali Nara saat ini karena mengingat Karin yang selalu menghindar bila Aydan mengajak nya berkumpul dengan saudara - saudara nya, apa lagi penampilan Nara saat ini juga sangat jauh berbeda dari Nara yang dulu.
" Ck ck ck, kasihan sekali nona Karin ini" Nara yang sejak tadi hanya diam langsung bersuara dengan nada sinis pada Karin yang kini menatap tajam pada nya.
" Sayang, biarkan saja dia. Biar aku yang menghadapi nya" Aydan takut terjadi sesuatu pada Nara.
"Tenang saja, aku bisa mengatasi nya" jawab Nara dengan enteng nya. " Kalau aku tidak menghadapi nya sekarang, dia pasti akan terus mengganggu mu. Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi" Nara pun berdiri dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya dengan perlahan dan penuh ketenangan menuju ke tempat Karin berdiri sekarang. Aydan yang merasa khawatir dengan istri nya itu juga langsung berdiri dan berjalan cepat ke arah Nara.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1