
" Aku harus tahu apa yang kamu butuh kan, ya itung - itung sebagai latihan nanti jika aku sudah menjadi istri sah dari A Dimas" Dela terkekeh saat mengatakan nya.
" Kamu benar juga, aku seperti nya akan menjadi pria yang sangat beruntung karena mendapat kan istri seperti kamu" Dimas tersenyum di sela merasakan pijatan dari Dela di kepala nya.
Dimas seperti terbuai dan di manjakan oleh pijatan yang di berikan oleh kekasih nya itu, sampai lima belas menit berlalu Dimas pun dengan terpaksa harus mengakhiri semua nya itu karena pekerjaan nya yang masih saja menumpuk di meja kerja nya.
" Sudah cukup, kamu juga pasti sangat lelah" Dimas memegang tangan Dela yang tadi ada di kepala nya. " Kemari lah!" Dimas pun menarik tangan Dela agar Dela mau berpindah ke hadapan nya.
" Kenapa? Apa kamu sudah merasa baikan?" Dela mengerut kan kening nya menatap Dimas yang kini ada di hadapan nya.
" Ya, sentuhan mu itu ajaib sayang. Aku sekarang sudah merasa baikan, terima kasih!" Dimas pun mengecup sekilas tangan Dela yang sedang dia pegang dan kemudian dia menarik tubuh Dela agar duduk di atas pangkuan nya.
" Apa yang kamu lakukan huh?" Dela tentu saja sangat kaget dengan apa yang di lakukan oleh Dimas barusan pada nya. " Kalau seperti ini bagai mana kamu akan bekerja?" Tambah Dela lagi dengan wajah yang terlihat kesal.
" Sebentar saja!" Dimas malah menarik tubuh Dela dan memeluk nya dengan erat.
" Janji sebentar!" Dela pun hanya pasrah saja dengan apa yang di lakukan pria yang bersetatus sebagai kekasih nya itu.
__ADS_1
" Ya, hanya sebentar" ucap Dimas lagi seraya mengangguk kan kepala nya.
Dan benar saja, setelah sepuluh menit berlalu Dimas pun melepas kan pelukan nya pada Dela. Dan Dimas pun kembali mengerjakan pekerjaan nya yang sudah menumpuk itu dengan di bantu oleh Dela. Sebenar nya Dimas sudah melarang Dela untuk membantu nya, tapi Dela tetap keukeuh ingin membantu pekerjaan Dimas agar lebih cepat selesai.
Dan Akhir nya mereka berdua pun kerja lembur sampai larut malam, dan setelah selesai ke dua nya baru pulang ke apartemen milik Dimas karena letak nya lebih dekat di banding kan dengan apartemen milik Dela. Mereka bermalam bersama di sana, namun mereka tidur di tempat tidur terpisah. Dela tidur di kamar Dimas, sedang kan Dimas tidur di atas sofa yang ada di ruang tamu apartemen milik nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Satu Minggu telah berlalu, dan selama itu juga Feyrin bolak - balik ke perusahaan Angga karena pekerjaan nya. Terbiasa bersama dengan Angga yang baik, perhatian dan dewasa membuat Feyrin perlahan menjadi nyaman bila bersama dengan Angga. Namun Feyrin selalu meyakin kan diri nya kalau perasaan itu hanya perasaan kagum nya pada Angga yang selalu bersikap dewasa, berbeda dengan Rifki yang terkadang bersikap kekanakan.
" Kak, om Angga itu orang nya baik dan juga dewasa ya. Ish, kalau saja ada stok cowok lagi yang seperti dia. Aku mau deh satu" ucap Feyrin pada Alea saat ke dua nya sedang mengobrol di taman belakang, tepat nya kini mereka berdua duduk di tepi kolam renang sambil menikmati cemilan dan jus segar di sana setelah tadi mereka pulang setelah menyelesai kan aktifitas mereka masing - masing.
" Ya, om Angga memang yang paling bisa bersikap dewasa di antara kami ber lima. Padahal sebenar nya dari segi umur itu, yang paling dewasa adalah kak Aydan dan yang ke dua baru om Angga" jawab Alea mengingat kembali silsilah keluarga.
" Oh ya? Tapi kenapa kak Aydan tidak bersikap dewasa seperti om Angga ya?" Feyrin mengingat kembali bagaimana sikap Aydan saat bertemu dengan nya.
" Iya kan? Apa lagi bila sedang bersama Nara, kak Aydan manja banget tahu" Alea terkekeh saat mengatakan nya.
__ADS_1
" Kak Alea benar" Feyrin ikut terkekeh. " Beda banget sama om Angga yang sangat dewasa, tapi sayang om Angga sudah punya kekasih. Kalau tidak, aku pasti sudah pepet si om" Feyrin kembali terkekeh.
" Kamu beneran suka sama om Angga Fey?" Kini Alea menatap Feyrin dengan tatapan menyelidik. Alea bisa melihat kekaguman yang begitu besar di mata Feyrin saat ini, kekaguman yang mungkin saja berubah menjadi cinta suatu hari nanti. Atau bisa jadi itu semua sudah terjadi.
" Memang terlihat dengan jelas ya?" Feyrin malah tertawa renyah. Feyrin memang seperti itu orang nya, Feyrin selalu blak - blakan dan apa ada nya. Feyrin paling tidak bisa berbohong atau menyembunyikan sesuatu, apa lagi perasaan nya pada seseorang. Bila dia bilang suka ya suka, dan bila dia tidak menyukai nya ya tidak.
" Jadi kamu beneran suka sama om Angga?" Alea menatap Feyrin dengan tatapan iba nya.
" Ish, kak Alea tidak perlu menatap ku seperti itu! Aku bukan gadis bodoh yang bisa melakukan apa pun karena cinta, atau gadis yang sangat terpuruk karena tidak bisa mendapat kan cinta. Masih banyak pria di luar sana yang juga dewasa seperti om Angga, bukan om Angga saja" Feyrin tertawa kikuk.
Jujur saja Feyrin memang merasa sakit setiap kali mengingat kalau diri nya menyukai orang yang salah, salah karena yang dia cintai sudah mencintai wanita lain. Tapi Feyrin juga bukan gadis bodoh yang bisa melakukan segala macam cara untuk mendapat kan apa yang dia ingin kan walau pun harus menyakiti hati yang lain nya. Tidak, bagi Feyrin itu sangat konyol. Biar lah hati nya sakit saat ini, namun Feyrin yakin, suatu hari nanti Feyrin akan mendapat kan kebahagiaan nya dari pria yang juga mencintai nya dengan tulus. Siapa pun itu.
" Kamu ini membuat ku cemas saja, syukur lah kalau begitu. Aku takut kamu terluka Fey, aku yakin suatu hari nanti kamu akan bertemu dengan jodoh mu dan kalian akan hidup bahagia bersama. Seperti aku dan Nara, apa yang kami hadapi dulu sangat lah sulit sebelum kami mencapai kebahagiaan kami dengan pasangan kami yang sekarang" Alea berkata dengan wajah sendu, Alea mengingat kembali bagaimana diri nya dan Nara melewati masalah yang sangat berat sebelum akhir nya mereka menikah dengan pria yang mereka cintai dan mencintai mereka.
" Ya, aku tahu! Yang penting sekarang kak Alea dan kak Nara bisa sama - sama bahagia dengan pasangan kalian masing - masing. Iya kan?" Feyrin yang melihat wajah sendu dari Alea pun langsung memeluk Alea dengan sayang, dan obrolan mereka pun masih berlanjut tak sampai di sana saja.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1