
" Kamu sangat cantik seperti biasa nya" Aydan menutup laptop di hadapan nya dan langsung berjalan mendekati Nara.
" Ish, apa kakak mengejek ku?" Nara mengerucut kan bibir nya. " Tubuh ku ini kan sekarang sangat gemuk, pasti sekarang aku sangat jelek?" Tambah Nara lagi sambil memberengut kesal.
" Siapa bilang kamu jelek huh? Justru kamu semakin cantik dan juga seksi dengan kehamilan mu ini" Aydan memeluk Nara dari belakang seraya tangan nya mengusap lembut perut buncit istri nya itu. " Aku tidak perduli bagai mana bentuk tubuh mu, karena di mata ku tidak ada wanita yang lebih cantik dari diri mu" Aydan mengecup tengkuk Nara dengan mesra.
Nara pun memejam kan mata nya karena terlena dengan sentuhan suami nya itu, sampai sepersekian detik kemudian Nara sadar dan langsung membalik kan badan nya untuk menghenti kan apa yang sedang di lakukan suami nya saat ini. Kalau saja Nara tidak menghenti kan nya, bisa - bisa rencana mereka untuk menemui dokter obgyn bisa batal dan malah berakhir di atas ranjang lagi.
" Sudah henti kan! Lebih baik kita berangkat sekarang, atau kunjungan ke dokter kandungan akan berubah menjadi kunjungan mu menjenguk dedek bayi lagi" ucap Nara dengan wajah yang kesal.
" Kamu benar sayang, ayo kita pergi!" Aydan pun langsung menggandeng tangan Nara dan mereka pun akhir nya keluar dari ruangan itu menuju ke dokter obgyn yang ada di rumah sakit yang lumayan besar di kota itu.
Mobil Aydan kini terlihat membelah jalanan ibu kota yang lumayan padat di jam sore seperti ini, di mana semua orang yang bekerja sedang pulang menuju ke rumah mereka masing - masing. Aydan sesekali melirik Nara yang terlihat sudah tidak nyaman duduk di sebelah nya, terlihat dari cara nya duduk yang beberapa kali dia ubah posisi nya.
" Kamu baik - baik saja sayang? Apa kamu tidak nyaman?" Aydan berwajah cemas.
" Aku baik - baik saja, hanya saja aku ingin cepat sampai" jawab Nara sekena nya. Jujur saja, saat ini memang Nara merasa tak nyaman dengan posisi nya saat ini. Mungkin itu karena kehamilan nya yang saat ini sudah mulai besar.
" Sabar ya! Sebentar lagi kita juga sampai" Aydan mengusap lembut tangan Nara dengan senyum manis yang tercetak di wajah tampan nya. Nara pun mengangguk kan kepala nya seraya membalas senyum Aydan tak kalah manis.
Setelah tiga puluh menit berlalu, Aydan dan Nara pun akhir nya sampai di halaman rumah sakit milik keluarga Balendra setelah mereka mengalami kemacetan yang lumayan parah.
Sampai di depan ruangan dokter obgyn yang ada di sana, Aydan dan Nara melihat beberapa orang yang sedang duduk berderet mengantri untuk di panggil dokter yang ada di dalam sana. Beberapa wanita hamil yang tampak duduk sambil mengobrol dengan suami mereka, dan tak jarang juga beberapa wanita yang terlihat asyik mengobrol satu sama lain sambil menceritakan pengalaman kehamilan mereka masing - masing.
__ADS_1
" Ayo kita masuk! Dokter Fisa sudah menunggu kita" Aydan menggandeng tangan Nara. Dokter Fisa adalah dokter obgyn terbaik yang ada di rumah sakit itu, Aydan memang sudah membuat janji tadi siang saat Nara masih tidur tadi. Dan tentu saja mereka tidak perlu mengantri, apa lagi suster yang bertugas memanggil pasien tadi sudah mempersilah kan Nara dan Aydan untuk masuk ke dalam.
" Bisakah kita mengantri seperti mereka? Seperti nya lumayan seru juga" ucap Nara tiba - tiba dengan wajah yang penuh harap.
" Kenapa? Bukan kah akan sangat membosankan jika menunggu terlalu lama?" Aydan mengerut kan kening nya.
" Ya, mungkin juga! Tapi aku juga sesekali ingin merasakan seperti mereka" Nara menunjuk beberapa pasangan suami istri yang sedang menunggu antrian. " Mengantri sambil di temani oleh suami ku, lagi pula kita baru datang kan? Tidak enak juga jika kita masuk duluan" tambah Nara lagi dengan penuh harap.
" Baik lah kalau itu mau mu" Aydan pun pasrah saja menuruti keinginan istri nya itu. "Suster bisa memanggil mereka duluan! Biar kami mengantri seperti yang lain nya saja" ucap Aydan pada akhir nya. Suster itu pun mengangguk mengerti dan masuk kembali ke ruangan dokter sambil membawa pasien berikut nya.
Nara pun langsung menduduk kan diri nya di atas kursi yang berderet di sana di ikuti Aydan yang ikut duduk di samping nya.
" Itu suami nya ya neng?" Seorang ibu - ibu yang duduk di samping Nara tampak bertanya dengan ramah pada Nara.
" Ganteng ya, pantas sama Eneng yang juga cantik" lanjut ibu lagi sambil terkekeh, Nara pun hanya tersenyum menyambut ucapan ibu itu. " Hamil nya berapa bulan neng? Seperti nya sudah besar ya?" Ibu itu kembali bertanya
" Enam bulan lebih Bu" jawab Nara.
" Enam bulan? Sama dong dengan saya, tadi saya kira sudah delapan atau sembilan bulan. Ukuran nya besar ya, pasti dedek bayi nya gemuk dan lucu" ibu itu seperti tidak percaya.
" Mungkin saja Bu, saya juga mau periksa karena banyak yang bilang kayak gitu. Ukuran kehamilan saya, beda dengan ukuran pada umum nya" jawab Nara.
" Atau bisa jadi itu kembar, tetangga saya dulu juga begitu saat hamil. Eh ternyata kembar" lanjut ibu itu lagi.
__ADS_1
" Mungkin saja Bu, semoga saja itu benar" Nara tersenyum seraya mengusap perut buncit nya.
Tak lama ibu - ibu yang mengobrol dengan Nara di panggil oleh suster untuk masuk ke ruangan dokter, kini hanya tinggal tiga orang lagi termasuk Nara.
" Kamu yakin masih ingin mengantri?" Aydan melihat Nara yang sudah memperlihat kan wajah jenuh nya.
" Aku yakin, mereka saja yang sudah menunggu lebih lama dari kita masih saja sabar. Apa lagi kita yang baru datang beberapa menit yang lalu" jawab Nara dengan senyum manis di bibir nya.
" Baik lah kalau itu mau mu, kemarilah!" Aydan menarik pundak Nara agar bersandar pada dada bidang nya. " Dengan begini, kamu mungkin akan lebih nyaman" ucap Aydan saat Nara sudah dengan nyaman nya bersandar pada nya seraya mengusap dengan lembut kepala Nara.
" Terima kasih" Nara tersenyum senang.
Setelah beberapa waktu, akhir nya kini giliran Nara yang di panggil untuk masuk ke dalam ruangan dokter.
" Selamat sore nona Nara, bagai mana kabar nya?" Dokter Fisa tampak menyambut dengan ramah kedatangan Nara dan Aydan di ruangan nya.
" Selamat sore dok, kabar ku baik dan seperti biasa tidak ada keluhan sama sekali. Tapi aku ingin memeriksakan kandungan ku yang kata orang ukuran nya terlalu besar di usia kandungan ku yang sekarang, memang benar ya dok?" Ucap Nara setelah dia dan Aydan menduduk kan diri nya di hadapan dokter Fisa.
**Maaf baru bisa update, itu juga satu bab. Autor sudah mulai di sibukan lagi ke rumah sakit untuk nganterin mama radiasi lagi, apa lagi kemarin sempat ngedrop dan harus di rawat inap lagi sambil di transfusi darah.
Ternyata melawan kanker itu penuh perjuangan ya! Bagi readers atau keluarga nya, kerabat nya yang punya penyakit yang sama. Tetap semangat berjuang walau pun itu sulit, banyak juga yang bisa sembuh dari penyakit itu asal kita mau semangat untuk berjuang. Kita harus yakin kalau keajaiban itu ada, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT sudah berkehendak.
Jadi untuk kalian pejuang kanker di seluruh dunia, tetap semangat berjuang, dan jangan menyerah. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan dan kesabaran untuk kalian semua...aamiin🤲🤲
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**