Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 43


__ADS_3

Hari berganti hari dan tak terasa hari pernikahan Nara dan Aydan sudah semakin dekat saja, besok lebih tepat nya Nara dan Aydan akan sah menjadi pasangan suami istri baik di mata hukum maupun di mata agama.


" Cie, yang besok udah punya istri ngelamun aja" Rifki yang baru datang ke kamar Aydan langsung melempar bantal yang ada di tempat tidur Aydan yang sedang tengkurap seraya memandangi layar ponsel nya di sana. Rifki pun setelah itu langsung ikut melihat apa yang Aydan sedang lihat.


" Akhir nya ada juga yang melepas kelajangan nya di antara kita" Angga Ikut mendekati Aydan di sisi yang lain nya.


" Sudah, jangan di pandangi terus! Mulai besok kamu bisa melihat nya sampai puas" Rifki langsung menyambar ponsel yang ada di tangan Aydan. Aydan saat itu sedang melihat beberapa foto kenangan nya bersama dengan Nara dulu.


" Ish, kau ini menyebalkan sekali! Kembalikan! Aydan berusaha merebut ponsel yang ada di tangan Rifki. " Kau ini sirik aja, terserah aku mau melihat nya sekarang atau besok. Yang penting aku menyukai nya" Aydan pun langsung menyimpan ponsel yang berhasil dia rebut dari Rifki ke dalam kantong celana nya.


" Cih, kau ini sudah mulai menjadi budak cinta rupa nya" Rifki tersenyum mengejek.


" Kalau anak - anak jaman sekarang bilang bucin" Angga ikut mengejek Aydan.


" Ish, kalian ini sirik aja! Makan nya cepet nikah juga Sono!" Aydan berkata dengan nada mencibir.


" Ish, aku masih ingin sendirian, wanita hanya bisa merepotkan saja" ucap Rifki.


"Hey, apa kamu tidak akan mengadakan pesta seperti malam pernikahan mu dengan Karin waktu itu?" Tanya Angga yang ingin mengalihkan pembicaraan. Angga memang sudah punya kekasih, tapi Angga belum mau menikah seperti Aydan sekarang.


" Aku tidak mau, jangan om ingatkan aku lagi pada kejadian buruk itu. Satu - satu nya hal baik saat itu hanyalah pernikahan ku yang batal dan perbuatan iya - iya ku pada Nara, walaupun aku menyesal karena tidak bisa mengingat bagaiamana rasa nya" Aydan terkekeh di akhir ucapan nya.


" Cih, dasar kau ini" Rifki dan Angga langsung menimpuk Ayda dengan bantal karena merasa kesal dengan ucapan sepupu mereka itu. Sungguh mereka tidak habis fikir dengan pemikiran pria itu. Walau pun yang di katakan Aydan itu memang benar, karena kalau malam itu Aydan tidak menangkap basah Karin, sudah di pastikan saat ini Aydan akan menjadi suami dari wanita ular itu dan dapat di pastikan kehidupan Aydan tidak akan bahagia.

__ADS_1


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara itu di rumah Nara, tampak dekorasi dan hiasan pesta sudah terpasang cantik, wara - Wiri orang - orang yang mengerjakan semua hal tentang pesta juga tampak ramai di sana. Namun tidak dengan di kamar Nara yang terlihat sepi dengan Nara yang sedang melamun sendirian di kamar nya sambil melihat poster Ca En Wo yang terpajang di sana oleh Aydan beberapa Minggu yang lalu setelah diri nya pulang dari rumah sakit waktu itu.


" Kamu sedang mikirin apa sih Nar?" Alea Tiba - tiba duduk di samping Nara yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil memeluk boneka Doraemon kesayangan nya.


" Pengantin jangan melamun, pamali kalau kata orang Sunda." Dela terkekeh saat mengatakan nya dan ikut duduk di sisi sebelah nya.


" Kalian mengagetkan ku saja! Kalian dari mana saja?" Nara tampak terkesiap dengan kedatangan dua gadis itu.


" Maaf, kami baru datang karena pekerjaan kami sangat banyak. Kamu tahu kan aku CEO dan kamu tahu kesibukan ku" Alea berkata ponggah.


" Iya aku tahu ibu CEO" Nara memutar bola mata nya malas.


" Oh ya, setahu ku om Dimas sangat baik" Nara tampak berfikir.


" Ya, setahu ku juga begitu" Alea ikut menimpali.


" Ish, kalian tidak tahu saja. Dia itu sangat menyebalkan sebagai atasan, dia sering sekali mengerjai ku ini dan itu. Aku sangat kesal pada nya" Dela mendengus kesal.


" Mengerjai mu bagaimana maksud mu?" Alea mengerutkan kening nya.


" Dia sering membuat ku harus terjebak lama - lama di ruangan nya, walau pun tugas yang dia berikan pada ku sangat tidak penting menurut ku" Dela mengingat kembali bagaimana cara Dimas membuat Dela agar lama berada di ruangan nya dengan memberikan Dela tugas - tugas yang terkadang di luar pekerjaan nya.

__ADS_1


" Ish, kalau itu aku seperti nya tahu alasan nya" ucap Nara dengan enteng nya.


" Apa?" Dela dan Alea berucap bersamaan seraya menatap Nara dengan wajah yang penasaran.


" Seperti nya om Dimas menyukai mu" jawab Nara dengan santai, namun mengundang gelak tawa dari Dela sedangkan Alea tampak berfikir.


" Ha ha ha... Kamu ini ada - ada saja sih Nar, gak mungkin kan pria seperti pak Dimas menyukai ku" Dela berusaha menghentikan tawa nya saat melihat Nara dan Alea menatap nya tajam.


" Apa nya yang tidak mungkin ha?" Jawab Nara dan Alea kompak membuat Dela terkesiap.


" Ish, tentu saja itu tidak mungkin" Dela tersenyum kaku. Jujur saja dia merasa senang kalau itu memang terjadi, tapi itu kan baru perkiraan mereka saja dan belum tentu itu benar. Lagi pula mana mungkin pria menyebalkan yang selalu saja berdebat dengan nya sejak pertemuan mereka yang pertama akan menyukai nya yang hanya seorang bawahan nya saja.


" Sudah, jangan bahas pak Dimas lagi! Lebih baik sekarang kamu katakan, kamu tadi sedang memikirkan apa? Apa kamu sangat gugup menghadapi pernikahan mu besok?" Dela mengubah topik pembicaraan.


" Kalau gugup pasti iya, dan tadi aku sedang memikirkan suami masa depan ku yang harus aku lupakan mulai malam ini" Nara menatap sedih poster besar yang ada di hadapan nya sambil menunjuk nya.


" Ish, kau ini! Bukan kah calon suami mu yang sesungguh nya lebih tampan dari nya?" Alea terkekeh saat mengatakan nya.


" Ya, harus aku akui bos ku itu memang sangat tampan" Dela mengatakan itu dengan mata yang berbinar penuh kagum.


" Ish, kalian ini bisa saja. Ya aku akui Aydan tidak kalah tampan dari Ca En Wo ku" Nara terkikik geli saat mengatakan nya.


Ya, perlahan keadaan Nara mulai membaik, Nara perlahan sudah kembali menjadi Nara yang dulu walau pun belum sepenuh nya. Nara kini sudah mulai banyak bicara dan mulai mau di ajak bercanda dan sesekali juga dia tertawa dan terkekeh saat sedang mengobrol dengan yang lain nya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2