Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 136


__ADS_3

Kalau kamu lelah, kamu berhenti dari pekerjaan itu. Lebih baik kamu bantu Daddy di perusahaan!" Afkha yang mendengar nada bicara Feyrin pun ikut menimpali.


" Iya dad, nanti kalau aku sudah bosan dengan dunia modelling, aku akan ke perusahaan daddy untuk membantu di sana" Feyrin pun menghampiri Daddy nya itu dan memeluk nya dari arah belakang. Seperti itu lah kebiasaan Feyrin jika tidak ingin menyinggung perasaan Daddy nya yang sering menyuruh diri nya untuk bekerja di perusahaan daddy nya itu. Feyrin memang kuliah jurusan bisnis karena suatu hari nanti Feyrin mungkin akan meneruskan perusahaan yang di pegang oleh daddy nya saat ini.


" Ish, kamu selalu berkata seperti itu kalau Daddy menyuruh mu untuk membantu Daddy" Afka menggerutu kesal sambil menepuk pelan tangan Feyrin yang melingkar di leher nya.


" Iya Daddy ku sayang, aku akan mendengar kan ucapan Daddy. Tapi aku sekarang masih ingin melanjut kan karir ku di dunia modelling" Feyrin merengek manja.


" Sudah, hentikan! Kalian ini kebiasaan meribut kan hal yang sama setiap hari nya" Arin memberengut kesal pada suami dan putri nya. " Kamu bersih kan diri kamu dulu gih, setelah itu bantu mommy menyiap kan makan malam!" Tambah Arin lagi agar keributan yang selalu terjadi hampir setiap hari itu berhenti.


" Siap laksanakan!" Feyrin pun langsung berdiri tegak dan memeraga kan orang yang sedang hormat dia acara upacara bendera. Dan langsung pergi ke kamar nya untuk membersih kan diri nya.


Lima belas menit waktu yang di butuh kan Feyrin untuk membersih kan diri nya, kini Feyrin sudah memakai pakaian rumahan nya yaitu celana pendek di atas lutut dengan atasan kaos kebesaran milik nya.


" Apa yang bisa aku bantu saat ini mom?" Feyrin menghampiri mommy nya yang berada di dapur bersama dengan pelayan yang ada di sana sedang sibuk memasak makanan untuk makan malam mereka malam ini.


" Kamu bisa bantu mommy potongkan sayur yang ada di sana!" Arin menunjuk sayuran yang dia maksud.


" Oke" Feyrin pun langsung mengerjakan apa yang di perintah kan oleh mommy nya itu. " Mom, apa kita akan kedatangan tamu malam ini? Kenapa mommy memasak makanan banyak sekali?" Feyrin merasa aneh saat melihat banyak makanan yang sudah jadi tertata rapi di atas meja makan, namun mommy nya itu masih saja memasak beberapa jenis makanan lagi di dalam dapur.


" Oh ya, mommy belum memberi tahu kan kalau ada seorang tamu yang mulai hari ini akan tinggal bersama kita selama beberapa hari ke depan" Arin baru ingat kalau putri nya itu belum tahu tentang kedatangan Angga ke sana.


" Tamu yang tinggal di sini? Siapa?" Feyrin mengerut kan kening nya.


" Dia dari Indonesia, kamu akan tahu nanti saat melihat nya" Arin terkekeh saat mengatakan nya.

__ADS_1


" Dari Indonesia? Kira - kira siapa?" Batin Feyrin tamak berpikir. " Dari Indonesia? Sekarang dia ada di mana mom?" Feyrin sangat penasaran tentang siapa yang sedang bertamu ke rumah nya itu.


" Kalau kamu penasaran, kamu bisa panggil kan dia sekarang. Seperti nya dia ketiduran karena dari tadi dia tidak keluar kamar sejak datang ke rumah ini" Arin tampak berpikir.


" Jadi dia sudah ada di rumah ini mom" Feyrin kaget dengan ucapan mommy nya barusan.


" Iya, dia sedang beristirahat di kamar tamu yang ada di depan kamar mu" Arin menjawab dengan santai nya.


" Aku akan melihat nya sekarang, aku jadi penasaran dengan tamu kita ini" Feyrin pun langsung menjauh dari mommy nya itu dan terburu - buru pergi ke arah kamar yang tadi di sebut kan oleh mommy nya itu.


Tok


Tok


Tok


" Seperti nya benar kata mommy, dia pasti tertidur" gumam Feyrin masih berada di depan pintu itu.


Tok


Tok


Tok


Feyrin kembali mengetuk pintu itu dengan lebih keras.

__ADS_1


" Iya tunggu sebentar!" Terdengar suara yang tak asing lagi di telinga Feyrin saat ini.


Deg


Detak jantung Feyrin berdetak sangat kencang saat mendengar suara yang sudah beberapa hari ini tidak dia dengar, namun tak bisa di pungkiri kalau suara itu sangat dia rindukan selama dia kembali ke kampung halaman nya itu.


" Tidak, itu tidak mungkin dia bukan?" Gumam Feyrin dengan suara pelan sambil menggeleng - geleng kan kepala nya. " Lagi pula untuk apa dia datang ke sini" tambah Feyrin lagi sambil tersenyum kecut saat mengingat pertemuan terakhir diri nya dengan Angga, saat Angga bersikap kasar dan memperingat kan Feyrin untuk menjauhi diri nya.


Ceklek


" Maaf, aku tadi ketiduran" belum juga rasa terkejut Feyrin berakhir saat mendengar suara itu, pintu di depan Feyrin terbuka dan menampil kan sosok tampan dengan wajah dan rambut yang acak - acakan khas orang baru bangun tidur. Tapi sial nya itu terlihat sangat tampan di mata Feyrin saat ini. " Feyrin, ternyata kamu?" Angga juga tak kalah terkejut dengan Feyrin saat ini saat melihat sosok yang sangat dia rindu kan dan menjadi alasan diri nya terbang jauh sampai ke kota Paris itu tepat berada di depan nya.


Feyrin saat ini tak bergeming dari tempat nya dengan wajah yang tampak terkejut, saking terkejut nya bahkan kini Feyrin mengedip kan mata nya berkali - kali dengan tampang yang terlihat lucu di mata Angga saat ini.


" Feyrin, kebetulan kamu sekarang ada di sini. Ada yang ingin aku bicara kan!" Angga yang melihat Feyrin hanya diam saja, langsung kembali berbicara.


Setelah mendengar ucapan Angga barusan, Feyrin seakan tersadar dari lamunan nya.


" Tidak ada yang perlu kita bicara kan, bukan kah semua nya sudah jelas. Anda dan saya hanya orang asing yang tak saling mengenal saat ini, kita hanya mantan partner bisnis tidak lebih" ucap Feyrin ketus seraya memalingkan pandangan nya.


" Tidak Fey, hubungan kita lebih dari itu" Angga meraih tangan Feyrin, namun Feyrin dengan cepat menepis nya. " Maaf kan aku, aku harap kamu mau memaaf kan ku" tambah Angga dengan wajah yang terlihat sendu. Angga bisa mengerti sikap Feyrin yang seperti itu juga karena ulah diri nya juga.


Feyrin hanya diam mendengar kan ucapan Angga pada nya barusan, jujur saja hati nya kembali sakit karena ucapan Angga barusan mengingat kan diri nya pada kejadian menyakit kan waktu itu. Feyrin hanya bisa diam sambil menahan air mata yang kini terasa berdesak kan ingin tumpah dari pelupuk mata nya.


" Mommy dan Daddy sudah menunggu mu untuk makan malam" dari pada Feyrin membahas kejadian yang menyakit kan, Feyrin memilih untuk mengalih kan pembicaraan. Setelah mengatakan itu, Feyrin pun langsung pergi menjauh dari Angga untuk kembali menghampiri mommy nya yang ada di dapur dengan sejuta perasaan yang dia rasakan saat ini.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2