Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 54


__ADS_3

Sementara Aydan dan Nara yang akan mulai tinggal di mansion Balendra. Hari ini adalah hari di mana Dimas , Dela dan yang lain nya kembali di sibukkan dengan urusan pekerjaan mereka. Hari ini seperti biasa nya Dela dan Dimas bekerja di Balendra Corp dengan lumayan sibuk, Dela juga tampak beberapa kali keluar masuk ruangan Dimas karena perintah atasan nya itu yang menurut nya menyebalkan. Tapi tidak bisa di pungkiri bahwa dalam hati Dela dia juga senang bisa menghabiskan waktu dengan Dimas begitu pun sebalik nya, Dimas juga senang bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan gadis itu. Entah sejak kapan Dela sudah mengisi ruang kosong yang ada di hati Dimas saat ini.


Tak terasa waktu bergulir dengan cepat dan waktu sudah menunjukan jam 11 lebih dan itu berarti jam makan siang hanya sebentar lagi.


" Apa aku ajak dia makan siang bersama saja ya?" Batin Dimas menatap Dela yang sedang sibuk dengan beberapa berkas di samping nya. Dela saat ini sedang berdiri di samping Dimas sambil memeriksa beberapa berkas yang baru saja mereka selesaikan. " Apa dia tidak akan menolak?" Batin Dimas lagi tidak percaya diri.


Tok tok tok


Suara ketukan dari luar membuyarkan lamunan Dimas saat ini, hal itu membuat hati Dimas menjadi kesal karena pasti Dimas akan gagal lagi mengajak Dela makan siang bersama hari ini.


" Biar saya buka pak!" Tanpa di minta Dela pun berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu ruangan Dimas dan melihat siapa yang sudah datang.


Ceklek


Pintu ruangan di buka, seketika mata Dela tertegun melihat siapa yang telah datang ke sana. Gadis cantik yang tampak masih sangat muda tersenyum manis kepada Dela yang malah melihat nya dengan wajah yang sulit untuk di artikan.


" Dinka, sedang apa kamu di sini?" Dimas yang melihat kedatangan gadis yang biasa mengikuti nya saat di Bandung pun terlihat mengerutkan kening nya karena setahu nya Dinka harus nya pulang hari ini ke Bandung bersama dengan yang lain nya.


" Kak Dimas" Dinka pun tak menghiraukan lagi Dela dan langsung berlari dengan senang nya menghampiri Dimas dan langsung memeluk nya.

__ADS_1


" Bukankah seharus nya kamu pulang ke Bandung hari ini?" Dimas pun melerai pelukan di antara mereka karena merasa tidak enak pada Dela yang sedang melihat nya.


" Mereka terlihat sangat akrab, sebenar nya siapa gadis itu?" Batin Dela merasakan sakit dalam hati nya. " Aku permisi, bila bapak membutuhkan sesuatu bapak bisa memanggilku kembali" setelah mengatakan itu Dela pun langsung keluar dari ruangan kerja Dimas. Entah kenapa melihat kedekatan Dimas dengan gadis itu untuk ke dua kali nya membuat hati Dela semakin sakit saja.


Dela pernah melihat Dimas yang mengobrol akrab dengan Dinka saat mereka berada di pesta pernikahan Aydan dan Nara, namun saat itu Dela tidak terlalu memikirkan nya karena di pesta dia di sibuk kan dengan suasana pesta yang sangat meriah, tapi kali ini hati Dela terasa sangat sakit sekali saat melihat nya.


" Kamu bodoh Dela, bisa - bisa nya kamu mengharapkan pak Dimas menyukai mu? Mana mungkin kan pria tampan dan mapan seperti dia tertarik pada sekertaris yang biasa saja seperti mu" gumam Dela meruruki kebodohan nya sendiri saat dia sudah duduk kembali di meja kerja nya. Sungguh perasaan Dela saat ini sangat hancur, apa lagi ini kali pertama nya Dela merasa menyukai seorang pria seperti ini karena Dela termasuk orang yang cuek dan tidak begitu memikirkan tentang pria. Tapi entah kenapa saat bersama dengan Dimas, Dela merasakan hal yang berbeda pada diri nya. Kebiasaan mereka yang sering bertemu dan saling berdebat membuat Dela merasa kehilangan jika tidak bertemu dengan pria itu satu hari saja.


Sedangkan di dalam sana Dimas tampak menatap gadis yang sudah dia anggap sebagai adik kandung nya sendiri dengan tatapan menyelidik saat gadis itu hanya diam tak menjawab pertanyaan Dimas tadi.


" Katakan, kenapa kamu tidak ikut pulang dengan yang lain nya?" Dimas menatap Dinka dengan tatapan intimidasi.


" Ish, kakak jangan galak seperti itu. Aku hanya tidak mau pulang, aku ingin kuliah di Jakarta apa itu tidak boleh?" Dinka merengek manja pada Dimas. Itu lah kebiasaan Dinka sejak dulu. Dia selalu saja menemui Dimas bila ada masalah karena Dinka tahu Dimas selalu bisa membantu nya


" He he, kak Dimas memang yang terbaik" Dinka nyengir kuda seraya mengacungkan jempol nya pada Dimas.


" Cih, sudah ku bilang jangan dulu berpacaran kalau kamu ujung - ujung nya akan seperti ini" Dimas memutar bola mata nya malas.


" Ish, kali ini berbeda kak. Selain aku ingin menghindari nya, aku juga ingin menambah pengalaman ku dengan kuliah di Jakarta. Lagi pula kak Nanda dan kak Fika sudah mengizinkan ku dan aku akan tinggal di mansion bersama mereka"

__ADS_1


" Terserah pada mu saja, sekarang pergilah! Kamu mengganggu ku saja" Dimas mendengus kesal saat mengingat rencana nya tadi harus gagal karena kedatangan Dinka di sana.


" Ish, apa kakak mengusirku? Kakak kejam sekali, apa kakak tidak mau makan siang bersamaku?" Dinka mengedip - ngedipkan mata nya lucu.


" Aku tidak mau, kau tahu tadi aku sedang mengumpulkan keberanian ku untuk mengajak seorang gadis untuk makan siang bersama. Tapi kamu malah datang sebelum aku sempat mengatakan nya" Dimas mendengus kesal.


" Benarkah? Waw, aku tidak menyangka bahwa kak Dimas akan jatuh cinta juga pada seorang gadis. Aku jadi ingin tahu, gadis mana yang bisa membuat kak Dimas yang selalu bersikap acuh pada setiap gadis menjadi begitu peduli pada nya" Dinka berkata dengan nada mengejek nya.


" Ish, yang pasti dia tidak merepotkan dan manja seperti mu"


" Tunggu dulu, apa kakak yang tadi. Soal nya aku merasa ada yang aneh pada kalian berdua saat aku datang ke sini" Dinka tampak berfikir.


" Dia cantik bukan?" Dimas melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.


" Ya, dia sangat cantik. Apa dia akan mau menerima kak Dimas yang menyebalkan ya?" Dinka tersenyum mengejek.


" Ish, dia tidak akan bisa menolak ketampanan ku ini" ucap Dimas dengan percaya diri nya membuat Dinka kembali mengejek nya.


" Apa kakak ingin aku bantu mendapatkan gadis itu?" Dinka tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Lagi pula apa yang bisa anak kecil lakukan dalam urusan orang dewasa" ucap Dimas telak membuat Dinka mendengus kesal.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2