Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 158


__ADS_3

Keesokan hari nya di kota Paris.


Hari ini adalah hari terakhir di mana Feyrin memberikan kesempatan untuk Angga, dan hari ini juga Angga sudah memesan tiket pesawat untuk kepulangan nya ke Indonesia besok hari nya karena Angga harus menghadiri acara pernikahan Dimas dan Dela beberapa hari lagi.


Seperti biasa nya, Feyrin dan Angga akan berangkat bersama dan Feyrin akan turun sebelum mereka sampai di perusahaan.


Feyrin pun berjalan memasuki perusahaan dengan penuh percaya diri seperti biasa nya, namun sejak Feyrin memasuki kawasan perusahaan, ada yang aneh dari pandangan dan sikap semua orang yang dia lewati. Semua orang tampak berbisik di belakang Feyrin setelah dia melewati mereka.


" Kenapa dengan semua orang hari ini? Pasti hanya perasaan ku saja" batin Feyrin sambil terus melangkah kan kaki nya.


Tak lama Feyrin memasuki pintu masuk utama perusahaan, Angga terlihat ikut memasuki pintu itu di belakang Feyrin dengan jarak yang agak jauh dari nya.


" Selamat pagi tuan!" Semua karyawan yang ada di sana tampak menunduk kan kepala mereka dengan hormat menyambut kedatangan wakil CEO perusahaan itu.


" Selamat pagi tuan!" Feyrin juga ikut melakukan hal yang sama, karena bagai mana pun tidak ada yang tahu tentang status nya yang sebenar nya di perusahaan itu.


" Selamat pagi" Angga berhenti tepat di samping Feyrin. " Kalian bekerja lah dengan baik, hari ini adalah hari terakhir saya di perusahaan ini sebagai wakil CEO di sini. Karena mulai besok, saya sudah harus kembali ke Indonesia karena tugas saya di sini sudah hampir selesai" ucap Angga pada semua orang, namun mata nya menatap Feyrin dengan tatapan sayu dan penuh harap. " Saya harap kalian bekerja dengan baik sampai seterus nya" setelah mengatakan hal itu, Angga pun melanjut kan langkah nya menuju ruangan nya, meninggal kan Feyrin yang menatap sendu ke arah nya.


Feyrin pun dengan perasaan yang campur aduk, langsung melangkah kan kaki nya menuju ke ruangan nya.


" Ck, lihat lah model kita yang cantik ini! Tidak heran dia bisa mencapai prestasi nya yang sekarang ini. Ternyata selain dia menjual kecantikan nya, dia juga menjual tubuh indah nya" Emy yang duduk di sebelah Ceryl berkata dengan nada mengejek nya.

__ADS_1


" Aku juga tidak menyangka kalau dia seperti itu" jawab Ceryl dengan mata yang mendelik tajam. " Pantas saja dia bisa menjadi model yang sukses, ternyata dia suka menggoda pria kaya" tambah Ceryl lagi membuat Feyrin menyadari kalau perkataan itu di tuju kan pada nya. Pantas saja sejak kedatangan nya ke perusahaan, Feyrin merasa tatapan semua orang terlihat aneh terhadap nya. Ternyata karena gosip murahan ini.


" Apa maksudmu berkata seperti itu?" Feyrin menatap tajam pada Ceryl dan Emy secara bergantian.


" Kenapa kamu marah, kalau memang kamu merasa apa yang kami katakan benar. Lebih baik kamu terima saja" Ceryl menatap Feyrin seolah menantang.


" Jaga bicara mu! Atas dasar apa kamu mengatakan hal itu ha? Feyrin tak takut sedikit pun dengan Ceryl.


" Ada apa ini? Kenapa kalian ribut sekali?" Shania yang baru saja datang langsung menghampiri Feyrin dan yang lain nya.


" Ini kak, kami hanya mengatakan kenyataan pada model manja ini. Tapi dia tidak terima" Ceryl berkata dengan nada manja nya.


" Kenyataan kata mu, yang aku dengar hanyalah sebuah tuduhan yang tidak berdasar" Feyrin memutar bola mata nya malas.


" Aku tidak menuduh nya kak, aku hanya mengatakan yang sebenar nya" Ceryl yang melihat kakak nya langsung bergelayut manja pada tangan Carry.


" Apa pun itu, lebih baik kalian henti kan keributan ini! Hari ini CEO kita akan datang ke perusahaan bersama dengan pemilik perusahaan ini untuk pemeriksaan sekaligus perpisahan dengan pak Angga yang akan kembali ke Indonesia besok" ucap Carry dengan nada yang tak mau di bantah. " Dan untuk mu, lebih baik berhenti mencari masalah dengan Ceryl atau kamu akan tahu akibat nya"


" Ish, siapa juga yang mencari masalah dengan nya? Yang ada dia yang selalu mencari masalah dengan ku" Feyrin mendengus kesal.


" Kamu!" Carry menatap tajam pada Feyrin, sedangkan Feyrin tak takut sedikit pun dan membalas tatapan itu tak kalah tajam. " Tunggu sampai CEO kita menyelesai kan pemeriksaan nya, akan aku pasti kan kamu tidak akan bisa magang di sini lagi" ucap Carry sebelum meninggal kan tempat itu.

__ADS_1


" Cih, lihat saja! Siapa yang akan pergi dari perusahaan ini" batin Feyrin menatap tak suka pada punggung Carry dan Shania yang menghilang di balik tembok.


Sebenar nya selain magang di sana untuk bisa mengawasi Angga, Feyrin juga di tugas kan oleh daddy nya Afkha untuk menyelidiki masalah keuangan yang selama dua bulan terakhir ini di temukan pengeluaran yang tak sesuai dengan data pengeluaran kantor yang sebenar nya. Apa lagi jumlah selisih dari data yang sebenar nya itu sangat besar, sehingga perusahaan kini mengalami kerugian yang sangat besar.


Sebenar nya itu juga alasan Angga di utus oleh Nanda dan Adzriel untuk datang ke sana, namun Angga merasa sedikit kesulitan karena dia masih belum bisa menemukan bukti yang cukup kuat untuk menangkap pelaku nya. Apa lagi Angga dan Afkha curiga kalau ini adalah perbuatan dari beberapa orang yang melakukan konfirasi untuk mencuri uang perusahaan.


Dengan ada nya Feyrin sebagai karyawan magang di divisi keuangan, Afkha dan Angga berharap akan bisa mencari bukti itu tanpa di curigai oleh para pelaku nya.


Hari ini daddy Nanda akan tiba di Paris sekitar pukul sebelas waktu Paris untuk memeriksa langsung perusahaan cabang nya itu, Nanda datang hanya sendiri karena Fika sedang sibuk membantu keluarga nya mempersiap kan pernikahan Dimas dan Dela. Sedangkan Adzriel, saat ini dia juga harus memeriksa langsung Saputra Corp yang sudah selama beberapa tahun ini di ambil alih oleh putra semata wayang nya.


" Jadi om Nanda juga akan datang ke Paris, apa dia juga sekalian menjemput om Angga ya?" Batin Feyrin tampak berpikir.


" Kenapa? Kamu takut dengan ucapan kakak ku barusan? Apa kamu tidak akan mencoba menggoda kakak ku agar dia tidak jadi memecat mu ha? Atau kamu mau mencoba menggoda Pak Angga lagi untuk meminta perlindungan nya" Ceryl berkata dengan nada sinis.


" Seperti nya begitu" Emy ikut menimpali. " Ceryl, apa kamu tidak takut nanti Feyrin meminta perlindungan dari pak Angga dan memecat kita?" Tambah Emy lagi dengan nada mengejek nya.


" Mending kalau pak Angga tergoda, yang aku dengar pak Angga itu sulit di dekati" Ceryl berkata dengan nada mengejek nya.


" Ah ya, pantas saja kemarin dia terlihat sedih saat keluar dari ruangan pak Angga. Seperti nya dia di tolak mentah - mentah oleh nya" Ceryl dan Emy pun tertawa bersama setelah mengatakan itu, sedangkan Feyrin hanya diam saja berusaha untuk menahan amarah nya.


Kemarin Feyrin memang keluar dari ruangan Angga dengan wajah yang agak sendu karena mengingat kepulangan Angga yang tinggal sebentar lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini adalah. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2