
Akhir nya rombongan seserahan mempelai pengantin pria dari mansion keluarga Balendra berangkat pagi itu ke rumah kediaman keluarga mempelai pengantin wanita.
Terlihat di sebuah mobil mewah berwarna putih dengan karangan bunga di depan nya tampak seorang pria yang sudah sangat gagah dengan setelan jas berwarna putih dan kemeja berwarna maroon, tampak duduk dengan gugup di kursi belakang.
" Apa kamu gugup sayang?" Anita yang merupakan ibu kandung dari Dimas sang mempelai pria kita tampak menggenggam tangan putra nya yang terasa dingin dan terlihat gugup.
" Sedikit" jawab Dimas dengan senyum kikuk di bibir nya. " Apa ayah juga seperti ini saat akan menikah dengan ibu?" Tanya Dimas pada ayah nya Yudi yang duduk di bagian depan.
" Tentu saja, ayah juga sangat gugup saat itu. Apa lagi kamu tahu sendiri kalau keluarga ayah tidak sebanding dengan keluarga ibu mu" jawab Yudi seada nya. " Tapi untung saja keluarga ibu mu bukan orang kaya seperti yang ada di sinetron - sinetron, kalau tidak ayah pasti sudah akan menyerah dan tidak akan pernah menikah dengan ibu mu" tambah Yudi lagi dengan kekehan di akhir kalimat nya.
" Ayah ini bagai mana, keluarga ku itu tidak hanya memandang orang dari kekayaan nya. Melainkan dari ketulusan nya" tambah Anita.
" Ibu benar, kalau dulu mommy dan daddy memandang ku karena harta ku. Pasti ibu saat ini menikah dengan pria kaya dan bukan nya dengan ayah" Yudi mengangguk setuju.
" Berarti ayah sangat beruntung karena ibu mencintai ayah apa ada nya" Dimas tersenyum saat mendengar percakapan orang tua nya, bahkan kegugupan nya tadi sudah berkurang saat ini.
" Ya, ayah memang sangat beruntung" Yudi mengangguk
" Justru ibu yang beruntung, karena sudah di cintai dengan tulus oleh ayah mu itu" Anita ikut menimpali.
" Aku harap, aku dan Dela nanti akan saling mencintai seperti kalian sampai kami tua nanti" Dimas berkata dengan penuh harap.
" Aamiin" Yudi dan Anita sama - sama mengamin kan ucapan putra nya itu.
Mobil pun terus melaju membelah jalanan ibu kota yang selalu padat oleh kendaraan yang berlalu lalang di sana. Beberapa mobil mewah yang di kendarai oleh iring - iringan seserahan keluarga besar pengantin mempelai pria tampak melaju berbaris dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, pada akhir nya mereka sampai juga di rumah keluarga pengantin wanita. Mobil - mobil mewah tampak terparkir rapi di sebuah lahan parkir yang di sediakan oleh pihak keluarga pengantin wanita. Sejak pintu gerbang utama rumah yang lumayan besar itu terlihat beberapa dekorasi pesta yang sangat mewah dengan warna yang didominasi oleh warna maroon dan putih.
Di pintu kedatangan pun ada beberapa foto pengantin yang terpajang rapi menghiasi area itu dengan indah nya.
Keluarga pengantin pria pun memasuki area pesta dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Tampak Nara dan Alea masuk ke dalam rumah untuk menemui pengantin wanita kita yang tak lain adalah Della.
Tok
Tok
Tok
Nara mengetuk pintu kamar Della dengan cukup keras setelah mereka sampai di sana.
" Masuk! "Terdengar dari dalam kamar, dan Nara tahu persis suara siapa itu.
Pintu pun dibuka oleh Nara dan Alea, terlihat Della yang sudah terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih. Sepertinya Della sudah selesai di rias oleh MUA yang di sewa oleh mereka khusus untuk acara hari ini.
" Wow, Kak Della sangat cantik "ucap Alea dengan penuh kekaguman.
" Kamu benar Alea, pasti Om Dimas tidak akan berkedip saat melihat Kak Della yang seperti ini "Nara menatap Della dengan tatapan yang tak kalah kagum dengan Alea
" Kalian bisa saja "Della tersipu malu. "Apa keluarga A Dimas sudah sampai ke sini semua? "Della terlihat cemas.
"Tentu saja, kalau tidak kami juga tidak akan ada di sini "jawab Nara
__ADS_1
" Ya, kami datang ke sini untuk membawa mempelai pengantin wanita untuk segera turun" tambah Alea.
" Pangeran mu sudah menunggu di bawah sana "Nara terkekeh saat mengatakan nya. "Jadi tunggu apalagi ayo cepat turun! "
Nara pun langsung menggandeng tangan Della dan Alea pun melakukan hal yang sama pada tangan Della yang satu nya untuk segera membawa Della untuk turun menemui calon suami nya.
Tak jauh dari pintu kamar Della ternyata mama Erika sudah datang untuk membawa Della turun juga menemui calon suami nya.
" Syukurlah kalian datang untuk membawa Della, tadi tante begitu sibuk menyambut kedatangan keluarga kalian sampai melupakan Putri tante yang masih di dalam kamar nya "Mama Erika terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, mama keterlaluan. Bisa-bisa nya melupakan Putri Mama yang cantik ini "Della mengerucut kan bibir nya lucu.
" Maaf, mama terlalu gugup saat ini. Tidak terasa kamu sudah besar dan akan segera menikah hari ini" mama Erika terlihat berkaca - kaca saat melihat putri semata wayang nya itu.
"Mama sudah lah, jangan membuat ku ingin menangis. Apa mama mau aku terlihat jelek karena riasan ku yang rusak?" Della mengerucut kan bibir nya sambil memeluk mama nya itu dengan mata yang juga sudah berkaca - kaca.
" Kak Dela benar, tante Erika jangan membuat suasana menjadi haru biru seperti ini" ucap Nara dengan mata yang juga sudah berkaca - kaca melihat adegan antara ibu dan anak itu.
" Iya, lebih baik kita segera turun! Atau nanti mempelai pengantin pria akan merasa bosan karena menunggu" tambah Alea berusaha mencair kan suasana.
Della pun akhir nya turun dengan di dampingi oleh mama nya, Nara dan juga Alea. Semua mata tampak tertuju pada pengantin wanita yang turun dengan gaya yang terlihat sangat elegan dengan gaun pengantin dan riasan yang di kenakan nya, dan semua itu membuat Della terlihat sangat cantik dan juga anggun.
Terlihat juga di satu sisi tepat nya di kursi yang sudah di sediakan untuk acara ijab qobul tampak Dimas yang menatap calon istri nya itu dengan tatapan penuh kekaguman, bahkan mata nya seperti enggan untuk sekedar berkedip saat ini.
Perlahan Della melangkah kan kaki nya dengan anggun dan diiringi oleh langkah kaki ketiga orang yang mendampingi nya menuju ke tempat di mana Dimas sang calon suami nya berada saat ini, lebih tepat nya di depan pak penghulu yang nanti nya akan menikah kan mereka berdua. Terlihat juga senyum bahagia terpancar dari wajah semua orang yang hadir di sana tak terkecuali kedua mempelai pengantin kita.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏