
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, akhir nya Nara berhasil juga di bawa ke rumah sakit dan kini sedang di tangani oleh dokter Fisa di ruang bersalin ditemani oleh Aydan.
" Bagai mana keadaan kak Nara?" Dinka yang tadi sempat di jemput oleh Algi dari kampus nya tampak datang dengan wajah yang terlihat cemas.
" Sekarang sedang di tangani dokter Fisa di dalam" jawab Alea dengan wajah yang sama cemas nya.
" Kita do'akan saja supaya lahiran baby twins bisa lancar" tambah Rifki dengan penuh harap.
" Apa mommy Fika dan yang lain nya sudah di beri tahu?" Tanya Dinka yang di angguki oleh Rifki.
Tadi Rifki memang sempat menghubungi mommy Fika dan bunda Nami, namun mommy Fika yang sedang berada di Bandung bersama dengan mama Yuki dan yang lain nya mungkin akan datang terlambat. Namun bunda Nami yang sengaja tidak ikut ke Bandung akan segera datang ke sana.
Saat ini pikiran mereka menjadi terpecah dengan perasaan yang mencemas kan dua orang sekaligus, pertama mereka mencemas kan keadaan Angga yang saat ini belum mereka ketahui perkembangan nya. Dan di sini mereka juga mencemas kan Nara yang juga sedang berjuang antara hidup dan mati nya untuk melahir kan baby twins mereka.
Sementara di dalam ruang bersalin tempat Nara kini sedang di tangani.
" Kakak, sakiit hiks... hiks" Nara menangis sesegukan saat merasakan sakit yang luar biasa pada perut nya.
" Dokter Fisa, bagai mana ini? Nara seperti nya sangat kesakitan" ucap Aydan dengan wajah panik nya saat dokter Fisa sedang melakukan USG pada perut Nara saat ini untuk memasti kan posisi baby twins saat ini. Ini di lakukan untuk menentu kan langkah selanjut nya apa kah Nara bisa melakukan persalinan secara normal atau harus di oprasi sesar.
__ADS_1
" Tuan tenang saja, memang seperti ini saat seorang wanita akan melahir kan. Rasa nya akan sangat sakit sekali, tapi setelah baby twins lahir rasa sakit itu akan hilang berganti dengan kebahagiaan dan kebanggaan" dokter Fisa menjelas kan " jadi nona Nara bersabar ya, saat ini baru pembukaan empat dan membutuh kan waktu yang masih lama sampai pembukaan lengkap nya" tambah dokter Fisa lagi.
" Tapi sampai kapan dok, aku sudah tidak kuat lagi" jawab Nara terbata karena isakan nya seraya meringis kesakitan. Begitu pun Aydan yang ikut meringis karena kuku cantik Nara menancap di tangan nya.
" Dokter bisa dengar? Istri ku sangat kesakitan, jadi lakukan lah sesuatu" Aydan mendengus kesal.
" Maaf pak, saya hanya bisa membantu persalinan nona saja. Saya tidak bisa membantu menghilangkan rasa nyeri pada ibu yang akan melahir kan" jawab dokter Fisa dengan wajah yang terlihat ragu. " Lagi pula tuan bisa lihat di sini, posisi baby twins sangat bagus sehingga nona Nara bisa melahirkan kan secara normal" tambah dokter Fisa lagi sambil menunjuk ke arah layar monitor USG sedang kan Aydan hanya mengangguk walau dia tak mengerti apa maksud gambar tersebut.
" Dokter, apa kalau melakukan oprasi sesar tidak terlalu sakit seperti ini?" Tanya Nara dengan wajah polos nya seraya meringis kesakitan.
" Itu sama saja nona, memang untuk oprasi sesar kita tidak perlu menunggu pembukaan lengkap dan nona tidak perlu merasa mulas seperti ini lebih lama lagi" dokter Fisa menjelas kan. " Tapi resiko untuk melakukan oprasi sesar lebih tinggi dari pada melahir kan dengan cara normal" tambah dokter Fisa lagi membuat Nara mengangguk mengerti.
" Tidak akan lama, nona bersabar saja dan nikmati masa - masa yang akan membuat anda kembali ingin merasakan nya lagi beberapa tahun ke depan" ucap dokter Fisa dengan senyum di bibir nya.
" Haish, aku pikir aku tidak mau melahir kan lagi jika rasa nya sesakit ini" Nara menggerutu kesal, namun dokter Fisa terkekeh saat mendengar nya. " Aku rasa dua sudah cukup, benar kan kak" tambah Nara lagi bertanya pada Aydan.
" Ya, tadi nya aku ingin sebelas anak. Tapi saat melihat mu kesakitan seperti ini aku jadi mengurung kan keinginan ku" jawab Aydan dengan santai nya dan membuat nya mendapat kan cubitan di tangan nya. " Aw" Aydan meringis kesakitan karena cubitan yang di berikan Nara pada nya cukup keras.
" Kamu pikir aku ini apa ha? Masa kamu ingin sebelas anak" Nara menggerutu kesal. " Kamu pikir kita akan mebuat kesebelasan sepak bola apa" tambah Nara lagi dengan wajah yang masih kesal.
__ADS_1
" Iya sayang maaf, aku bilang kan tidak jadi" Aydan meminta maaf dengan wajah yang memohon, sedang kan dokter Fisa menggeleng kan kepala nya mendengar kan obrolan sepasang suami istri itu.
Ceklek
Pintu di buka dari luar, dan ternyata itu bunda Nami yang baru saja datang untuk melihat putri semata wayang nya itu.
" Maaf, apa aku boleh masuk?" Bunda Nami menyembul kan kepala nya.
" Boleh, tapi hanya sebentar ya Bu" dokter Fisa tersenyum.
" Terima kasih" Nami pun tak menunggu lama langsung melangkah kan kaki nya menghampiri Nara. " Bagai mana keadaan mu nak?" Nami bertanya dengan wajah cemas nya.
" Sakit Bun" Nara merengek manja pada bunda nya itu. " Aku tidak tahu kalau melahir kan akan sangat sakit seperti ini, apa bunda juga merasakan hal yang sama saat melahir kan ku dulu?" Tanya Nara dengan wajah polos nya.
" Ya, tentu saja bunda juga merasakan hal yang sama. Jadi kamu harus kuat dan berjuang untuk baby twins ya" ucap Nami dengan lembut seraya mengusap kepala Nara dengan lembut.
" Maaf kan aku kalau aku selama ini membuat bunda susah dan terkadang membuat bunda sedih" Nara terlihat menyesal karena selama hidup nya, dia selalu membuat bunda nya itu kesal dan sedih dengan kenakalan yang selalu dia perbuat sejak kecil.
" Bunda sudah maaf kan, lagi pula tidak akan ada seorang ibu yang membenci anak nya. Jadi sekarang kamu jangan banyak berpikir, kamu harus kuat sampai baby twins lahir ke dunia ini oke!" Jawab Nami dengan rasa haru yang dia rasakan saat ini. Sungguh melihat putri nya berjuang seperti ini membuat hati Nami sedih dan tidak tega melihat penderitaan yang di rasakan oleh Nara saat ini.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏