
Keesokan hari nya, Dinka seperti biasa pergi ke kampus nya dengan menggunakan taksi online yang dia pesan. Dinka sedang tidak mood untuk mengendarai sepeda motor yang biasa dia bawa karena masih kepikiran dengan apa yang di lakukan oleh Algi kemarin pada nya.
" Ish, kamu bodoh Dinka! Kenapa kamu mau saja di cium oleh nya" batin Dinka seraya menyentuh bibir nya sendiri yang masih bisa merasakan saat di mana bibir Algi menempel di sana.
Saat ini Dinka masih berada di dalam taksi online yang dia naiki menuju ke kampus nya.
Dinka merasa sangat bingung sekaligus kesal dengan apa yang sudah terjadi kemarin di dalam mobil Algi saat berada di kampus nya. Dinka mengingat kembali kejadian kemarin di mana Algi yang dengan seenak nya mengambil ciuman pertama nya, bahkan tidak ada kata cinta atau penjelasan dari mulut pria itu. Dinka sangat menyesali nya, apa lagi saat itu Dinka hanya menurut saja dengan ucapan Algi pada nya, bahkan saat Algi menyuruh diri nya pergi ke kelas untuk belajar. Sungguh saat itu Dinka seperti orang yang sedang di hipnotis saja oleh pria itu.
" Aaaakh" tanpa sadar Dinka berteriak karena merasa sangat kesal saat memikir kan semua nya.
" Ada apa mbak?" Sopir taksi online yang mendengar teriakan dari Dinka tampak menoleh kan kepala nya dengan wajah yang terkejut. Bahkan sopir itu langsung menghenti kan mobil nya karena panik.
__ADS_1
" Tidak ada apa - apa pak, maaf ya!" Dinka tersenyum kikuk seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal. " Kita lanjut kan saja perjalanan nya!" Tambah Dinka lagi dengan perasaan yang tidak enak.
" Baik mbak, tapi beneran kan mbak gak kenapa - napa?" Sopir itu memastikan seraya masih berwajah panik.
" Tidak pak, benar tidak apa - apa. Tadi saya ketiduran dan mimpi buruk, he he" bohong Dinka karena merasa malu. Sungguh Dinka saat ini benar - benar merasa sangat malu, dia merutuki kebodohan nya sendiri sepanjang perjalanan nya menuju kampus yang bisa - bisa nya berteriak seperti itu di dalam taksi online itu.
Hari ini Dinka dan Refhan akan kembali membicarakan soal pesta kejutan yang akan mereka berikan untuk Ara. Sungguh, beberapa hari ini Dinka akan di sibukkan dengan hal itu.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
" Aish, bagai mana kamu bisa melakukan itu pada nya Algi?" Algi memukul kepala nya sendiri. " Tapi kenapa rasa nya sangat manis ya? Bahkan aku masih bisa merasakan nya" Algi tersenyum seraya memegang bibir nya sendiri, Algi kembali teringat bagai mana diri nya yang dengan berani nya mencium bibir mungil Dinka yang selalu saja membuat diri nya tak bisa menahan diri nya sendiri bila bersama dengan gadis itu.
__ADS_1
Sebenar nya alasan Algi menyuruh adik nya Gina untuk berpura - pura sebagai kekasih nya saat itu, agar Dinka mau meninggal kan diri nya dan menyerah akan cinta nya. Karena jujur saja, Algi tidak tahu bagai mana perasaan nya pada Dinka. Setiap kali gadis itu berbicara dan mendekati nya, ada hal aneh yang terjadi di dalam hati nya. Apa lagi detak jantung nya yang selalu berdetak lebih cepat dari biasa nya setiap kali melihat wajah ceria gadis itu membuat Algi takut untuk mengakui perasaan nya sendiri.
Namun ternyata cara yang di lakukan oleh Algi itu salah, justru ke tidak hadiran Dinka di hidup nya selama beberapa hari ini membuat perasaan dan pikiran Algi semakin kacau saja karena setiap saat hanya wajah cantik dan ceria Dinka yang selalu memenuhi pikiran nya. Oleh karena itu juga Algi tanpa sadar mengemudi kan mobil nya ke kampus tempat gadis itu melanjut kan pendidikan nya.
" Ish, bagai mana kalau dia marah pada ku ya? Apa lagi kemarin aku tidak mengatakan kata cinta pada nya" Algi merutuki kebodohan nya yang bisa - bisa nya mencium seorang gadis begitu saja, bahkan terkesan memaksa. " Haish, kalau seperti ini bagai mana aku bisa bertemu lagi dengan nya?" Tambah Algi lagi dengan wajah yang tampak berpikir. Jujur saja Algi memang tidak pernah merasakan perasaan seperti ini yang bahkan tidak tahu bagai mana cara bersikap saat di depan seorang gadis. Bahkan dulu saat diri nya mencintai Nara, tidak pernah seperti itu. Algi bisa menghadapi dan bertemu dengan Nara dengan sikap nya yang biasa saja dan menjadi diri nya sendiri, tidak seperti saat ini.
" Aku lebih baik mempersiap kan semua nya, selain Dinka aku juga harus menghadapi keluarga Balendra dan yang lain nya. Itu pasti tidak akan mudah, apa lagi ada kak Aydan di sana" Algi mengingat bagai mana Aydan dulu yang selalu mempersulit diri nya saat dia ingin pergi dengan Alea dan juga Nara. Apa lagi sekarang, Algi kan bukan hanya ingin mengajak Dinka untuk bermain melain kan ingin menikahi nya dan menjadikan Dinka sebagai pendamping hidup nya.
" Cih, kenapa aku memikir kan nya? Lagi pula kak Aydan sekarang sudah di jinak kan oleh Nara" Algi terkekeh sendiri dengan ucapan nya barusan. Algi mengingat bagai mana bucin nya Aydan pada Nara, apa lagi semenjak kehamilan Nara. Aydan semakin perhatian dan mengikuti semua keinginan suami nya itu. Ya, Aydan dan Nara tak jarang juga datang ke kafe itu untuk sekedar makan atau memenuhi ngidam Nara yang kadang agak aneh.
Bagai mana tidak aneh, Nara pernah datang ke sana hanya untuk meminta Algi menemani nya makan sambil menceritakan masa kuliah mereka. Tentu saja Algi dengan senang hati melakukan nya, walau pun dia harus lebih berhati - hati dalam menyebut kan beberapa kenangan antara diri nya dan Nara karena Aydan yang selalu menatap tajam ke arah nya.
__ADS_1
" Tapi aku juga tidak mungkin menemui Dinka dalam waktu dekat ini, aku harus mempersiap kan semua nya dulu. Semoga saja Dinka akan senang dengan apa yang akan aku lakukan" gumam Algi seraya membayang kan apa - apa saja yang akan dia persiapkan untuk rencana nya nanti. Algi sebenar nya bermaksud untuk langsung melamar Dinka pada keluarga Balendra sebelum dia akan pergi langsung ke Bandung untuk melamar Dinka pada orang tua kandung nya. Tadi nya Algi pikir dia akan langsung saja ke Bandung, tapi Algi berpikir kalau diri nya harus mengatakan ini pada keluarga Balendra juga karena bagai mana pun Dinka saat ini tinggal di keluarga itu.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏