Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 72


__ADS_3

Setelah puas mengobrol dan makan di kafe milik Algi, Nara dan Alea pun memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing - masing. Apa lagi sejak satu jam yang lalu Aydan terus saja menelpon dan mengirimi Nara pesan agar segera pulang dan jangan terlalu lama bersama dengan pria yang dulu pernah mencintai istri nya itu. Kalian sudah tahu bukan bagaimana bucin nya Aydan pada istri nya itu, bahkan keposesifan Nanda saja dia lampaui. Apa lgi kini jam sudah menunjuk kan jam dua siang.


Nara dan Alea pun keluar dari kafe dengan Algi yang mengantar mereka sampai pintu keluar saja, Alea dan Nara pun berjalan menuju ke mobil Alea yang terparkir di halaman kafe.


Namun, baru saja mereka berdua baru akan sampai pada mobil, tampak dua orang pria dengan masker dan Hoodie yang menutup sebagian wajah nya menghampiri Alea dan membekap mulut Alea dengan sapu tangan yang di berikan obat bius dari arah belakang, Alea yang mendapatkan serangan itu tampak memberontak, namun perlahan tubuh nya seakan melemah dan mata nya pun mulai menutup, sampai akhir nya dia pun tak sadarkan diri.


" Alea!" Nara berteriak dengan keras. Kalian siapa?" Nara yang berada di sisi lain mobil langsung berlari menghampiri Alea yang tubuh nya kini sudah di angkat oleh pria yang tidak di kenal itu.


Bugh


Nara Menendang kaki salah satu pria itu dan langsung melayangkan pukulan nya tanpa memperdulikan keadaan nya yang kini sedang mengandung.


" Lepaskan Alea, Tolong!" Teriak Nara agar ada yang datang untuk membantu nya karena Nara tahu bahwa dia tidak mungkin melawan dua pria itu seorang diri, apa lagi dengan keadaan nya yang saat ini sedang mengandung.


Ke dua pria asing yang ingin menculik Alea pun panik saat Nara berteriak sehingga dia mendorong tubuh Nara dengan sangat keras sampai tubuh Nara tersungkur di atas tanah dengan posisi terduduk hampir terlentang, dan ke dua pria itu langsung melarikan diri dengan menggunakan mobil hitam yang mereka bawa.


" Aw, to toloooong" Nara berteriak sekuat tenaga seraya memegangi perut nya yang terasa sakit karena terjatuh barusan.


Mendengar teriakan Nara, orang - orang yang ada di sana termasuk Algi pun langsung menghampiri Nara yang masih dalam posisi terjatuh nya.

__ADS_1


" Nara, apa yang terjadi? Apa kamu baik - baik saja? Algi berlari menghampiri Nara dengan wajah yang sangat panik.


" Aw, sakiiit!" Nara masih meringis seraya memegangi perut nya. " Alea Gi, dia di culik..aw! Ucap Nara dengan terbata seraya meringis kesakitan.


" Apa? Bagaimana bisa? Aku akan menghubungi kak Aydan dan kak Rifki, apa kamu bisa menahan nya sebentar? " ucap Algi yang di angguki Nara yang masih merasa kesakitan.


Algi pun langsung menelpon Aydan dan mengabari apa yang barusan terjadi, tak lupa Algi menyuruh Aydan untuk mengabari Rifki, setelah itu Algi langsung menggendong Nara dan membawa Nara ke rumah sakit dengan menggunakan mobil nya. Algi saat ini sangat panik karena sahabat nya yang satu nya di culik dan tak tahu di mana keberadaan nya, sedangkan yang satu nya kini sedang meringis kesakitan dengan darah yang mengalir dari area bawah nya.


" Kamu harus kuat Nara, semoga tidak terjadi apa - apa pada mu dan juga bayi nya" batin Algi seraya terus fokus mengemudikan mobil nya.


Lima belas menit waktu yang Algi tempuh untuk sampai di rumah sakit, dan di sana sudah ada Aydan yang langsung menyambut kedatangan mobil Algi dengan wajah panik nya dan langsung membuka pintu mobil Algi untuk mengeluarkan istri nya dari sana. Aydan yang sedang berada di Balendra Corp kebetulan jarak nya ke rumah sakit lebih dekat dari pada jarak dari kafe milik Algi sehingga dia bisa lebih dulu tiba di sana. Apa lagi Aydan mengemudikan mobil nya dengan kecepatan penuh.


" Sayang, kamu bertahan ya!" Ucap Aydan saat menggendong tubuh Nara.


Sementara Aydan masuk, kini Rifki yang baru saja datang tampak memegang bahu Algi yang baru saja akan menyusul Aydan dan Nara.


" Algi, apa yang terjadi? Katakan pada ku, bagaimana bisa Alea di culik?" Rifki tampak terengah-engah dengan wajah yang terlihat panik.


" Aku juga tidak tahu pasti, karena saat kejadian aku ada di dalam kafe dan kejadian itu terjadi di area parkir" jawab Algi dengan wajah yang tampak bersalah. " Tapi aku bisa melihat cctv yang ada di sana kalau kamu mau" Algi pun langsung mengeluarkan ponsel nya dari kantong celana nya.

__ADS_1


" Tolong ya!" Rifki mengangguk kan kepala nya.


" Aku akan menghubungi orang kafe agar mengirimkan rekaman nya pada ponsel ku" Algi pun mulai melakukan panggilan dengan menggunakan ponsel nya untuk menyuruh salah satu pegawai nya agar mengirimkan rekaman cctv area parkir kafe milik nya beberapa menit yang lalu.


" Aku harap mereka tidak melakukan apa - apa pada Alea" ucap Rifki dengan raut wajah yang sangat cemas


" Ya, aku harap juga begitu" ucap Algi seraya mengangguk kan kepala nya.


Ting


Tak lama terdengar notifikasi masuk di ponsel Algi yang ternyata itu kiriman dari pegawai nya. Algi pun langsung membuka nya dan memperlihat kan nya pada Rifki, mereka berdua tampak melihat layar ponsel itu dengan serius dan sesekali mengerutkan kening mereka saat melihat sosok ke dua pria yang sedang menyerang Alea dan Nara.


" Brengsekk" umpat Rifki saat melihat bagaimana pria itu menyerang Alea dan membawa nya. " Aku tidak akan melepaskan kalian!" Ucap Rifki dengan kobaran api amarah di wajah nya.


" Seperti nya aku tahu mereka" ucap Algi tampak berfikir seraya melihat ponsel yang ada di tangan nya dengan tatapan menyelidik. " Kenapa postur tubuh nya mirip sekali dengan Putra? Lihatlah!" Algi menunjuk kan layar ponsel milik nya dengan gambar salah satu pria yang sudah Algi perbesar gambar nya. " Aku akan mengenali nya walau dia menutup seluruh wajah nya sekalipun, lihat lah jam tangan itu? Itu adalah jam tangan yang sama dengan yang dia berikan pada Alea. Dia selalu memakai nya kalau bertemu dengan Alea di kafe" Algi menunjuk jam tangan yang di pakai pria itu.


" Kurang ajar, kalau benar itu dia, aku tidak akan membiarkan nya lolos begitu saja" Rifki pun langsung mengambil ponsel yang ada di dalam saku celana nya dan mulai memangil seseorang yang dia percaya untuk melacak keberadaan Alea saat ini.


" Aku akan mengirimkan beberapa foto dan nomor plat mobil. Lacak dan beri tahu aku hasil nya lima menit lagi" Rifki pun memutuskan panggilan nya dan mulai mengirimkan foto Putra dan plat mobil yang di pakai mereka untuk menculik Alea.

__ADS_1


Bukan hal sulit untuk keluarga Saputra dan Balendra untuk melacak sesuatu di kota ini, mengingat beberapa orang terbaik yang bekerja pada mereka. Apa lagi Rifki, Aydan dan Angga membentuk sebuah organisasi yang bernama White Falcon yang bergerak di bidang penyelidikan yang beranggotakan beberapa detektif muda dan peretas handal yang sudah beberapa kali menangani kasus berat seperti perdagangan manusia dan obat terlarang, tak jarang juga mereka mendapatkan kasus pembunuhan atau penculikan di kalangan petinggi seperti pengusaha atau anggota dewan.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2