
" Apa kamu tidak mendengar nya? Aku bilang lepas kan!" Pria itu yang tak lain adalah Algi pun meninggi kan suara nya dan langsung menarik tangan Dinka dari genggaman tangan Refhan dan menarik nya menjauhi tempat itu dengan wajah yang terlihat merah karena menahan amarah nya. Sedang kan Dinka hanya mengikuti langkah Algi dengan wajah yang terlihat tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
" Oh God, apa ini mimpi?" Batin Dinka berjalan terseret sambil menatap wajah tampan yang selama beberapa hari ini sangat dia rindu kan.
Dinka tampak mengedip kan mata nya berkali - kali berusaha untuk meyakin kan diri nya sendiri kalau diri nya tidak salah lihat kali ini. Saat ini Dinka dan Algi sama - sama berada di dalam mobil milik Algi setelah tadi Algi menyeret tangan Dinka.
"Jangan menunjuk kan wajah yang seperti itu! Atau aku tidak bisa menahan diri ku" Algi berkata dengan nada serius membuat Dinka tersadar dengan kenyataan yang terjadi saat ini.
Algi merasa gemas dengan eksfresi yang di tunjuk kan oleh Dinka saat ini, di mata Algi Dinka sangat lucu saat berwajah seperti itu.
" Ke kenapa kamu membawa ku ke sini?" Dinka memalingkan wajah nya seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya, jujur saja saat ini jantung Dinka berdetak dengan sangat kencang.
" Aku hanya ingin memasti kan sesuatu" jawab Algi dengan santai nya sambil mendekat kan wajah nya pada wajah Dinka.
" Me memastikan apa?" Dinka memundur kan wajah nya dengan detak jantung yang berdetak semakin kencang karena baru kali ini diri nya bisa sedekat itu dengan wajah pria yang selama beberapa hari ini dia berusaha lupakan, namun ternyata cukup sulit bagi nya.
" Memastikan kalau gadis cantik yang mencintai ku, masih menjaga hati nya untuk ku" ucap Algi dengan santai nya tanpa mengubah posisi nya.
__ADS_1
" Apa maksud mu?" Dinka mengerut kan kening nya karena belum mengerti apa maksud dari pria yang ada di hadapan nya ini.
" Maksudku, aku ingin memasti kan kalau cinta mu itu masih kamu jaga untuk ku. Tapi ternyata apa yang aku lihat malah membuat ku kecewa" Algi menunjuk kan wajah yang terlihat sedih. " Kamu tahu, aku kira kamu akan setia dengan cinta mu pada ku. Tapi ternyata ck" Algi kini menunjuk kan wajah kecewa nya.
" Apa maksud mu ha? Aku, membuat mu kecewa? Yang benar saja?" Dinka mendorong tubuh Algi agar menjauh dari nya, apa lagi kini tubuh Dinka hampir terhimpit oleh Algi yang terus saja memajukan wajah nya.
Dinka kini menatap Algi dengan wajah kesal nya seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya saat tubuh Algi berhasil dia dorong dan menjauh dari nya.
" Apa kamu tahu, bagai mana hancur nya perasaan ku pada saat kamu memperlihat kan kekasih mu di hadapan ku? Dan sekarang kamu katakan kalau kamu kecewa pada ku? Huh, yang benar saja?" Dinka memutar bola mata nya malas seraya mendengus kesal. " Dengar kan aku kak Algi, seperti apa yang kita sepakati saat itu. Aku sudah menyerah dan menjauhi mu, dan kamu tahu betapa sulit nya itu bagi ku?" Dinka menjeda ucapan nya seraya menarik nafas nya dalam. " Dan sekarang kamu dengan seenak nya muncul di hadapan ku dan mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti ini?" Sungguh Dinka tidak habis pikir dengan apa yang di pikir kan pria yang ada di hadapan nya itu. Sedangkan Algi hanya diam dan mendengarkan saja semua yang di katakan oleh gadis itu tanpa ada niat untuk menyela.
" Sudah lah, sekarang jangan ganggu aku lagi! Kita jalani hidup kita masing - masing, dan selamat untuk mu yang sudah mempunyai kekasih yang sangat cantik" Dinka kembali berbicara dengan menahan rasa sesak di dalam hati nya. " Aku harus pergi karena sebentar lagi aku akan ada kelas" Dinka memegang gagang pintu mobil untuk membuka pintu itu agar dia bisa keluar dari sana. Jujur saja, Dinka tidak akan tahan jika harus terus berada di sana.
" Apa maksud mu? Sudah lah kak, berhenti bicara hal omong kosong! Apa kakak tidak tahu betapa sulit nya dan menderita nya aku saat aku berusaha menjauh dan melupakan diri mu?" Dinka berkata dengan meninggi kan suara nya karena merasa kesal dan merasa dipermain kan oleh pria yang ada di hadapan nya. Dinka pun menepis tangan Algi dengan kasar, dan Algi pun melepas kan nya.
" Kalau itu sulit dan membuat mu menderita, berhenti lah,! Jangan pernah menjauh bahkan melupakan ku" Algi menatap Dinka dengan tatapan sayu nya.
" Bagai mana aku bisa seperti itu, bahkan di saat kamu tidak mengingin kan ku dan sudah mempunyai wanita lain di sisi mu. Apa kamu pikir bisa mempermain kan perasaan ku sesuka hati mu ha?" Dinka sudah sangat emosi saat ini. " Biar kan aku pergi, dan bahagiakan lah kekasih mu! Jangan seperti ini!" Dinka kembali berusaha membuka pintu mobil milik Algi, namun dengan gerakan cepat Algi menarik tubuh Dinka dan menekan nya pada sandaran kursi jok mobil nya, tak lupa Algi menaruh ke dua tangan nya di sisi kanan dan kiri Dinka sehingga tubuh gadis itu terkunci dan tidak bisa kemana - mana.
__ADS_1
" Dengar kan aku baik - baik! Selama nya kamu tidak boleh melupakan ku dan kamu hanya boleh memikir kan ku dan mencintai ku seorang, mengerti!" Algi berkata dengan nada ancaman dan penuh penekanan sambil menatap tajam pada gadis yang kini ada di hadapan nya.
" Tap__" belum sempat Dinka berucap, bibir nya di bungkam oleh bibir tebal milik Algi.
Dinka tampak membulat kan ke dua bola mata nya dengan detak jantung yang berdetak dengan sangat kencang saat tiba - tiba bibir nya dan bibir Algi saling menempel. Jujur saja ini adalah ciuman pertama bagi Dinka, jadi tentu saja Dinka merasa sangat kaget saat Algi melakukan hal itu pada nya.
Algi mel umat bibir Dinka dengan lembut dan berusaha merasakan rasa manis dari bibir itu, namun merasa tidak ada balasan dari Dinka Algi pun menghenti kan kegiatan nya dan mengusap bibir mungil Dinka dengan ibu jari nya, sedang kan Dinka masih terdiam dengan wajah terkejut nya.
" Aku senang, seperti nya baru aku yang merasakan bibir manis ini" Algi tersenyum menggoda membuat Dinka yang masih merasa syok dengan apa yang terjadi langsung tersadar dari lamunan nya.
" Ap apa yang kamu lakukan!" Dinka menyentuh bibir nya sendiri dengan raut wajah yang masih terlihat terkejut.
" Aku hanya menandai kepemilik kan ku, dan aku akan bertanggung jawab atas hal itu. Jadi kamu tenang saja" Algi menatap serius wajah Dinka
" Tapi___"
" Ssstt.. sudah diam lah, kamu hanya harus mencintai ku dan jangan memikir kan pria lain, apa kamu mengerti?" Dinka pun seperti terhipnotis dan hanya mengangguk pasrah saat Algi mengatakan hal itu pada nya.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏