Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 178


__ADS_3

Wajah Feyrin dan wajah Angga kini hanya berjarak beberapa mili saja, bahkan Feyrin kini sudah memejam kan mata nya saat perlahan wajah Angga semakin mendekati wajah nya. Hanya tinggal beberapa mili lagi ke dua bibir itu akan bertaut satu sama lain, namun.


Ceklek


Terdengar pintu ruangan Angga terbuka dari luar membuat Feyrin dan Angga sama - sama saling menjauh dengan salah tingkah.


" Apa yang sedang kalian lakukan?" Ternyata itu Diana dan Ceryl yang baru datang untuk menjenguk keadaan Angga, mungpung hari ini adalah hari Sabtu dan hari ini mereka libur bekerja. Jadi mereka memutus kan untuk datang ke rumah sakit untuk menjenguk bos nya itu, apa lagi besok Angga dan Feyrin sudah akan pergi ke Indonesia. Jadi Diana dan Ceryl ingin menjenguk bos mereka itu sekalian ingin bertemu dengan teman mereka yang selama Angga di rawat di sana tidak pernah meninggal kan rumah sakit walau hanya sebentar saja.


Apa lagi sejak Angga sadar dari tidur panjang nya, Diana dan Ceryl belum sempat menjenguk Angga lagi ke rumah sakit karena mereka sangat sibuk di perusahaan.


" Seperti nya kita datang di waktu yang tidak tepat" Ceryl menampak kan wajah yang tidak enak nya.


Ceryl dan Diana sama - sama tahu apa yang tadi sedang Feyrin dan Angga lakukan, karena saat mereka masuk jarak wajah ke dua nya sangat dekat dan hampir tak berjarak. Apa lagi Diana dan Ceryl sama - sama sudah dewasa dan tahu pasti apa yang sedang terjadi di sana.


" Ya, kamu benar! Apa kita kembali saja lain waktu ya" Diana terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, apa yang kalian sedang bicarakan huh" Feyrin memberengut kesal. " Asal kalian tahu, kami tidak sedang melakukan apa pun. Tadi om Angga posisi nya merasa tidak nyaman dan aku membantu untuk membenahi posisi bantal nya" jawab Feyrin beralasan dengan wajah yang sudah merona karena malu.


" Ya, Feyrin benar" Angga mengangguk setuju dengan wajah yang dia buat setenang mungkin. Padahal dalam hati nya Angga juga sama salah tingkah nya dengan Feyrin.


" Ya, kami percaya. Iya kan Diana?" Ceryl berkata dengan senyum penuh arti pada teman baru nya itu.


"Ya, kami percaya" Diana mengangguk dengan senyum yang tak jauh beda dengan senyum Ceryl barusan.

__ADS_1


" Oh ya, apa ada yang penting?" Angga langsung mengalih kan pembicaraan mereka dengan pertanyaan nya.


" Ah tidak kok pak, kami hanya ingin menjenguk keadaan bapak saja. Kami senang saat mendengar bapak sudah sadar dan kondisi bapak juga sudah membaik" Diana yang menjawab.


" Saya minta maaf, karena perbuatan paman Mark pada anda. Membuat anda jadi seperti ini" Ceryl terlihat menyesal saat mengatakan nya.


" Ini bukan salah mu, kenapa kamu yang meminta maaf? Sudah lah, lagi pula dia sudah mendapat kan hukuman nya" Angga berkata dengan nada datar nya.


" Terima kasih karena kalian tidak membenci ku setelah apa yang aku dan kakak ku lakukan pada kalian, terutama kamu Fey" tambah Ceryl lagi membuat Feyrin langsung berdiri dan mendekati nya.


" Sama - sama, lagi pula aku tahu kamu gadis yang baik. Hanya saja rasa iri membuat mu gelap mata dalam sesaat" Feyrin memegang tangah Ceryl. " Aku harap ke depan nya tidak akan ada hal buruk lagi di antara kita, dan kita bisa berteman sampai kita tua nanti" tambah Feyrin membuat Ceryl langsung memeluk gadis itu.


" Terima kasih" ucap Ceryl di sela pelukan nya.


Awal nya Diana dan Ceryl merasa sedih karenal Feyrin akan pergi dalam waktu yang lumayan lama, tapi Ceryl dan Diana juga ikut senang karena keberangkatan mereka ke Indonesia juga untuk kelangsungan hubungan mereka ke depan nya.


" Akhir nya mereka pulang juga" ucap Angga menarik nafas lega saat teman - teman Feyrin pulang dari sana.


" Ish, apa maksud om itu? Apa om tidak suka mereka datang menjenguk mu" Feyrin mendengus kesal.


Feyrin pikir seharus nya Angga senang dan bersyukur karena banyak yang peduli pada nya dan menjenguk nya, tapi apa yang di lihat oleh Feyrin malah sebalik nya. Angga malah terlihat seakan tidak suka dengan kedatangan mereka menjenguk nya.


" Bukan begitu, aku hanya sedikit kesal saja pada mereka" jawab Angga dengan begitu enteng nya.

__ADS_1


" Kesal, kesal kenapa?" Feyrin mengerut kan kening nya, Feyrin jadi semakin bingung saja setelah mendengar kan ucapan Angga barusan. Karena menurut Feyrin sejak tadi tidak ada sikap atau kata - kata yang bisa membuat seseorang kesal apa lagi Angga yang merupakan bos dari mereka.


" Ish, apa kamu tidak mengerti juga?" Angga menggerutu kesal. " Tentu saja aku kesal karena kedatangan mereka tadi merusak salah satu momen penting kita" tambah Angga lagi dengan senyum menggoda nya.


" Ish, apaan sih!" Feyrin tersipu malu dengan wajah yang merona setelah dia memukul pelan dada bidang Angga.


" Aw" Angga mengaduh kesakitan seraya tangan nya memegangi bagian dada nya, saat tangan Feyrin mendarat di dada nya karena di sana masih ada luka yang masih terasa sedikit sakit.


" Ah, maaf kan aku! Aku tidak sengaja, bagai mana aku bisa lupa kalau om sedang sakit saat ini" Feyrin mengusap pelan dada Angga dengan wajah yang panik dan merasa bersalah.


" Tidak apa - apa, lagi pula sakit nya hanya sedikit saja" ucap Angga seraya memegangi tangan Feyrin yang mengusap pelan dada nya.


" Bagai mana pun juga om kan sedang terluka, tidak seharus nya aku memukul om tadi. Maaf ya!" Feyrin pun mendongak kan kepala nya untuk melihat wajah Angga, dan karena jarak mereka yang sangat dekat. Kini ke dua wajah itu saling pandang dengan jarak yang hanya beberapa senti saja.


Waktu seakan berhenti dengan detak jantung mereka yang terdengar sangat kencang, dan entah siapa yang memulai nya. Kini ke dua bibir itu saling bertaut satu sama lain dengan begitu lembut nya.


Pasangan muda itu pun sesaat terbuai dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini, walau Feyrin terlihat kaku dan tidak membalas apa yang Angga lakukan pada nya karena Feyrin masih bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Ini memang ciuman pertama bagi Feyrin, namun ini bukan yang pertama bagi Angga karena ciuman pertama nya dulu dia lakukan dengan Lula mantan kekasih nya.


Merasa Feyrin hanya diam saja, Angga pun melepas kan pagutan pada bibir mereka dan tangan nya terulur untuk mengusap bibir Feyrin yang basah akibat ulah nya.


" Seperti nya aku sangat beruntung karena menjadi yang pertama" Angga tersenyum menggoda pada Feyrin yang kini sedang menunduk malu dengan wajah yang merona.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2