
" Apa mommy tidak salah, bagaimana bisa aku mempunyai adik lagi di usiaku sekarang ini" ucap Aydan dengan wajah frustasi membuat semua nya menoleh ke arah nya.
Pletak
Satu jitakan mendarat di kening Aydan dari Nanda yang merasa kesal dengan kebodohan putra nya itu.
" Kau ini, bagaimana bisa mommy mu melahirkan di usia nya yang sekarang. Dasar bodoh" Nanda mendengus kesal.
" Mama ku juga melahirkan ku di usia kalian saat ini kan?" Angga yang menjawab.
" Ish, itu pengecualian Angga" Yuki memukul lengan adik nya itu.
" Ish, apa beda nya kak" Angga mendengus kesal. " Lalu kalau bukan mommy yang mau punya bayi , siapa lagi coba?" tambah Angga lagi
" Sudah - sudah, aku tidak mau melahirkan lagi. Dua anak sudah cukup bagi ku" Fika brigidig ngeri saat membayangkan diri nya akan hamil dan melahirkan lagi di usia nya yang sudah tidak muda lagi, Fika teringat dulu saat Oma Zela melahirkan Angga, sungguh membutuhkan perjuangan yang sangat ekstra saat itu.
" Lalu siapa yang akan punya bayi?" Alea juga ikut bertanya.
" Ya, siapa? Bukan mama kan?" Rifki menatap Yuki dengan tatapan menyelidik nya.
__ADS_1
" Kau juga apa - apa an, itu jelas tidak mungkin kan" Adzriel memukul pelan kepala putra nya itu dengan gemas.
" Ish, papa ini! Aku kan hanya bertanya" Rifki mengerucutkan bibir nya.
" Apa kak Alice yang akan punya bayi lagi?" Kini giliran Dimas yang bertanya.
" Ish kamu lagi apa - apa an! Aku sudah cukup dengan kehadiran Alea dan Jemy di kehidupan kami" ucap Alice seraya memukul lengan Dimas yang berdiri di samping nya.
Ya, selain Alea, Alice dan Jay juga punya putra yang bernama Jemy. Jemy saat ini masih berusia lima belas tahun dan duduk di bangku SMP saat ini, karena Jemy sudah lumayan besar jadi dia jarang sekali ikut acara seperti ini. Dia lebih suka bermain game online pada ponsel nya di kamar nya sendiri.
" Ya, lagi pula kami sudah tidak muda lagi Dim" Jay terkekeh saat mengatakan nya
" Sudah kalian ini tidak bisa diam apa? Yang akan punya bayi adalah Nara dan Aydan" Nami berkata dengan santai nya.
" Ya, Aydan kamu dan Nara akan menjadi orang tua. Jadi kalian harus menikah secepat nya, aku tidak mau cucu ku lahir di luar pernikahan" Razky berkata dengan penuh penekanan.
" Apa maksud ayah dan bunda? Apa aku hamil?" Nara terlihat sangat kaget saat mendengar perkataan ayah dan bunda nya barusan. Begitu pun Angga, Rifki, Alea dan Dimas, mereka juga tampak kaget dengan apa yang barusan dia dengar.
Nara kembali mengingat beberapa pertanyaan dokter tadi yang menurut nya sangat aneh saat dia menanyakan keluhan sakit Nara, Nara juga mengingat benda yang tadi di berikan dokter itu untuk dia pakai. Dan cara pemakaian nya juga cukup aneh " jadi yang tadi itu alat tes kehamilan?" Batin Nara masih tidak percaya.
__ADS_1
" Ya sayang, kamu hamil" Fika yang menjawab seraya memeluk Nara dengan senyum mengembang di bibir nya. " Jadi tidak ada alasan lagi untuk mu menolak pernikahan kalian, lagi pula kamu sudah tidak takut lagi kan pada Aydan?" Ucap Fika seraya melepas pelukan nya.
" Mommy apa boleh aku berbicara berdua saja dengan Nara?" Aydan yang masih merasa kaget pun memutuskan untuk membicarakan hal ini dengan serius pada Nara, apa lagi tadi baru saja Nara menolak untuk menikah dengan nya. Jadi Aydan akan meyakinkan Nara kembali agar dia mau meneriman nya, setidak nya demi anak mereka.
" Ya, pergilah! Kami juga akan membicarakan tentang pernikahan kalian. Tapi jangan lama - lama, karena kita belum makan malam" Fika mendorong tubuh Nara agar lebih dekat dengan Aydan dan Aydan pun langsung menggandeng tangan Nara dan melangkah menaiki tangga, Aydan berencana ingin mengajak Nara ke kamar nya saja. Sedangkan Fika dan yang lain nya tampak antusias membicarakan tentang pernikahan Aydan dan juga Nara sedangkan Alea , Rifki, Angga dan Dimas menatap punggung Aydan dan juga Nara yang sudah mulai menghilang di lantai atas sana dengan tatapan yang terlihat cemas.
Bagaimana pun mereka juga mencemaskan Nara yang tidak akan bisa menerima kenyataan ini karena bagaimana pun kini Nara mengandung bukan karena hubungan mereka yang penuh cinta melainkan karena kecerobohan dan kebodohan Aydan yang membuat Nara sempat ingin mengakhiri hidup nya sendiri dan meninggalkan luka dan trauma untuk Nara.
Entah lah, mereka juga bingung apa mereka harus bahagia atau sedih dengan kabar ini.
" Apa yang ingin kamu bicarakan?" Nara menatap Aydan saat mereka sudah sampai ke dalam kamar Aydan. Jujur saja Nara masih trauma bila harus berduaan di dalam kamar seperti ini, Nara teringat kembali peristiwa mengerikan di mana Aydan merenggut semua nya dari diri nya. Namun Nara juga harus melawan ketakutan dan rasa trauma nya, karena Nara tidak mau hidup dalam keterpurukan dan rasa trauma seumur hidup nya. Kini Nara sedang berusaha berdamai dengan keadaan dan masa lalu yang menyedihkan di hidup nya.
" Duduk lah!" Aydan menggiring Nara agar duduk di sisi tempat tidur king size milik nya.
" A apa yang akan kau lakukan?" Ucap Nara terbata dengan tubuh yang mulai gemetar saat sekolebat bayangan malam itu mulai melintas di mata nya.
" Maaf" Aydan langsung menekuk kaki nya sendiri dan berlutut di hadapan Nara. Perlahan tangan Aydan menggenggam tangan Nara yang terasa dingin dan sedikit bergetar. " Apa kamu takut? Apa kamu mengingat kejadian buruk malam itu? Maafkan aku karena telah berbuat bodoh yang menyebabkan kamu terluka" Aydan menundukan kepala nya dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata nya saat mengingat kejadian beberapa Minggu yang lalu saat melihat Nara yang terkapar tak berdaya di rumah sakit setelah apa yang di lakukan diri nya tanpa sadar di malam sebelum nya.
" Aku sangat menyesal" Aydan menjeda ucapan nya karena bibir nya sudah mulai bergetar menahan tangis penyesalan yang selama ini Aydan tahan. " Aku merasa jadi manusia paling bejad di dunia ini, aku telah menghancurkan apa yang sudah aku jaga selama bertahun - tahun. Maafkan aku" Aydan mengusap sudut mata nya yang mulai basah, dan itu tak luput dari pandangan Nara saat ini.
__ADS_1
" Apa dia menangis? Apa aku tidak salah lihat?" Batin Nara menatap tak percaya pada apa yang dia lihat saat ini. Seorang Aydan Atallah Balendra yang dia kenal sangat kuat dan selalu melindungi nya dan selalu terlihat kuat kini menangis, dan itu pun karena diri nya. Dan itu pun Aydan lakukan saat dia tersadar, karena yang Nara ingat Aydan hanya pernah terlihat lemah seperti ini saat dia sedang mabuk karena di hianati oleh Karin di malam sebelum pernikahan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏