
Mohon di baca saat sudah buka puasa, karena ada beberapa bagian yang bisa membuat batal puasa kalianπ π
Rifki pun langsung memapah Alea masuk ke dalam mobil nya untuk membawa nya segera ke rumah sakit terdekat, namun Rifki khawatir kalau diri nya akan terlambat karena jarak dari tempat mereka saat ini sangat jauh dari kota dan pemukiman warga, sehingga jarak yang harus di tempuh mereka saat ini sangat jauh.
" Panas kak" Alea masih saja meracau seraya tangan nya terus menyentuh tubuh Rifki.
Alea juga tidak tahu kenapa, saat ini tubuh nya terasa sangat panas dan entah kenapa juga Alea rasa nya ingin sekali di sentuh oleh Rifki, karena saat tangan Rifki merangkul pundak nya dan memasuk kan diri nya ke dalam dekapan nya Alea merasa sedikit nyaman sehingga diri nya ingin hal lebih dari pria yang kini membawa nya ke dalam mobil.
" Kamu tahan Alea, aku akan menyelamatkan mu bagaimana pun cara nya" Rifki menatap iba pada Alea yang kini terlihat berantakan dengan rambut yang acak - acak kan dan pakaian yang juga berantakan karena ulah diri nya sendiri.
Rifki pun langsung menutup pintu mobil nya setelah memastikan Alea duduk dengan nyaman di kursi depan yang akan bersebelahan dengan diri nya nanti nya. Rifki pun langsung berlari mengitari mobil nya dan masuk dari sisi yang lain nya untuk mengemudi kan mobil nya.
" Panas kak, aku sudah tidak tahan lagi" Alea meng erang seraya berusaha membuka kemeja yang sedang di pakai nya dengan tergesa - gesa.
" Tahan Lea!" Rifki melirik Alea yang ada di samping nya, dan betapa terkejut nya dia saat melihat Alea yang sudah membuka baju bagian atas nya dan hanya menyisakan dalaman berbentuk kaca mata saja pada tubuh nya. " Astagfirullaah Alea" Rifki yang sangat kaget langsung mengerem mobil yang dia kemudi kan dengan mendadak sehingga tubuh nya dan Alea terpental ke arah depan.
" Aw, sakiit... Panas... Tolong aku kak!" Alea meringis kesakitan dengan tubuh nya yang semakin lama menjadi semakin tak karuan.
Sedangkan Rifki yang sudah di buat kaget tadi, tampak membulatkan ke dua bola mata nya seraya menelan saliva nya susah saat pemandangan indah dari tubuh bagian atas Alea yang terpang pang di hadapan nya terlihat sangat menggoda iman nya. Dua gunduk kan kembar milik Alea yang kini hanya tertutup penutup berbentuk kaca mata itu tampak begitu menggoda di mata Rifki saat ini. Rifki hanyalah seorang pria normal yang akan tergoda dan membuat has rat dalam tubuh nya muncul saat di suguhkan pemandangan yang seperti itu. Namun Rifki berusaha menahan diri nya saat ini.
__ADS_1
" Pakai baju mu Alea!" Rifki mengambil kemeja Alea yang teronggok di dekat kaki nya dan berniat memakai kan nya pada Alea, namun Alea malah menarik tubuh Rifki sehingga kini tubuh Rifki dan Alea berhimpitan tanpa jarak, dan aneh nya itu membuat Alea merasa lebih baik.
Deg deg
Detak jantung ke dua nya berdetak dengan sangat kencang dengan nafas Alea yang memburu sedangkan Rifki kini sedang menekan has rat nya yang semakin tinggi karena sikap Alea ini, apa lagi kini tubuh bagian atas Alea setengah polos dan itu cukup untuk membuat bagian bawah Rifki terbangun saat ini.
" Tolong aku!" Ucap Alea setengah berbisik pada telinga Rifki dengan sebelah tangan nya yang sudah mulai nakal berusaha membuka kancing kemeja yang di pakai Rifki saat ini.
" Oh Tuhan... Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Rifki meng erang frustasi.
Sungguh saat ini Rifki sangat bingung dengan keadaan sekarang, di satu sisi Rifki ingin sekali menjaga kehormatan gadis yang sangat di cintai nya. Tapi Rifki juga tidak mau mengambil resiko dengan keselamatan Alea saat ini, karena Rifki sedikit banyak tahu tentang bahaya nya bagi orang yang meminum obat perangsang jika has rat nya tidak tersalurkan. Orang itu akan meninggal atau menjadi gila, dan Rifki tidak mau itu semua terjadi pada Alea.
" Alea sayang, pakai baju mu ya! Aku berjanji tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada mu" Rifki mendorong pelan tubuh Alea dan mulai memasuk kan pakaian Alea mulai dari tangan nya dengan pandangan yang dia fokuskan pada wajah Alea yang terlihat sangat tersiksa. Rifki sengaja melakukan nya, karena kalau Rifki melihat tubuh Alea, Rifki takut dia tidak mampu untuk menahan has rat nya lagi.
" Aku tidak mau kak" Alea menghempaskan tangan Rifki yang sedang memakai kan nya pakaian dan malah menarik tubuh Rifki agar menghimpit tubuh nya sendiri seraya tangan nya yang melingkar pada belakang leher Rifki dan langsung menyambar bibir Rifki dengan bibir nya.
Rifki tampak membulatkan ke dua bola mata nya saat merasakan bibir dan lidah Alea yang dengan lincah nya menyerang bibir Rifki yang masih terdiam karena rasa terkejut nya.
" Apa tidak apa - apa bila aku mengambil kesempatan di saat Alea seperti ini?" Batin Rifki seraya mulai memejamkan mata nya dan mulai membalas perlakuan dari Alea.
__ADS_1
Ke dua bibir itu saling beradu dengan lidah yang saling membelit satu sama lain nya di dalam sana, suara dec apan dari bibir ke dua nya memenuhi ruangan mobil miilik Rifki yang terparkir di pinggir jalan tengah hutan.
Lama Rifki dan Alea terbuai dengan kegiatan yang sedang mereka lakukan saat ini, Alea yang memang terpengaruh obat perangsang dengan dosis yang lumayan tinggi membuat nya menggila dan seolah haus sentuhan dari Rifki sehingga kini tangan nya mulai bergerak melepaskan kancing pakaian Rifki dan berusaha melepaskan nya dari tubuh Rifki.
Awal nya Rifki membiarkan nya karena jujur saja Rifki juga menik mati perlakuan Alea saat ini, sehingga sekejap Rifki terbuai dan lupa akan diri nya sendiri sampai Rifki merasakan tangan Alea yang mulai menelusup ke balik celana nya dan mulai memegang pusaka milik Rifki yang sudah mulai mengeras.
" A apa yang kamu lakukan?" Rifki melepaskan tautan pada bibir mereka dan menatap wajah gadis yang kini menatap nya dengan tatapan sayu dan penuh permohonan pada Rifki.
" Aku mohon, aku sudah tidak tahan!" Ucap Alea dengan suara parau nya. " Tolong aku!"
" Aku memang ingin menolong mu, tapi aku tidak mau melakukan sesuatu yang akan membuat mu menyesali nya nanti" ucap Rifki seraya menatap Alea dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. " Aku tidak mau melihat kebencian di mata mu nanti nya terhadap ku"
" Panas, rasa nya sangat tidak nyaman. Tolong aku!" Alea yang sudah sangat tidak tahan membuka seluruh pakaian nya di hadapan Rifki.
" Hentikan Alea, aku mohon!" Rifki menahan tangan Alea yang masih saja memberontak. " Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Gumam Rifki dengan nada yang putus asa.
Saat ini mata Rifki tertuju pada botol air minum berukuran besar yang selalu ada di dalam mobil nya. Rifki pun langsung mengambil nya dan membuka nya, kemudian dia menyiramkan nya pada seluruh tubuh Alea yang sedang merasa kepanasan itu
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih ππ
__ADS_1