Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 171


__ADS_3

" Ya, aku tahu kalau aku harus kuat demi baby twins, kak Aydan, bunda dan yang lain nya" Nara tersenyum tulus. " Oh ya, apa ayah juga datang? Dan apa kalian tahu kabar tentang om Angga?" Wajah Nara berubah sendu.


" Ya, kami sudah mendengar nya" Nami mengangguk kan kepala nya dengan wajah yang tak kalah sendu. " Maka dari itu, kamu harus berjuang sampai baby twins lahir agar ayah mu bisa tenang meninggal kan Indonesia untuk melihat om mu itu ke Paris bersama dengan papa Adzriel" Nami memberi semangat pada Nara.


" Itu pasti Bun, seandai nya saja keadaan ku tidak seperti ini. Aku pasti juga akan pergi ke Paris" Nara mengangguk kan kepala nya.


" Kamu tenang sayang, yakin lah kalau om Angga akan melewati semua ini dengan baik. Om Angga sekarang juga sedang berjuang untuk kehidupan nya sama seperti kamu" Aydan yang sejak tadi diam saja, ikut menimpali.


" Ya, suami mu benar! Om Angga sangat kuat, dia pasti akan baik - baik saja. Jadi kamu jangan terlalu banyak berpikir, fokus saja dengan kelahiran baby twins saat ini" tambah Nami yang di angguki oleh Nara.


Tak lama Nami pun keluar karena memang yang di perboleh kan menemani pasien yang akan melahir kan hanya satu orang saja dan Aydan tidak mungkin keluar karena diri nya tidak mau ketinggalan momen kelahiran bayi - bayi nya.


Tiga puluh lima menit sudah Nara terus memaki dan menganiaya suami nya dengan keganasan nya. Rambut Aydan yang tadi nya rapi, kini sudah acak - acakan, jas dan dasi yang terpasang rapi juga entah kemana. Yang ada hanya kemeja putih yang sudah kusut dan tangan yang penuh dengan luka cakaran dan genggaman yang erat.


" Apa ini masih lama dok?" Tanya Aydan karena sudah tidak tahan melihat istri nya menderita kesakitan seperti itu. Aydan bisa melihat bagai mana sakit nya itu, karena Nara yang biasa nya selalu tenang dan kalem berubah menjadi ganas seperti ini.


" Ya dok, kenapa semakin lama rasa nya semakin sakit saja?" Nara sudah sejak lima menit yang lalu menangis lagi karena kesakitan.


" Memang seperti itu nona, tapi kalau nona terus - terusan memakai tenaga nona dengan percuma. Nanti saya takut kalau tenaga nona habis saat akan mengeluar kan baby twins kalian" ucap dokter Fisa memberi saran.

__ADS_1


" Lalu aku harus bagai mana dok? Ini sangat sakit" Nara menggerutu kesal. " Aw" Nara kembali meringis kesakitan. " Kak, kenapa rasa nya aku ingin pup ya? Bisakah kakak mengantar ku ke kamar mandi?" Nara bangun dari posisi berbaring nya dengan sudah payah dan Aydan membantu nya.


" Pelan - pelan!" Ucap Aydan seraya membantu istri nya untuk bangun.


" Cepat, aku sudah tidak tahan lagi. Rasa nya sudah berada di ujung" ucap Nara dengan setengah membentak pada Aydan, Aydan hanya mengangguk tanpa ada niat membalas nya. Memang baru kali ini Nara berkata dengan nada tinggi seperti itu pada diri nya, tapi Aydan bisa maklum karena saat ini Nara sedang sangat kesakitan.


" Eh tunggu dulu, berbaring lah dulu!" Dokter Fisa yang mendengar ucapan Nara barusan langsung menghampiri Nara saat Nara baru akan menurun kan kaki nya dari atas blankar.


" Kenapa dok? Nara ingin pup kata nya, apa itu tidak boleh?" Aydan merasa heran dengan dokter itu.


" Itu bisa saja karena baby twins nya akan keluar sekarang, jadi biar kan aku memeriksa nya" dokter Fisa membantu Nara untuk kembali berbaring dan bersiap untuk kembali memeriksa jalan lahir untuk baby twins.


" Benar kah, hampir saja baby twins akan lahir di toilet kalau dokter Fisa tidak melarang ku" ucap Nara dengan wajah yang terkejut seraya menuruti apa yang di arah kan oleh dokter Fisa.


" Jadi baby twins akan keluar sekarang? Sayang yang kuat ya!" Aydan tampak terkejut sekaligus senang karena akhir nya baby twins akan segera lahir ke dunia ini.


" Saya hitung sampai tiga, setelah itu nona langsung dorong baby twins untuk keluar oke!" Nara pun mengangguk mengerti. " Satu , dua , tiga, dorong!"


" Heeeeu" Nara mengejan dengan sekuat tenaga untuk mengeluar kan baby twins mereka, begitu pun dengan Aydan yang ikut berteriak karena Nara menekan tangan nya dengan sangat kencang. " Huh huh huh" Nara mengatur nafas nya setelah mengejan tadi.

__ADS_1


" Satu kali lagi, siap satu, dua, tiga, dorong!" Dokter Fisa kembali memberi kan instruksi nya


" Heeeeu" Nara kembali mengejan dengan sekuat tenaga dan akhir nya setelah Nara mengejan sebanyak empat kali. " Oek.. oek.." suara tangisan bayi terdengar nyaring saat ini.


" Selamat, baby boy" dokter Fisa memperlihat kan bayi itu pada Aydan dan juga Nara.


" Bayi yang tampan" Nara tersenyum bahagia.


" Ya, tampan seperti ku" ucap Aydan seraya terkekeh.


" Suster, tolong bersihkan dulu" bayi itu di beri kan pada suster di sana oleh dokter Fisa. " Nona, saat rasa mulas itu muncul lagi. Kita bersiap untuk kelahiran baby yang ke dua, anda harus kuat dan semangat" ucap dokter Fisa memberi semangat.


" Baik dok" Nara mengangguk kan kepala nya. " Seperti nya sekarang juga dia ingin keluar dok, huh huh huh" ucap Nara seraya mengatur nafas nya saat merasakan rasa mulas itu datang lagi seperti tadi.


" Baik lah nona, seperti biasa setelah hitungan ke tiga, satu, dua, tiga, dorong!" Dokter Fisa kembali memberikan instruksi nya.


" Heeeeu" Nara kembali mengejan dengan sekuat tenaga. " Huh huh huh, dokter apa masih belum keluar? Rasa nya aku sudah tidak kuat lagi" Nara terlihat sangat lemas dengan wajah yang pucat serta mata yang seakan akan tertutup karena rasa lelah nya setelah dia mengejan beberapa kali.


" Sayang, jangan menyerah! Aku mohon, kamu pasti bisa!" Aydan terlihat panik saat melihat keadaan istri nya yang seperti itu, " dokter, bagaimana ini? Cepat lakukan sesuatu!" Tambah Aydan lagi dengan wajah yang semakin panik saat melihat Nara kini menutup mata nya.

__ADS_1


" Tidak nona, bangun lah! Anda tidak bisa menyerah seperti ini saja. Apa anda tidak kasihan pada bayi anda, dia sudah akan keluar" dokter Fisa menepuk pelan pipi Nara agar terbangun dari tidur nya. Selang oksigen juga sudah terpasang untuk membantu Nara yang seperti nya sudah kehabisan nafas dan tenaga nya karena melahir kan bayi pertama mereka.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2