
" Baik lah, ayo kita nonton! Tapi kamu belikan aku pop corn dulu di sana!" Nara menunjuk stand tempat menjual popcorn yang sedang penuh dengan orang yang mengantri di sana dengan wajah yang berbinar.
"Apa aku juga harus mengantri?" Tanya Aydan dengan lesu.
" Tentu saja, jangan kembali sebelum mendapat kan pop corn yang aku mau! Semangat!" Nara menepuk pundak Aydan dan setelah nya mengepalkan tangan nya ke udara untuk memberikan semangat untuk suami nya itu.
" Baik lah, tunggu aku ya! Aku akan berjuang!" Aydan ikut mengepalkan tangan nya menunjuk kan semangat yang berkobar dan kemudian dia melangkah kan kaki nya menuju antrian yang sudah mulai meng ular itu.
" Aku akan menunggu mu di sini" Nara menunjuk pada kursi panjang yang ada di sana.
Aydan pun mengangguk, kemudian melangkahkan kaki nya menuju antrian pop corn yang di inginkan Nara saat ini.
Lima belas menit telah berlalu, Aydan masih setia mengantri dengan sesekali melihat ke arah Nara yang sedang duduk sambil memperhatikan diri nya yang sedang mengantri, sesekali Aydan melempar senyum dan Nara pun membalas nya. Kini mereka berdua seperti remaja yang sedang berkencan saja.
" Ekhem, kamu Nara kan? Queen Nara?" Di saat Nara sedang asyik melihat sang suami yang sedang berjuang untuk mendapatkan pop corn yang dia ingin kan, tiba - tiba terdengar suara seorang pria yang menyapa Nara.
" Siapa ya?" Nara mengernyit kan kening nya.
" Apa kamu sudah melupakan ku? Haiss, tentu saja kamu tidak akan mengenal ku. Terakhir kita ketemu sekitar enam tahun yang lalu saat kita balapan liar" pria yang Nara tak tahu siapa nama nya tampak berfikir.
" Balapan liar? Kenapa dia bisa mengenali ku, padahal aku selalu memakai topeng ku saat balapan" batin Nara menatap pria itu dengan tatapan menyelidik.
" Hey, kenapa kamu diam? Oh pasti kamu heran kenapa aku mengenali mu, iya kan?" Pria di hadapan Nara kembali berkata membuat Nara menjadi semakin heran saja.
__ADS_1
" Ya, kenapa kamu bisa mengenali ku?" Nara menatap intens pada pria itu.
" Sebelum nya perkenalkan nama ku Dino dari SMA xx. Aku dulu pernah menjadi lawan mu dan kalah saat itu, kamu tahu saking kesal nya karena saat itu, aku baru pertama kali di kalah kan, apa lagi lawan ku itu wanita. Jadi aku penasaran pada mu, dan setelah pertemuan kita yang ke beberapa kali akhir nya tak sengaja aku bisa melihat wajah mu." Dino menjelaskan.
" Oh" Nara hanya ber oh ria saja sambil kembali melihat Aydan yang kini menatap nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Hanya itu? Hey, Queen Nara! Kamu tahu aku selama ini mencari mu?" Dino mencoba mencari perhatian Nara yang seolah acuh kepada nya.
" Tidak, aku tidak tahu dan tidak mau tahu" jawab Nara dengan acuh nya.
" Ish, kamu sombong sekali! Aku hanya ingin mengajak mu bergabung dengan tim ku. Asal kamu tahu, aku kini sudah mempunyai tim balap mobil ku sendiri dan tim kami beberapa kali memenangkan gelar juara di beberapa event yang lumayan bergengsi" Dino berkata dengan penuh percaya diri.
" Oh ya, aku tidak tertarik sama sekali. Karena suami ku pasti akan melarang ku" Nara memutar bola mata nya malas.
" Kamu sudah kembali?" bukan nya menjawab pertanyaan Aydan, Nara malah bertanya seraya berdiri dengan menampilkan senyum manis di bibir nya.
" Ya, aku sedari tadi memperhatikan kalian" Aydan berkata dengan nada dingin nya. Seperti nya tuan posesif kita itu sedang cemburu pada pria yang menghampiri istri nya itu.
" Tuan Aydan, selamat siang!" Dino yang memang mengenali Aydan langsung menyapa dengan ramah nya. " Apa hubungan Queen Nara dengan tuan muda Balendra ini?" Batin Dino seraya mengulurkan tangan nya hendak mengajak Aydan untuk bersalaman, namun Aydan yang merasa kesal pada pria yang ada di hadapan nya itu tidak menghiraukan uluran tangan Dino itu.
" Siang, ada urusan apa kamu dengan istri ku? Katakan Pada ku!" Aydan masih bersikap dingin.
Dino yang masih mengulurkan tangan nya, langsung menarik nya kembali dan langsung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Seperti nya tuan muda yang ada di hadapan nya sedang sangat cemburu pada diri nya, dan Dino bisa mengerti akan hal itu.
__ADS_1
" Istri, apa Queen Nara ini istri anda?" Dino mengangkat alis nya sebelah.
" Ya, dia istri ku! Tadi kamu menyebut istri ku apa, Queen Nara?" Aydan mengerutkan kening nya dengan tatapan meminta penjelasan pada Nara.
" Itu panggilan ku di masa SMA dulu" jawab Nara cepat sebelum Dino yang menjawab nya.
" Ya, tuan, itu panggilan nya saat SMA. Lebih tepat nya lagi, itu panggilan nya saat di jalanan. Dia adalah ratu jalanan di arena balap jalanan, sehingga mereka memberikan julukan itu pada nya" tambah Dino lagi sehingga mendapatkan tatapan tajam dari Nara, namun yang di tatap tampak acuh seolah tak perduli.
" Jalanan, balapan liar? Ck seperti nya masih banyak yang kamu sembunyikan pada ku sayang!" Aydan tersenyum kecut pada istri nya itu.
Aydan fikir ternyata masih banyak hal yang tidak di ketahui oleh nya tentang Nara, padahal Aydan merasa diri nya sudah cukup mengawasi gadis itu sejak mereka masih kecil.
" Aku akan menceritakan semua nya nanti saat kita sudah sampai di mansion, sekarang lebih baik kita masuk untuk menonton!" Nara menghela nafas nya panjang, Nara yakin nanti malam dia tidak akan lolos dari suami nya itu setelah dia mengetahui semua kenakalan diri nya di waktu SMA yang tadi nya hanya di ketahui oleh nya dan ke dua sahabat nya.
" Tunggu, tadi aku dengar kamu mengatakan kalau aku tidak akan mengizinkan mu. Memang tuan Dino ini mengatakan apa pada mu?" Aydan menatap Dino dan Nara secara bergantian.
" Oh itu, tadi aku hanya menawari Queen Nara untuk ikut bergabung dengan tim balap kami. Pasti dia akan membuat tim kami memenangkan semua kejuaraan dengan mudah, istri anda ini sangat hebat di jalanan" Ucap Dino dengan bersemangat.
" Tidak, dia hanya terlalu melebih - lebih kan" ucap Nara cepat saat melihat mata Aydan yang menatap tajam pada diri nya.
" Saya tidak berlebihan tuan, aku saja dia kalah kan" tambah Dino lagi membuat Nara menjadi sangat kesal. Ingin sekali saat ini Nara menutup mulut Dino dengan lakban dan membuang pria cerewet di hadapan nya di tengah danau yang sangat dalam.
" Walau pun kamu benar, aku tetap tidak bisa mengizinkan istri ku untuk melakukan hal berbahaya seperti itu. Apa lagi ada calon penerus ku di dalam sini" Aydan mengusap perut Nara yang sudah mulai sedikit membuncit di usia kandungan nya yang sudah menginjak empat bulan itu.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏