Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 120


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, setiap hari Dinka dan Feyrin sama - sama bertemu dengan pria yang mereka sukai. Dinka setiap pulang dari kampus nya selalu menyempat kan diri untuk datang ke kafe Algi, apa lagi di hari libur seperti hari ini Dinka menawar kan diri untuk membantu Algi di kafe nya.


" Apa kamu cape? Sudah ku bilang kamu tidak perlu melakukan nya" Algi yang melihat Dinka mengusap keringat yang bercucuran di dahi nya, menghampiri Dinka dan berbicara pada nya.


Sudah setengah hari Dinka bekerja di sana sebagai pelayan membantu para pegawai di kafe Algi.


" Tidak apa - apa, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih ku karena kamu sudah membantu ku waktu itu" jawab Dinka dengan senyum manis di bibir nya.


" Waktu itu kamu kan sudah memberikan kue untuk ku, aku rasa itu sudah cukup" Ucap Algi tak mau kalah


" Kalau begitu ini tanda terima kasih ku karena kamu sudah beberapa kali mentraktir makanan untuk ku" Dinka juga tak mau kalah.


" Ish, memang sulit bicara dengan gadis keras kepala seperti mu" Algi memutar bola mata nya malas. " Kamu tahu, tidak kamu, Alea, kak Aydan, kalian sangat mirip walau bukan saudara kandung" tambah Algi lagi dengan wajah yang kesal.


" Wajar saja kak, kami kan tumbuh di keluarga yang sama" Dinka terkekeh saat mengatakan nya.


" Mungkin kamu benar! Ya sudah, kamu lanjut kan saja pekerjaan mu! Aku akan ke ruangan ku sebentar" Algi pun pergi dari hadapan Dinka untuk pergi ke ruangan nya.


" Cih, tadi saja menyuruh ku berhenti. Sekarang sudah seperti bos pada pegawai nya saja" Dinka menggeleng - geleng kan kepala nya menatap Algi yang masuk ke dalam ruangan nya.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di rumah keluarga Saputra, tampak Feyrin yang sedang menikmati liburan nya sedang bersantai di pinggir kolam renang seraya memakan beberapa cemilan yang tadi dia bawa dari dapur.


" Kamu tidak pergi Fey?" Alea yang baru saja turun dari kamar nya langsung menghampiri Feyrin.

__ADS_1


Hari kini sudah menjelang sore, Alea baru saja turun dari kamar nya. Entah apa yang di lakukan oleh Alea dan Rifki sejak tadi pagi, Feyrin pun tak tahu dan tak berani mengganggu mereka.


" Kakak baru turun? Kak Rifki mana, apa tidak ikut dengan kakak?" Feyrin celinguk kan mencari keberadaan Rifki di belakang Alea.


" Kak Rifki masih tidur, seperti nya dia kelelahan" Alea terkekeh saat mengatakan nya.


" Kelelahan? Kok bisa? Memang apa sih yang kalian lakukan sejak pagi di kamar? Aku sampai bosan di biarkan sendirian di rumah ini" Feyrin menggerutu kesal.


" Ada deh, anak kecil gak boleh tahu"Alea kembali terkekeh.


" Ish, dasar kalian ini!" Feyrin mendengus kesal.


Alea tidak mungkin mengatakan kalau diri nya yang kali ini menyerang Rifki dengan lumayan ganas, sehingga membuat Rifki menjadi kelelahan akibat ulah diri nya. Entah kenapa di waktu tertentu, Alea sering merasakan gai rah nya meninggi dan tak bisa menahan nya. Sampai - sampai suami nya harus rela dia jadi kan korban kenik matan yang sama - sama mereka rasakan bersama.


" Lalu, kenapa kamu tidak pergi ke luar? Bukan nya biasa nya kamu pergi dengan teman kerja mu yang wanita setengah itu" Tanya Alea sambil terkikik geli dengan ucapan nya sendiri.


" Berbeda bagai mana maksud mu?" Alea mengerut kan kening nya.


" Entah lah, dia sekarang sering menghindari ku. Kalau biasa nya dia selalu memberi ku tumpangan atau mengajak ku untuk makan siang. Beberapa hari ini om Angga seolah menjauhi ku dan menjaga jarak dengan ku" Feyrin menjelas kan.


" Mungkin itu hanya perasaan mu saja, atau kamu merasa berbuat sesuatu yang salah pada nya?"


" Aku tidak tahu kak, apa mungkin dia tahu kalau aku menyukai nya ya? Apa kakak memberi tahukan ini pada nya?" Feyrin menatap Alea dengan tatapan menyelidik.


" Tentu saja tidak, aku mana mungkin melakukan nya" Alea mendengus kesal. " Aku juga takut kalau hal yang sekarang terjadi pada mu itu terjadi kalau om Angga mengetahui nya, jadi aku simpan rapat - rapat rahasia ini" tambah Alea lagi masih dengan wajah kesal nya

__ADS_1


" Kalau bukan kakak, siapa dong. Tidak mungkin Dinka kan?" Feyrin tampak berfikir.


" Dinka juga tahu? Sejak kapan?" Alea tampak kaget dan tak percaya


" Saat di acara syukuran kak Nara, aku dan Dinka yang merasa bosan karena tidak ada pasangan. Kami malah membicarakan tentang pria yang kami suka" jawab Feyrin dengan santai nya.


" Apa om Angga tidak sengaja mendengar nya ya?" Batin Alea seraya mengingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu, di mana diri nya tidak sengaja bertemu Angga yang seperti kaget saat di sapa oleh nya. Dan Alea ingat betul saat itu Angga berada di dekat meja Feyrin dan Dinka yang sedang mengobrol.


" Apa mungkin Dinka ya kak?" Ucap Feyrin lagi namun Alea masih terbengong sendiri dengan lamunan nya. " Kak , kak Alea mikirin apa sih? Denger aku tidak?" Feyrin yang merasa kesal karena tidak di anggap oleh Alea pun mengguncang tubuh Alea dengan cukup keras.


" Iya aku dengar, aku ini bukan nya tidak mendengar, tapi aku sedang berfikir tahu" Alea memberengut kesal.


" Mikirin apa sih? Sampai gak denger aku ngomong?" Feyrin tak kalah kesal. " Tapi kalau di pikir - pikir, apa aku katakan saja yang sebenar nya ya kak pada om Angga? Mungkin dengan begitu aku bisa minta maaf pada nya karena sudah menyukai nya. Lagi pula, aku tidak mau om Angga sedih. Apa lagi kalau dia mengetahui bagai mana sebenar nya kak Lula" tambah Feyrin lagi .


" Yang sebenar nya tentang Lula? Apa maksudmu?" Alea menatap Feyrin dengan wajah yang penasaran.


" Lihat ini!" Bukan nya menjawab, Feyrin malah mengeluarkan ponsel nya dan mulai mengotak Atik layar nya seraya memperlihat kan pada Alea.


Dan betapa terkejut nya Alea saat melihat apa yang ada di sana.


" Dasar wanita tidak tahu diri, bagai mana bisa dia melakukan hal ini pada om Angga? Maksud ku kurang apa om Angga pada nya?" Alea menggeleng - geleng kan kepala nya dengan wajah yang terlihat kesal. " Kamu melihat ini kapan Fey, kenapa kamu tidak mengatakan ini pada om Angga?"


" Satu bulan yang lalu kak, saat aku ke bioskop dengan Susi. Dan alasan ku tidak mengatakan nya, aku tidak mau melihat om Angga bersedih dan terluka" jawab Feyrin dengan wajah yang sendu.


" Astaga Feyrin, kenapa kamu sangat baik sekali? Aku yakin om Angga pasti akan menyesal bila menyia - nyiakan gadis sebaik kamu" ucap Alea menatap sendu ke arah Feyrin.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2