Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 175


__ADS_3

Kini Yuki tertegun menatap Angga yang tak berdaya dengan tatapan nanar nya, sungguh sebenar nya Yuki tidak tahan saat melihat adik semata wayang nya dalam keadaan seperti itu. Adik yang sedari bayi dia ikut merawat dan melihat tumbuh kembang nya. Hati Yuki saat ini sangat hancur bahkan bibir nya terasa rapat seakan tak mampu mengucap kan sepatah kata pun pada Angga.


Tak terasa air mata Yuki kini mengalir dengan deras nya dengan isakan tangis yang keluar dari bibir nya, bahkan tubuh nya terlihat bergetar hebat dengan tubuh nya yang memeluk erat tubuh adik kesayangan nya itu.


Lama Yuki dalam keadaan seperti itu, mencurah kan kesedihan yang sejak kemarin dia tahan setelah dia mendengar kabar buruk itu dari suami nya.


" Bangun lah! Kenapa kamu kejam pada kakak mu ini huh!" Yuki perlahan bangun dari posisi nya seraya menghenti kan isakan yang masih ingin keluar dari bibir nya dan menghapus kasar air mata di pipi nya dengan tangan nya. " Apa kamu tidak kasihan pada papa dan mama? Aku bahkan tidak berani mengabar kan ini pada mereka" tambah Yuki lagi masih dengan suara yang bergetar menahan isakan yang ingin keluar dari bibir nya.


" Bangun lah, lihat lah semua orang yang menyayangi mu. Bahkan Feyrin yang merupakan alasan mu untuk datang ke Paris ini sangat menderita melihat mu seperti ini" ucap Yuki lagi dengan tangan yang terulur memegang wajah Angga yang masih tertutup. " Wajah nya sangat pucat dan mata nya juga sembab, seperti nya dia selalu menangis bila bersama mu. Iya kan?" Yuki mengusap pipi Angga. " Kenapa kamu sangat kejam huh? Kenapa kamu tega melihat dia selalu menangis karena diri mu, bukan kah seharus nya kamu membahagiakan nya dan selalu membuat nya tersenyum. Bukan seperti ini, itu berarti kamu tidak mencintai nya" Yuki kini berwajah kesal.


" Sekarang bangun lah! Kalau tidak, aku akan menyuruh Feyrin untuk mencari pria lain dan meninggal kan mu" Yuki langsung berdiri dari duduk nya dengan tatapan nanar yang tak lepas dari wajah adik nya itu. Yuki harap Angga akan merespon ucapan nya dan sadar dari tidur panjang nya, namun semua yang di lakukan oleh Yuki seakan percuma karena Angga masih setia menutup mata nya.


" Apa lagi yang harus aku lakukan? Tuhan, aku mohon selamat kan lah adik ku" air mata Yuki kembali menetes. Yuki pun akhir nya memutus kan untuk keluar dari ruangan Angga dengan air mata yang masih menetes dan wajah kecewa karena Angga masih belum juga sadar dari tidur nya, apa lagi dokter mengatakan kalau Angga tidak bisa sadar sebelum besok pagi. Maka Angga mungkin akan mengalami koma yang tidak pasti sampai kapan itu.


Namun sebelum dia pergi Yuki menyempat kan untuk mengecup kening adik nya itu dulu, " kami akan selalu menunggu mu, jadi cepat lah bangun! Atau kami akan merasa lelah dan pergi meninggal kan mu termasuk Feyrin" Yuki berkata dengan nada penuh penekanan. Baru saja Yuki melangkah kan kaki nya, tiba - tiba sebuah tangan memegang pergelangan tangan nya.


" Apa kamu akan tega meninggal kan ku kak" terdengar suara lemah dari arah belakang nya.

__ADS_1


Yuki yang baru saja ingin kembali melangkah kan kaki nya, tampak membulatkan ke dua bola mata nya. Perlahan Yuki membalik kan kembali badan nya untuk memastikan kalau yang dia dengar bukan lah imajinasi nya saja.


Dan betapa terkejut nya Yuki saat melihat Angga yang sudah membuka mata nya namun keadaan nya masih lemah.


" Kamu sudah bangun dek?" Yuki langsung memeluk tubuh Angga dengan air mata yang mengalir dan senyum yang mengembang di bibir nya.


" Aw, apa kakak ingin aku tak sadar kan diri lagi huh" Angga meringis karena Yuki memeluk nya terlalu kencang.


" Ah maaf, aku sangat senang sampai lupa kalau adik ku ini sedang sakit" Yuki langsung menjauh kan tubuh nya. " Tapi syukur lah kamu sudah sadar, biar aku panggil kan dokter. Semua orang pasti akan senang saat mendengar kabar ini" " Yuki mengusap air mata yang membasahi wajah nya sebelum dia melangkah untuk memanggil dokter dari ruangan itu dengan alat komunikasi di ruangan itu.


Tak lama dokter pun masuk ke dalam dan memeriksa keadaan Angga, dokter itu pun ikut senang dan bersyukur karena Angga akhir nya sadar dan bisa melewati masa kritis nya. Dokter itu mengatakan kalau Angga bisa segera di pindah kan ke ruang rawat inap biasa untuk pemulihan nya, karena luka yang ada pada tubuh Angga belum sembuh sepenuh nya. Setelah mengatakan hal itu dokter itu pun permisi dari ruangan itu untuk memeriksa pasien yang lain nya.


" Kamu bisa lihat dia, dan tanya langsung pada nya" setelah mengatakan itu, dokter pun langsung pergi karena dia sudah di tunggu oleh pasien nya yang lain. Sedang kan Feyrin tampak berpikir karena tidak mengerti dengan apa yang di ucap kan oleh dokter itu barusan.


" Mungkin maksud dokter itu, kita harus bertanya pada tante Yuki" Adzriel yang juga merasa cemas, ikut mendengar kan penjelasan dari dokter tersebut.


" Mungkin Daddy benar, kita tunggu tante Yuki keluar dari sana" Feyrin mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


Ceklek


Tak lama Yuki keluar dengan wajah yang dia buat se sendu mungkin.


" Tante, apa yang terjadi? Apa om Angga baik - baik saja?" Feyrin yang sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui keadaan Angga langsung menghampiri Yuki dengan wajah yang panik.


" Angga" Yuki terdiam dan tampak berpikir. " Seperti nya dokter belum mengatakan apa pun pada mereka" batin Yuki seraya menatap satu per satu orang yang ada di sana.


" Om Angga kenapa tante?" Feyrin semakin panik saja saat melihat raut wajah Yuki saat ini, Feyrin tidak ingin terjadi sesuatu pada om Angga nya itu.


" Kamu lihat saja sendiri, aku tidak bisa menjelas kan nya" Yuki memegang pundak Feyrin dengan lembut.


Tak menunggu lama lagi, Feyrin langsung berlari ke dalam ruangan Angga dengan wajah yang sangat panik dan menahan tangis nya.


" Apa terjadi hal buruk sayang?" Adzriel langsung menghampiri Yuki dengan wajah yang terlihat cemas, begitu pun yang lain nya juga ikut cemas dengan keadaan Angga saat ini setelah melihat raut wajah Yuki yang terlihat sendu saat keluar tadi.


" Tenang saja, tidak ada hal buruk yang menimpa adik ku" ucap Yuki dengan santai nya. " Malah sebalik nya, adik ku sudah sadar dan kini sudah baik - baik saja" Yuki tersenyum penuh arti kepada semua orang, membuat semua yang mendengar nya merasa lega dan merasa bersyukur sekaligus kesal karena ternyata Yuki telah mempermain kan mereka.

__ADS_1


Bagi yang khawatir Angga amnesia, kini sudah terjawab ya! Kalian tenang saja yang amnesia hanya Yuichi di 'Pretend Wife' aja. Jadi jangan lupa mampir juga di sana 🥰🥰🙏🙏


Jangan lupa like vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2