
Feyrin pun langsung berlari masuk ke dalam ruangan Angga dan langsung memeluk tubuh Angga yang terlihat masih memejam kan mata nya dengan tangis yang pecah saat itu juga.
" Om Angga bangun lah! Aku tidak mau kehilangan mu, aku sangat mencintai mu hiks.. hiks.." Feyrin memeluk erat tubuh Angga dan sedikit mengguncang nya membuat Angga yang sedang memejam kan mata nya karena merasa pusing di kepala nya menjadi kaget saat tiba - tiba Feyrin datang dan meluk nya seperti ini.
" Jangan tinggal kan aku, aku sangat mencintai mu bukan kah kamu juga sangat mencintai ku dan akan membahagiakan ku" Feyrin masih dalam posisi yang sama, membuat Angga tersenyum saat mendengar kan ucapan Feyrin barusan. Walau pun Angga tidak tahu apa yang terjadi sebenar nya sehingga Feyrin menangis seperti itu sambil memeluk tubuh nya, tapi Angga sangat senang saat mendengar nya.
" Apa semua itu bohong huh, kamu malah membuat ku menangis kalau kamu seperti ini" tambah Feyrin lagi membuat senyum di wajah Angga semakin lebar saja.
" Tentu saja aku tidak berbohong, aku akan selalu membahagiakan mu" Angga akhir nya mengeluar kan suara nya walau pun masih agak lemah, Angga tidak sanggup melihat Feyrin yang menangis seperti itu karena diri nya. Angga pikir cukup selama beberapa hari ini dia selalu mendengar kan tangisan pilu dari gadis itu selama dia tidak sadar kan diri, dan saat itu Angga hanya bisa mendengar kan tanpa mengatakan atau berbuat apa - apa. Tapi kali ini diri nya bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan pada gadis yang dia cintai itu.
Feyrin menghenti kan tangis nya dengan mata yang membola sempurna saat mendengar kan suara yang sangat dia kenal itu walau pun terdengar masih lemah.
" Apa itu tadi, apa aku tidak salah dengar?" Gumam Feyrin pelan namun masih bisa di dengar oleh Angga. Feyrin masih tidak berani menoleh kan wajah nya karena takut dia hanya salah dengar saja.
" Tidak, kamu tidak salah dengar sayang" Angga kembali berucap untuk meyakin kan gadis yang terlihat masih terbengong sambil memeluk tubuh nya.
Feyrin yang sangat terkejut saat mendengar suara itu untuk ke dua kali nya langsung bangun dari posisi nya untuk melihat wajah pria yang selama beberapa hari ini menjadi alasan nya untuk menetes kan air mata nya.
" Ka kamu sudah bangun?" Ucap Feyrin dengan mata yang membulat sempurna.
__ADS_1
" Ya, aku sudah bangun" Angga tersenyum manis walau dengan alat pernafasan yang masih terpasang di wajah nya. " Aku sangat merindu kan mu" tambah Angga lagi, sedang kan Feyrin masih belum bisa mengatakan sepatah kata pun, namun air mata nya terus mengalir deras tanpa bisa dia tahan.
" Apa kamu tidak merindu kan ku hem?" Angga kembali berucap saat melihat Feyrin hanya diam dan tidak mengatakan apa pun.
Hening
Kembali menyelimuti mereka saat Feyrin masih belum mengatakan sepatah kata pun, sedang kan Angga juga sudah tidak tahu lagi apa yang harus dia ucap kan saat ini. Hanya air mata yang ikut menetes dari sudut mata nya saat melihat Feyrin yang tidak berhenti meniti kan air mata nya sampai saat ini.
Melihat air mata Angga menetes dengan bibir yang tiba - tiba diam, membuat hati Feyrin sakit dan tanpa berkata apa pun dia langsung kembali memeluk tubuh pria yang sangat dia cintai itu.
" Maaf, maaf karena sikap ku selama ini selalu menyakiti perasaan mu. Maaf jika aku membuat mu merasa terabai kan selama ini" tubuh Feyrin bergetar seiring Isak tangis yang keluar dari bibir nya saat ini.
" Tidak, aku yang seharus nya meminta maaf" Feyrin menggeleng kan kepala nya di atas tubuh Angga yang masih terbaring lemah.
" Tidak, aku yang salah. Jadi aku yang harus meminta maaf pada mu" ucap Angga kembali membuat Feyrin langsung bangun dari posisi nya saat ini.
" Aku yang harus minta maaf" ucap Feyrin lagi dengan nada penuh penekanan.
" Aku yang harus minta maaf" Angga juga tidak mau kalah.
__ADS_1
" Aku" ucap Feyrin
" Aku" ucap Angga tak mau kalah.
Sekejap mata mereka saling pandang dengan tajam karena memperebut kan siapa yang harus nya meminta maaf dan bersalah. Dan sepersekian detik kemudian
" Ha ha ha" Feyrin dan Angga sama - sama tertawa dengan pelan setelah mereka saling pandang satu sama lain. Feyrin pun mengusap air mata yang sejak tadi mengalir deras di wajah nya.
" Aku mencintai mu, jangan pernah melakukan hal ini lagi pada ku!" Ucap Feyrin setelah dia menghenti kan tawa nya. Kini Feyrin menatap Angga dengan wajah yang serius.
" Aku juga mencintai mu, aku berjanji tidak akan membuat mu menangis lagi karena diri ku. Maaf" ucap Angga membalas tatapan Feyrin tak kalah serius. " Apa kamu tidak mau memeluk ku lagi hem?" Angga tersenyum menggoda membuat Feyrin terkekeh dan setelah nya dia kembali memeluk tubuh Angga yang masih terbaring itu. " Terima kasih karena kamu mau menunggu ku dan terima kasih karena kamu sudah sangat mencintai ku, aku sangat beruntung mendapat kan cinta dari gadis seperti mu" ucap Angga di sela pelukan mereka.
" Aku juga berterima kasih karena om Angga mau bertahan demi diri ku, dan terima kasih karena sudah mencintai ku" jawab Feyrin di dalam dekapan Angga.
Kini Feyrin dan Angga bisa sama - sama tenang karena kini perasaan mereka sudah sama - sama tersampai kan dan mereka juga kini sudah sama - sama bisa menerima cinta satu sama lain. Dan yang paling penting, kini mereka tidak harus saling menyiksa perasaan masing - masing saat ke dua nya saling egois dengan ego mereka masing - masing.
Setelah mereka selesai saling mencurah kan isi hati satu sama lain, tak lama setelah itu Angga di pindah kan dari ruang ICU ke ruang rawat inap biasa untuk pemulihan kesehatan tubuh nya karena walau pun Angga sudah sadar saat ini, luka di tubuh Angga masih belum pulih sepenuh nya dan masih membutuh kan beberapa perawatan di sana sampai luka pada tubuh Angga benar - benar sembuh.
Dan sejak saat itu, Adzriel dan yang lain nya bisa masuk bergiliran menjenguk keadaan Angga saat ini. Mereka sama - sama sangat bersyukur karena Angga saat ini sudah sadar dan tinggal memulih kan kondisi tubuh nya yang masih sakit akibat dari semua luka yang dia dapat dari kecelakaan itu.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏