
Sementara di sudut pesta yang lain nya, tampak Dimas yang sedang menatap seorang gadis dengan senyum tak lepas dari bibir nya, membuat Anita sang ibu nya merasa aneh melihat putra nya itu yang tidak pernah seperti itu sebelum nya. Anita pun mulai mencari arah pandangan putra nya yang ternyata tertuju pada dua orang gadis yang sedang mengobrol dengan dua pria tampan dengan begitu akrab nya.
" Kamu lihatin siapa sih Dim?" Anita menepuk pundak Dimas membuat Dimas terkesiap.
" Ibu ngagetin aja!" Ucap Dimas .
" Kamu lihatin siapa sih sampai segitu nya? Katakan pada ibu Alea atau Dela?" Anita menatap Dimas dengan tatapan menyelidik.
" Ish, ibu apa an sih. Apa maksud nya coba?" Dimas menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal dengan salah tingkah karena sudah ketahuan oleh ibu nya itu.
" Kamu jangan bohong sama ibu! Ibu sudah kenal kamu sejak dalam perut ibu asal kamu ingat" ucap Anita mendengus kesal. " Lagi pula umur kamu sudah cukup buat nikah Dim, kamu lihat! Aydan yang usia nya enam tahun di bawah kamu saja sudah menikah, jadi kapan ibu akan punya mantu. Ingat Dim, ibu sudah tua dan hanya kamu harapan ibu untuk mendapatkan cucu. Kamu tahu sendiri kan kalau ibu hanya punya kamu" Anita terlihat sendu membuat Dimas merasa bersalah pada ibu nya itu.
Dimas memang anak tunggal dari pasangan Anita dan Yudi. Anita berumur lebih muda beberapa tahun dari Anika, namun Anita yang menikah saat Nanda memasuki bangku SMA dan baru di karuniai anak saat Nanda sudah berusia dua puluh tahun. Anita dan Yudi merasa bersyukur dan merasa cukup dengan kehadiran Dimas di antara mereka, apa lagi mengingat penantian panjang yang mereka lalui hanya untuk kehadiran seorang putra yang tak lain adalah Dimas.
" Ibu tenang saja, aku akan segera menikah. Ibu doa kan saja dia juga akan menyukai ku" Dimas menarik tubuh ibu nya itu ke dalam dekapan nya.
" Jadi Alea atau Dela" ucap Anita di dalam dekapan putra nya seraya tersenyum penuh arti.
" Ish, ibu ingin tahu?" Dimas mengurai pelukan nya pada Anita dan menatap lekat wajah wanita yang sudah melahirkan nya itu.
" Tentu saja, ibu jadi penasaran. Siapa sih gadis yang bisa merebut hati putra ibu yang tampan dan begitu anti perempuan ini" Anita berkata dengan nada mengejek nya.
" Ya, aku fikir wanita itu merepotkan. Kecuali ibu tentu nya, tapi dia berbeda. Di saat wanita lain selalu salah tingkah dan mencoba untuk mencari perhatian ku, dia malah memarahiku bahkan di hari pertama kami bertemu ibu tahu dia mengatai ku pria yang menyebalkan" Dimas terkekeh saat mengatakan nya seraya mengingat kembali pertemuan pertama nya dengan Dela.
__ADS_1
" Benarkah, ck ck ck sungguh gadis yang pemberani" Anita terlihat agak terkejut dengan apa yang di katakan oleh putra nya itu. " Jadi, siapa gadis pemberani itu?" Anita mengangkat alis nya sebelah.
" Dela" jawab Dimas mantap sambil mata nya menatap serius pada gadis yang barusan dia sebut nama nya.
" Dela? Apa dia sudah tahu kamu menyukai nya?" Tanya Anita lagi.
" Tidak" Dimas menggelengkan kepala nya.
" Ish, apa kamu perlu ibu bantu? Ibu rasa ibu bisa melakukan sesuatu untuk mu" Anita tersenyum penuh arti.
" Tidak - tidak, biar aku yang melakukan nya sendiri. Dan bila aku membutuhkan bantuan ibu, baru aku akan mengatakan nya pada ibu" Dimas ingin memastikan kalau Dela juga menyukai nya, baru dia akan meminta bantuan pada ibu nya untuk melamarkan Dela pada orang tua Dela.
" Baiklah, tapi kamu jangan lama - lama mikir! Nanti keburu di ambil orang baru nyaho kamu" setelah mengatakan itu, Anita berlalu dari hadapan Dimas meninggalkan putra nya itu yang tampak berfikir dengan senyuman mengembang di bibir nya.
" Bagaimana usul ku waktu itu, apa kamu sudah memikirkan nya?" Alice tampak menatap Yuki dengan wajah yang serius.
" Aku sih setuju saja, bagaimana menurut mu?" Yuki bertanya pada Adzriel.
" Setuju apa?" Adzriel mengerutkan kening nya.
" Ya, setuju apa? Kalian sedang merencanakan hal gila apa lagi Hem?" Jay ikut menimpali. Dia tahu persis bagaimana sifat istri nya dan para sahabat nya itu yang selalu punya ide dan hal- hal gila yang biasa mereka lakukan.
" Ish, kamu ini kenapa sih? Sama istri sendiri juga kayak gitu!" Alice mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
" Kak Jay ini selalu berfikiran buruk pada kami" Yuki ikut mendengus kesal.
" Kalau kalian tidak merencanakan hal gila, sekarang cepat katakan!" Adzriel mengambil minuman yang ada di hadapan nya dan langsung meminum nya.
" Kami berencana monjodohkan Alea dengan Rifki, bagaimana?" Ucap Yuki dan Alice secara bersamaan dengan nada antusias mereka membuat Adzriel yang sedang meminum minuman nya langsung menyemburkan kembali minuman yang ada pada mulut nya sedangkan Jay langsung tersedak dengan cemilan yang sedang dia makan sedari tadi.
" Ukhuk... Ukhuk, apa yang kalian katakan?" Jay langsung mengambil minuman yang ada di hadapan nya. Alice yang melihat suami nya seperti itu pun langsung membantu Jay memukul - mukul punggung suami nya yang sedang tersedak
" Ish, kamu jorok sekali sih pah" Yuki mendengus kesal seraya mengusap wajah nya yang basah karena terkena semburan air dari mulut suami nya dengan tisyu yang dia bawa. " Lihat riasanku rusak kan" Yuki melihat riasan wajah nya yang agak rusak karena air itu, dengan menggunakan ponsel nya.
" Maaf, habis ucapan kalian barusan membuat kami merasa kaget" Adzriel membantu membersihkan wajah istri nya dengan tisyu yang lain nya.
" Ya, apa kalian tahu? Rencana kalian yang ini adalah rencana tergila yang pernah kami dengar" Jay mendengus kesal.
"Menurut kami itu rencana yang sangat bagus" Alice berkata dengan penuh percaya diri
" Ya, aku juga setuju" Yuki menganggukan kepala nya.
" Apa kalian yakin? Maksud ku lihatlah ke dua anak itu! Mereka tidak pernah akur" Adzriel menunjuk putra nya yang sedang mengobrol bersama dengan Angga, Alea dan Dela. Dan seperti biasa nya Rifki dan Alea terlihat berdebat dan saling mengusili.
" Ish, kami juga tahu. Tapi apa kamu tidak ingat bagaimana kita dulu, kak Jay dan Alice juga. Apa kita akur satu sama lain, tidak bukan?" Yuki melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
Autor kurang bersemangat karena udah dua kali karya ini di tolak kontrak nya. Autor bingung harus bagaimana lagi, kata nya di karya ini banyak adegan fulgar nya. Padahal menurutku gak terlalu banyak. ππ masa autor harus revisi semua yang bab di mana Nara di renggut kesucian nya. Harus ganti judul juga dongπ€¦π€¦
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih ππ