Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 95


__ADS_3

" Apa itu cukup untuk menjawab pertanyaan mu tadi? Aku sangat tahu kalau kamu sangat mencintai ku, iya kan?" Rifki mengerling kan mata nya seraya tangan nya mengusap bibir Alea yang basah karena ulah nya setelah tadi dia melepas kan bibir ke dua nya yang terpaut.


" Ck" Alea berdecak kesal dengan wajah yang sudah merona karena malu. " Apa harus dengan cara seperti itu?" Alea mengerucut kan bibir nya lucu.


" Ya, tapi kalau kamu ingin yang lebih. Tunggu dua hari lagi setelah kita sah menjadi pasangan suami istri" Rifki terkekeh saat mengatakan nya membuat Alea memukul dada bidang Rifki dengan cukup keras. " Aw, kamu galak sekali" Rifki berpura - pura meringis kesakitan di sertai kekehan dari bibir nya.


" Dasar menyebal kan!" Alea mendengus kesal.


" Walau pun menyebal kan, tapi kamu tetap cinta kan?" Rifki malah menggoda Alea dan menarik nya ke dalam pelukan nya, dan Alea pun hanya menurut saja. " Kamu harus ingat, mulai sekarang kamu tidak boleh menghindar dari ku lagi! Kamu juga jangan dekat dengan pria lain, kamu harus selalu ingat kalau kamu dan seluruh tubuh mu hanya lah milik ku" ucap Rifki di sela tangan nya yang memeluk erat tubuh mungil Alea, Alea hanya bisa mengangguk kan kepala nya di dalam dekapan Rifki dengan senyum yang mengembang di bibir nya. Sungguh Alea sangat bahagia saat ini karena akhir nya perasaan nya yang ia pendam selama bertahun - tahun kini sudah tidak perlu dia sembunyikan lagi. Apa lagi ternyata Rifki juga memiliki perasaan yang sama dengan diri nya. Begitu pun Rifki yang juga sangat bahagia karena ternyata cinta nya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat lain nya, tampak Algi yang sedang mengawasi para pegawai nya di kafe milik nya seperti biasa nya.


Krret


Pintu di buka dari luar, dan ternyata dua orang gadis baru saja masuk ke dalam kafe milik Algi sambil bersenda gurau dengan wajah yang terlihat ceria. Algi memperhati kan nya sekilas dan kembali fokus pada kegiatan nya tadi yaitu mengawasi seluruh kafe.


" Lo lihat pria di sana! Dia tampan kan? Lo tahu, dia pemilik kafe ini" salah satu gadis itu berkata seraya menunjuk apa yang dia maksud, tak lama setelah mereka duduk di salah satu meja yang kosong.

__ADS_1


" Ganteng sih, tapi kayak nya dia sombong deh" ucap gadis yang satu nya.


" Iya sih, cowok itu terkenal dingin dan tak mudah di dekati oleh gadis mana pun" tambah gadis yang pertama.


" Masa sih? Kok gue jadi penasaran ya sama tuh cowok. Lo tahu, cowok yang susah di dekati itu biasa nya setia lho. Kayak om dan kakak - kakak gue, mereka semua susah di dekati sama cewek dan sekali nya cinta sama cewek mereka tidak mau berpaling lagi. Malah mereka sekarang jadi pada bucin sama pasangan mereka masing - masing" gadis yang satu nya yang tak lain adalah Dinka yang sedang membicarakan Dimas dan yang lain nya.


Dinka baru saja pulang dari kuliah nya bersama dengan teman nya yang bernama Ara, Ara adalah gadis tomboy yang bisa langsung akrab dengan Dinka di hari pertama Dinka masuk kuliah di kampus nya yang ada di Jakarta. Sebagai pendatang baru dari Bandung, tentu saja Dinka lumayan sulit untuk mendapat kan teman baru yang benar - benar mau berteman dengan nya.


" Kalau gitu, Lo coba aja deketin dia! Siapa tahu dia suka sama Lo dan jadi bucin sama Lo" Ara ikut terkekeh


" Gak gampang juga kali, kan tadi Lo bilang dia susah buat di deketin" Dinka memutar bola mata nya malas.


" Ish, masa seorang Dinka primadona kampus kita gak bisa deketin cowok ganteng itu sih" Ara malah menantang Dinka.


Dinka datang ke Jakarta untuk menghindari kekasih nya yang terlalu posesif pada diri nya, apa lagi belum lama ini sebelum Dinka ke Jakarta. Dinka memergoki kekasih nya itu sedang bersama dengan gadis lain yang tak lain sahabat Dinka sendiri, dan sejak saat itu Dinka langsung memutus kan hubungan nya dengan pria itu. Namun pria itu tidak menerima nya dan masih keukeuh ingin menjalin hubungan dengan Dinka walau pun Dinka sudah menolak nya beberapa kali, maka dari itu Dinka memilih pindah ke Jakarta untuk menghindari kekasih nya itu. Dan untung saja ayah dan ibu nya mengerti dan mendukung keputusan Dinka saat itu.


" Baik lah, akan aku coba untuk menarik perhatian nya" Dinka berbicara dengan penuh percaya diri.


" Nah gitu dong!" Ara terlihat menyemangati Dinka.

__ADS_1


" Baik lah, lihat Dinka beraksi!" Dinka pun berdiri dari duduk nya dan dengan penuh percaya diri, Dinka melangkah kan kaki nya menuju pria yang yang tadi di tunjuk kan oleh Ara yang tak lain adalah Algi.


" Hai!" Dinka menyapa Algi dengan senyum manis di bibir nya.


" Apa ada yang bisa saya bantu mbak?" Jawab Algi dengan wajah datar nya, namun masih terlihat ramah. Karena sebagai pemilik kafe, tentu saja Algi harus bersikap ramah pada para pengunjung kafe nya.


" Mbak, what? Apa aku terlihat sudah tua apa? Aku masih imut kayak gini masa di panggil mbak sih?" Dinka mendengus kesal karena baru kali ini seorang pria bersikap biasa saja saat dia menghampiri pria itu, apa lagi dia di panggil mbak oleh pria yang seperti nya lebih tua dari nya. Sampai Dinka seperti nya lupa tujuan awal nya menghampiri Algi.


" Kalau saya tidak memanggil kamu mbak, jadi saya harus memanggil kamu apa, mas gitu?" Algi memutar bola mata nya malas.


" Ish, gak gitu juga kali. Kan situ bisa panggil aku adek, atau adek manis gitu" ucap Dinka dengan enteng nya. " Aku kan masih muda, lebih muda dari situ juga kan?" Tambah Dinka lagi dengan ketus nya.


Algi tampak menghela nafas nya kasar, baru kali ini dia bertemu dengan gadis yang seperti ini. Seperti nya Algi membutuh kan stok kesabaran yang banyak menghadapi gadis seperti ini.


" Gadis ini kenapa gaya bicara nya seperti Alea dan Aydan ya. Ish, dua saudara itu walau pun bukan saudara kandung. Tapi kelakuan mereka sama menyebal kan nya" batin Algi menatap ke depan dengan senyum di bibir nya. " Jadi apa yang bisa saya bantu untuk adek manis ini?" Algi akhir nya mengalah dengan gadis yang ada di hadapan nya karena tidak mau urusan nya semakin runyam saja.


" Aku, emm... Apa yang tadi aku ingin kan ya?" Dinka menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Pasal nya Dinka kan tadi nya hanya ingin menarik perhatian pria itu saja, tapi malah berakhir seperti ini. "Aku seperti nya lupa, sudah lah biar aku kembali saja pada teman ku. Nanti kalau aku sudah ingat, aku akan menemui mu lagi" Dinka pun langsung melangkah kembali menuju meja yang tadi dia tempati dengan gaya angkuh nya untuk menutupi rasa gugup nya yang dengan bodoh nya menghampiri Algi tanpa persiapan yang matang.


" Aish, Dinka kamu bodoh sekali!" Batin Dinka merutuki kebodohan nya sendiri. Sedangkan Algi tampak menggeleng - geleng kan kepala nya melihat kelakuan gadis aneh yang baru saja dia temui.

__ADS_1


**Selamat hari raya Idul Fitri semua nya, minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🥰


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**


__ADS_2