
Siang hari nya, sebagian karyawan sudah di siap kan untuk menyambut kedatangan CEO utama dan pemilik perusahaan itu di loby perusahaan. Tentu saja Angga yang memimpin mereka beserta semua manager di semua divisi.
" Aku dengar pemilik perusahaan kita dari Indonesia, dia masih tampan walau usia nya sudah lima puluh tahunan" ucap salah satu karyawan yang berada di dekat Feyrin.
" Benar kah? Berarti usia nya tidak jauh dengan CEO kita, bukan kah CEO kita juga tampan walau usia nya yang sudah tak muda lagi" jawab yang satu nya.
" Ya, kamu benar! Mereka itu hot daddy, mau dong jadi sugar daddy nya" ucap yang tadi, dan mereka pun terkekeh bersama.
" Cih, enak saja. Kalian tidak ada seujung kuku pun dari mommy ku dan Tante Fika" batin Feyrin seraya memutar bola mata nya malas. Sungguh Feyrin merasa kesal saat mendengar ucapan dari para karyawan alay itu.
" Kamu anak magang baru, jangan membuat ulah lagi! Aku peringat kan kamu" Shania menghampiri Feyrin dengan Ceryl dan Emy di belakang nya.
" Apa maksud kakak saya? Yang ada orang - orang di belakang kakak yang selalu membuat masalah" Feyrin terlihat tidak takut sama sekali dengan Shania.
" Apa kamu bilang? Asal kamu tahu, kami tidak akan bersikap seperti itu bila kamu tidak mencari masalah dengan ku" Ceryl menatap tajam Feyrin.
" Kalian diam lah, jangan membuat keributan! Sebentar lagi CEO kita akan segera datang!" Tiba - tiba Carry datang dan menghenti kan keributan yang terjadi antara mereka. " Dan kamu, bersiap lah mendapat kan balasan dari ku karena sudah mencari masalah dengan adik ku!" Tambah Carry lagi dengan nada ancaman.
" Silah kan, saya tidak takut sama sekali" Feyrin menatap Carry seolah menantang pria itu.
" Kamu!" Carry menahan tangan nya yang sudah melayang di udara karena berniat untuk menampar Feyrin, namun mengingat begitu banyak nya orang di sana Carry pun mengurung kan niat nya. " Kamu tunggu saja apa yang akan aku lakukan pada mu!" Tambah Carry lagi sebelum dia menjauh dari Feyrin dengan di ikuti oleh Ceryl dan yang lain nya.
Sementara itu, Afkha dan Nanda yang baru saja sampai di depan gedung perusahaan dengan menggunakan mobil mewah berwarna hitam.
__ADS_1
" Apa semua nya sudah beres? Aku tidak sabar ingin segera menangkap tikus - tikus itu" Nanda tersenyum menyeringai seraya mata nya menatap ke arah pintu utama perusahaan.
Saat ini Nanda dan Afkha masih berada di dalam mobil yang tadi mereka naiki.
" Kakak tenang saja, Angga dan Feyrin mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik" jawab Afkha tersenyum penuh arti.
" Bagus, mereka ternyata bisa di andal kan" Nanda mengangguk kan kepala nya. " Jadi, apa kamu benar - benar akan menjadikan Angga sebagai menantu mu?" Tambah Nanda lagi dengan senyum mengejek nya.
" Aku tidak tahu, semua keputusan ada di tangan putri ku" jawab Afkha mantap.
" Bagus, kita sebagai orang tua memang harus mendukung apa pun yang ingin di lakukan oleh anak kita. Selama itu baik, kenapa tidak? Iya kan?" Nanda menepuk pundak Afkha dengan cukup keras.
" Iya, kamu benar kak! Sekarang lebih baik kita turun dan kita mulai permainan nya" Afkha tersenyum menyeringai di ikuti Nanda dengan senyum yang sama.
Semua karyawan yang sudah bersiap tampak menunduk hormat menyambut kedatangan ke dua nya.
" Selamat datang daddy, om" Angga menyalami dua orang yang sangat dia hormati itu.
" Apa kamu bekerja dengan baik selama di sini?" Nanda berkata dengan nada datar nya.
" Tentu saja dad, daddy bisa tanyakan pada om Afkha" jawab Angga dengan santai nya.
" Bagus kalau begitu" Nanda tersenyum tipis. " Sekarang bawa kami ke ruangan mu!" Tambah Nanda lagi.
__ADS_1
" Baiklah" Angga mengangguk kan kepala nya seraya berjalan di depan untuk membawa Nanda dan Afkha ke dalam ruangan nya. Di sana lah permainan akan di mulai, karena di dalam sana sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan mereka.
Ceklek
Angga membuka pintu ruangan nya, dan di sana sudah ada dua orang yang berdiri dari duduk nya saat mendengar kedatangan dari orang yang mempunyai ruangan itu.
" Selamat siang pak Angga, tuan Afkha dan tuan Nanda" seorang pria tampak tersenyum ramah seraya membungkuk kan badan nya sedikit di hadapan Angga dan yang lain nya.
" Selamat siang, silahkan duduk!" Angga mempersilahkan ke dua pria yang sudah Angga suruh untuk menunggu kedatangan nya di ruangan itu untuk kembali duduk. Angga, Afkha dan Nanda pun ikut duduk dengan mereka. Kini Angga duduk di kursi kebesaran nya dengan dua orang tadi duduk di hadapan nya, sedang kan Afkha dan Nanda duduk di atas sofa yang ada di ruangan itu juga.
Tadi sebelum kedatangan Afkha dan Nanda, dua orang pria itu yang tak lain adalah Carry manager keuangan di sana dan juga Mark yang merupakan direktur divisi utama yang bertugas mengatur pembelanjaan dan pengolahan produk yang mereka buat.
Sebenar nya BS Corp berbeda dengan Balendra Corp dan Saputra Corp yang bergerak di berbagai bidang, BS Corp hanya bergerak di bidang tekstil di mana mereka mengolah bahan mentah menjadi benang dan kain. Baru setelah itu mereka membuat pakaian dengan menggunakan bahan itu di perusahaan cabang milik mereka yang berada di kota yang sama.
Sebenar nya masalah yang sedang di alami perusahaan saat ini adalah, begitu banyak kain dan benang yang keluar dari perusahaan. Namun tidak sesuai dengan jumlah yang masuk di perusahaan cabang sehingga perusahaan cabang tidak bisa memproduksi barang yang cukup untuk di ekspor ke beberapa negara yang lain nya. Dan itu cukup membuat perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar karena bukan saja mereka kehilangan bahan, tapi juga terancam pembatalan kerja sama dengan beberapa negara yang sudah bekerja sama dengan mereka.
Angga yang memang di tugas kan Nanda dan Adzriel untuk menghandel masalah ini sudah berhasil mengatasi masalah kekurangan barang untuk di ekspor dengan cara menambah beberapa karyawan untuk sementara agar permintaan mereka bisa di penuhi, sedang kan untuk kain dan benang nya Angga membeli dari toko bahan terbaik di kota itu yang kualitas nya tak kalah dengan kualitas hasil produksi mereka. Walau pun itu membuat keuntungan mereka berkurang, setidak nya itu bisa menyelesai kan masalah yang sedang mereka hadapi.
Namun Angga dan Afkha masih saja kesulitan menemukan pelaku utama yang melakukan kecurangan itu sehingga Afkha akhir nya meminta Feyrin yang akan menjadi karyawan magang di perusahaan nya untuk menyelidiki kasus ini dan membantu menemukan pelaku nya. Setidak nya para pelaku itu tidak akan bersikap waspada pada seorang karyawan magang biasa.
Karena seperti nya ada beberapa orang yang terlibat, sehingga Angga kesulitan dalam menemukan bukti yang cukup untuk menjerat para pelaku walau pun dia sudah mencurigai beberapa orang di perusahaan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1