
" Membantu apa? Aaaakh..." Baru Nara bertanya pada Aydan, diri nya sudah di kagetkan dengan tubuh nya yang terasa melayang karena Aydan mengangkat kembali tubuh Nara, namun bukan ke atas tempat tidur mereka, kali ini Aydan membawa Nara ke dalam kamar mandi dan mendudukan nya di atas closed sementara diri nya mengisi bak mandi dengan air hangat untuk Nara.
" A apa yang akan kamu lakukan?" Ucap Nara terbata dengan tubuh yang mulai bergetar karena sekolebat ingatan kejadian di malam itu mulai kembali melintas di dalam kepala nya.
" Aku akan keluar, kamu mandi lah!" Aydan yang melihat istri nya mulai gemetar ketakutan tanpa berani melihat ke arah nya, langsung mengerti dan memutuskan untuk meninggalkan istri nya sendiri di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya sendiri. Lagi pula itu memang tujuan Aydan dari awal, dia juga tahu bahwa Nara pasti masih trauma dengan kejadian buruk itu.
Aydan pun tak menunggu lama langsung keluar dan Nara terlihat bernafas lega setelah kepergian Aydan dari tempat nya sekarang.
" Nara, kenapa kamu tidak bisa mengendalikan dirimu? Kenapa kamu masih saja takut bila dia mendekati mu?" Nara mengusap wajah nya kasar dengan perasaan yang campur aduk karena jujur saja diri nya ingin sekali menjalin hubungan normal dengan suami nya. Nara bukan gadis polos lagi seperti dulu, dan Nara tahu betul apa yang harus di lakukan nya bersama dengan suami nya di malam pertama mereka.
Tapi, entah kenapa saat Aydan mendekati nya barusan, tubuh Nara masih saja gemetar dan merasa ketakutan. Padahal dia selalu mengatakan pada diri nya sendiri kalau Aydan yang menjadi suami nya saat ini bukan lah monster yang pada malam itu sudah merenggut paksa kesucian Nara dengan sangat kasar dan tidak berperasaan, namun usaha Nara seperti nya belum cukup keras karena Nara tetap saja masih ketakutan saat Aydan mendekati nya.
Setelah merasa tenang, Nara akhir nya mulai melepaskan pakaian yang ada di seluruh tubuh nya dan mulai merendam diri nya sendiri di dalam bak mandi yang tadi sudah di isi oleh Aydan. Sungguh perasaan dan tubuh Nara yang tadi nya sangat lelah, kini sudah membaik saat tubuh nya di rendam di dalam sana apa lagi Aydan tadi memasukan beberapa aroma terapi ke dalam air itu membuat tubuh Nara semakin rileks saja.
__ADS_1
Dua puluh menit berlalu, akhir nya Nara sudah menyelesaikan ritual mandi nya dan tampak keluar dengan handuk yang melilit pada tubuh nya yang hanya menutupi bagian atas sampai bagian paha saja membuat Aydan menelan saliva nya dengan susah saat melihat pemandangan indah di hadapan nya.
Nara seperti nya melupakan pakaian ganti nya saat tadi masuk ke dalam kamar mandi, dan mungkin Nara juga lupa kalau kali ini dia tidak sendirian berada di dalam kamar nya. Terlihat dari cara Nara yang dengan santai nya memilih baju yang akan dia kenakan malam ini. Tanpa memperdulikan Aydan yang saat ini sedang susah payah menahan has rat yang sudah bergejolak dalam tubuh nya.
" Ekhem, apa kamu sedang menggoda ku hem?" Aydan berdehem di belakang Nara untuk menyadarkan wanita itu kalau diri nya da di sana. Karena kalau di biarkan lebih lama lagi, bisa - bisa sesuatu di bawah sana akan terbangun tanpa Aydan minta.
Nara yang mendengarkan deheman tersebut seakan tersadar dengan situasi nya saat ini. " Aaaakh" Nara berteriak dengan sangat kencang sambil mengambil pakaian yang saat ini sedang dia pegang dan langsung berlari kembali ke kamar mandi dengan membawa pakaian di tangan nya.
Aydan menggelengkan kepala nya seraya tersenyum melihat tingkah Nara yang terlihat lucu di mata nya.
Nara pun menunggu Aydan keluar dari kamar mandi seraya memainkan ponsel nya sambil duduk bersandar di kepala ranjang dengan selimut terpasang sampai pinggang nya. Jujur saja perasaan Nara saat ini sangat tidak menentu, jantung nya berdetak sangat kencang dengan perasaan yang gelisah dan juga tegang. Sungguh kalau bisa Nara ingin lari kemana saja saat ini agar dia tidak menemui Aydan. Jujur saja Nara ingin sekali seperti wanita normal pada umum nya yang akan melayani dan memadu kasih dengan suami nya di malam pertama setelah pernikahan mereka. Apa lagi Nara juga tahu tentang hukum nya seorang istri yang tidak melayani suami nya dan Nara juga takut bila seperti ini terus Aydan akan pergi dari nya karena pada umum nya pria normal mana pun akan mencari kepuasan dari luar jika tidak mendapatkan nya dari istri di rumah. Sungguh Nara sangat takut akan hal itu.
Ceklek
__ADS_1
Pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Aydan keluar sudah memakai celana kolor dan kaos oblong nya, pakaian yang biasa dia pakai bila akan tidur, namun Nara terlihat menyipitkan mata nya saat melihat ada yang berbeda dengan wajah Aydan saat ini.
" Ayan, maksudku kenapa?" Ya saat ini Aydan berpenampilan culun dan memerankan peran nya sebagai Ayan.
" Aku tidak mau kamu ketakutan saat melihat ku" jawab Aydan seraya mendudukan diri nya di samping Nara yang masih menatap nya dengan tatapan tak percaya.
" Maaf, aku tidak bermaksud" Nara menundukan wajah nya.
" Hey, kenapa kamu yang meminta maaf? Seharus nya aku yang meminta maaf karena sudah membuat mu seperti ini" Aydan mengangkat dagu Nara agar mendongak dan melihat ke arah nya.
" Maaf karena aku tidak bisa seperti wanita normal lain nya yang bisa melewati malam pertama pernikahan dengan berbagi cinta, tapi aku" Nara menunjukan wajah yang terlihat sendu.
" Hey sudah lah, aku tidak apa - apa! Aku akan menunggu mu sampai siap. Kamu tenang saja, aku punya banyak waktu luang sekarang karena om Dimas ada di perusahaan" Aydan terkekeh saat mengatakan nya seraya menarik Nara ke dalam dekapan nya. Aydan fikir mungkin kali ini Nara tidak akan muntah lagi karena tadi saja saat tubuh nya bau asam karena keringat yang belum di bersihkan Nara baik - baik saja dalam dekapan nya apa lagi sekarang setelah diri nya mandi.
__ADS_1
Namun ternyata Aydan salah karena sepersekian detik kemudian Nara langsung mendorong tubuh nya dan berlari ke kamar mandi sambil membekap mulut nya sendiri. Aydan pun mendengus kesal sebelum berlari menghampiri Nara yang sedang memuntahkan isi perut nya di kamar mandi dengan beberapa pertanyaan dalam kepala nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏