
Ish, kalian ini memang pasangan tak punya akhlak. Bisa - bisa nya kalian melupakan ku dan hanya mengobrol berdua saja" Algi mendengus kesal karena merasa di acuh kan. " Lebih baik aku pergi mengurusi pekerjaan ku dari pada harus melihat kalian berdua, membuat jiwa jomblo ku meronta saja" Algi pun berdiri dari duduk nya.
" Ya, itu lebih baik. Sana pergi, urus pekerjaan mu dengan baik" Aydan mengibaskan tangan nya mengusir Algi.
"Cih, kalian ini benar - benar" Algi menggelengkan kepala nya. " Nara, kamu tunggu saja pesanan mu. Kalau kurang kamu boleh nambah, tapi untuk tuan muda Balendra ini harus bayar, oke!" Algi terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, kau fikir aku tidak bisa membayar makanan yang di pesan oleh calon istri ku" Aydan mendengus kesal
" Aku tidak mengatakan hal itu" Algi kembali terkekeh sebelum dia benar - benar meninggalkan meja Nara dan Aydan.
" Kenapa kamu bisa tahu aku ada di sini?" Ucap Nara setelah Algi benar - benar pergi menjauh dari mereka.
" A aku " Aydan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal karena bingung harus mengatakan apa, tidak mungkin kan dia bilang kalau dia membuntuti Nara dari belakang?
" Apa?" Nara menatap Aydan dengan tatapan menyelidik.
" Pesanan nya nona!" Belum juga Aydan mengatakan sesuatu yang belum terfikirkan oleh nya, untung saja seorang pelayan datang membawakan pesanan Nara yang membuat Nara melupakan pertanyaan nya pada Aydan.
" Terima kasih!" Ucap Nara ramah sambil mata nya berbinar menatap makanan yang ada di hadapan nya , sedangkan Aydan tampak menelan saliva nya susah melihat betapa merah nya makanan yang ada di hadapan nya dengan cabai. " Apa kamu mau?" Nara menunjuk makanan yang ada di hadapan nya.
" Tidak usah" Aydan menggeleng cepat. " Tapi apa kamu yakin ingin memakan ini semua?" Tanya Aydan ragu karena melihat makanan itu terlihat sangat pedas dengan porsi yang lumayan banyak apa lagi kini Nara memesan dua porsi makanan.
" Aku yakin, selamat makan!" Nara pun tak menungggu lama langsung menyantap makanan yang ada di hadapan nya dengan sangat lahap tanpa menghiraukan Aydan yang seperti nya belum selesai bicara karena Nara sudah tidak sabar ingin segera mencicipi makanan yang sejak tadi ingin dia makan.
__ADS_1
Aydan hanya menggeleng - gelengkan kepala nya melihat Nara yang begitu lahap nya memakan makanan yang dulu sangat dia hindari karena warna nya yang sangat merah yang tentu nya rasa nya sangat pedas, namun kini Nara melahap makanan itu dengan sangat lahap dan dalam waktu beberapa menit saja semua nya tandas di lahap habis oleh Nara tanpa terlihat kepedasan sama sekali.
" Enak nya" Nara tersenyum puas setelah dia menghabiskan makanan nya dan meminum es teh manis yang tadi dia pesan.
" Mau lagi?" Tangan Aydan terulur mengusap bekas makanan yang tersisa di sudut bibir Nara dengan tangan nya membuat Nara terkesiap dengan perlakuan dari Aydan barusan.
" A apa yang kau lakukan?" Nara memalingkan wajah nya yang sudah merona dari Aydan agar pria itu tidak melihat nya. Menerima perlakuan seperti itu dari Aydan membuat Nara menjadi salah tingkah.
" Kamu makan seperti anak kecil saja" Aydan terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, terserah aku" Nara memberengut kesal membuat Aydan tertawa kecil melihat kelakuan Nara yang menurut nya sangat lucu.
Setelah Nara puas dengan makanan dan minuman yang ada di kafe itu Aydan pun mengajak Nara pulang dengan menggunakan mobil nya sedangkan mobil Nara Aydan titipkan pada Algi dan akan menyuruh seseorang untuk mengambil nya nanti.
" Kamu mau membawaku kemana?" Nara merasa kesal pada Aydan yang memaksa nya untuk ikut bersama nya walaupun Nara sudah menolak nya.
" Siapa?" Nara mengerutkan kening nya.
" Nanti kamu juga akan tahu, jadi diam lah dan duduk manis" Aydan berkata dengan lembut. " Ini akan menjadi kejutan untuk mu" tambah Aydan lagi.
" Kejutan? Bicara soal kejutan, kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi. Bagaimana kamu tahu kalau aku sedang di kafe Algi tadi?" Nara menatap Aydan dengan tatapan menyelidik.
" Sayang, apa itu harus kita bahas?" Aydan masih memikirkan alasan yang cocok untuk dia berikan pada Nara.
__ADS_1
" Ya, dan itu penting untuk ku" Nara masih menatap Aydan. " Kamu tahu, aku sedikit takut? Apa kamu menyewa mata - mata untuk mengawasiku? Ish, kalau benar bisakah kamu hentikan! Aku sangat risih dengan itu"
" Kamu ini terlalu banyak menonton film seperti nya" Aydan terkekeh saat mengatakan nya. " Aku tidak perlu mata - mata, karena aku yang akan langsung mengawasi mu, aku tidak percaya pada siapa pun untuk tugas yang satu ini" batin Aydan menatap serius pada Nara.
" Apa itu arti nya tidak?" Nara mengangkat alis nya sebelah.
" Tentu saja tidak, aku kebetulan lewat sana dan melihat mobil biru kesayangan mu itu terparkir di sana. Jadi aku fikir mungkin kamu ada di sana" bohong Aydan untuk menutupi kebohongan nya yang lain.
"Oh" Nara hanya ber oh ria saja.
" Untung dia percaya" batin Aydan bernafas lega.
Nara pun akhir nya diam dan tak banyak bertanya lagi pada Aydan yang sedang fokus menyetir mobil yang mereka tumpangi sekarang. Dan di sepanjang perjalanan mereka selanjut nya di isi dengan keheningan yang menemani ke dua nya.
Tak lama mobil yang mereka tumpangi terlihat memasuki gerbang besar yang Nara tahu persis di mana itu dan setelah beberapa lama, mobil mereka berhenti tepat di depan pintu utama mansion keluarga Balendra. Ya Aydan membawa Nara ke mansion keluarga nya.
Walau pun Nara merasa bingung dan ada tanda tanya besar pada kepala nya saat ini, Nara pun akhir nya menurut dan mengikuti Aydan masuk ke dalam. " Ayo!" Aydan menggandeng tangan Nara saat melihat langkah Nara yang terlihat agak ragu. Aydan pun membawa Nara ke taman belakang di mana di sana terdengar riuh dengan suara orang yang sedang mengobrol.
" Assalamualaikum" ucap Aydan dan Nara bersamaan.
" Walaikum sallam" terdengar riuh jawaban salam dari dalam.
Nara membulatkan bola mata nya dengan wajah yang sulit untuk di artikan saat di sana ada beberapa orang yang sudah lama tidak Nara jumpai. Di sana ada Fariz adik kandung Aydan yang berada di Bandung dengan Amaira yang merupakan sepupu dari Aydan. Tak lupa juga di sana tampak Andra dan istri nya Mira yang sedang berbincang dengan om Dimas.
__ADS_1
Tak lupa juga grand ma Anika dan grand pa Davian, serta kakek Bima dan kakek Bisma beserta istri - istri mereka. Dan jangan lupakan kakek Yudi dan nenek Anita yang merupakan orang tua dari om Dimas. Semua nya tampak lengkap apa lagi Oma Zela dan opa Arga juga bergabung di sana. Sungguh keluarga besar yang komplit. Oh ya di sana juga ada kakek Danu yang sudah menikah kembali dengan sekertaris nya yang usia nya jauh lebih muda dari nya dan kini mereka sudah punya anak perempuan yang sudah berumur 19 tahun yang bernama Dinka.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏