
Rifki terus melangkah kan kaki nya sambil menarik tangan Alea keluar dari pusat perbelanjaan yang lumayan besar itu meninggalkan Feyrin dan Dela di sana. Alea pun hanya pasrah saja di perlakukan seperti itu oleh Rifki, dan hanya mengikuti pria itu saja. Alea juga sadar diri nya sudah salah karena telah menyelinap keluar dari rumah tanpa sepengetahuan mami nya yang sudah mewanti - wanti diri nya agar diam di rumah saja karena mami nya menghawatirkan keselamatan diri nya.
" Masuk!" Ucap Rifki dengan nada dingin nya saat dia membuka kan pintu mobil milik nya.
Alea yang merasa agak takut dengan sikap Rifki yang baru kali ini dia lihat, membuat nyali nya menciut dan tanpa berkata apa pun Alea langsung masuk ke dalam mobil Rifki dan duduk manis di sana.
" Kak Rifki pasti sangat marah pada ku saat ini, baru kali ini dia bersikap seperti itu pada ku" batin Alea menatap Rifki yang kini sudah masuk ke dalam mobil dan mulai menyala kan mesin mobil nya.
Mobil pun melaju membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan sedang, Rifki terus melaju kan mobil nya entah ke mana dan yang pasti Alea tahu persis kalau ini bukan jalan menuju ke rumah nya atau ke rumah Rifki. Namun Alea tidak berani bertanya karena raut wajah Rifki masih saja dingin dan datar tidak seperti biasa nya yang selalu berwajah tengil dan ramah pada semua orang.
Biar lah Rifki mau membawa nya ke mana pun, Alea yakin kalau Rifki tidak akan macam - macam kepada nya. Lagi pula dua hari lagi mereka juga akan menikah, jadi Alea pasrah saja mau di bawa ke mana pun oleh pria itu.
Apa lagi selama enam hari ini Alea tidak pernah bertemu dengan Rifki karena masih malu dengan perbuatan nya yang sudah menyebabkan kesucian nya hilang, merasa sangat merindu kan saat - saat seperti ini di mana diri nya bisa bersama dan melihat wajah tampan itu dari dekat.
Setelah satu jam mobil Rifki membelah jalanan dengan arah yang entah ke mana, akhir nya mobil Rifki pun berhenti dan terparkir di sebuah pinggir pantai yang pemandangan nya sangat indah, namun tidak banyak pengunjung yang datang ke sana.
" Turun!" Ucap Rifki seraya melepas kan sealt belt di tubuh nya dan langsung membuka pintu mobil untuk keluar, Alea pun tak menunggu lama pagi langsung ikut keluar dari dalam mobil mengikuti Rifki yang sedang berdiri di pinggir pantai seraya menatap biru nya air laut yang terlihat indah di depan mata mereka.
__ADS_1
" Kenapa kakak mengajak ku kesini?" Alea mengerut kan kening nya menatap Rifki yang kini menoleh ke arah nya. Mereka saat ini sedang berdiri berdampingan di pinggir pantai melihat pemandangan di depan nya.
" Aku hanya ingin menenangkan fikiran ku dan menghabis kan waktu ku dengan mu" jawab Rifki dengan enteng nya. " Aku takut kalau aku membawa mu pulang, nanti kamu tidak mau lagi menemui ku" tambah Rifki lagi. " Kamu tidak tahu bagai mana hancur nya perasaan ku setiap kamu menolak bertemu dengan ku" wajah Rifki berubah sendu.
Hati Alea merasa tercubit saat mendengar kan ucapan Rifki barusan, Alea merasa diri nya terlalu egois sehingga tidak memikirkan perasaan Rifki saat diri nya menghindari pria itu.
" Maaf" kata itu meluncur begitu saja dari bibir mungil Alea.
" Kenapa kamu meminta maaf? Kamu sama sekali tidak bersalah dalam hal ini" Rifki membalik kan tubuh nya sehingga kini dia menghadap pada Alea, begitu pun Alea yang ikut merubah posisi nya. " Yang seharus nya meminta maaf di sini adalah aku" tambah Rifki lagi membuat Alea menatap Rifki dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Tidak kak! Aku yang salah karena terlalu egois sehingga aku tidak memikir kan bagai mana perasaan kakak saat aku menghindari kakak" Alea menunduk kan kepala nya.
" Tidak, itu tidak benar" Alea menggeleng cepat seraya mengangkat kepala nya untuk melihat pria yang kini menatap sendu ke arah nya. " Kakak tidak salah, seharus nya aku berterima kasih pada kakak. Kakak tahu, aku bersyukur kalau yang melakukan nya itu kamu dan bukan pria lain mana pun itu." Alea memberanikan diri untuk mengatakan nya.
" Benar kah? Kenapa?" Rifki melipat ke dua tangan nya di depan dada nya seraya menatap intens Alea dengan sudut bibir nya yang sudah terangkat ke atas tanpa sepengetahuan Alea karena gadis itu kembali menunduk kan kepala nya, seperti nya dia sedang mengumpul kan keberanian dalam diri nya saat ini.
" Itu karena__" Alea masih ragu untuk mengatakan nya.
__ADS_1
" Karena apa hem?" Rifki mengerut kan kening nya.
" Karena___" Alea masih belum berani mengatakan nya.
" Apa?" Rifki merasa gemas sendiri dengan wanita yang ada di hadapan nya itu yang seolah berat untuk mengatakan sesuatu yang seperti nya sangat sulit untuk dia ucap kan.
" Karena___ ish, apa aku benar harus mengatakan nya? Apa Kakak tidak mengerti sama sekali maksud ku?" Alea mendengus kesal karena diri nya tidak berani mengucap kan apa yang ingin dia ucap kan.
" Aku tidak mengerti kalau kamu tidak mengatakan nya, aku kan bukan peramal" ucap Rifki. " Ya sudah kalau kamu tidak mau mengatakan nya sekarang, aku tidak akan memaksa mu juga" Rifki bersikap seolah kecewa karena Alea tidak mengatakan alasan diri nya merasa bersyukur karena diri nya lah yang melakukan hal itu terhadap diri Alea dan bukan pria lain. Dan Rifki berharap kalau itu karena Alea mencintai diri nya.
" Ish, apa benar kakak tidak mengerti maksud ku?" Alea terlihat kesal. " Ya sudah, lebih baik kita pulang saja! Untuk apa juga kita tetap berada di sini!" Alea memberengut kesal seraya membalik kan badan nya dan hendak melangkah kan kaki nya menuju ke arah mobil Rifki terparkir. Namun tangan Rifki dengan sigap mencekal dan menarik tangan Alea sehingga tubuh Alea yang sedang tidak siap langsung tertarik dan menabrak dada bidang Rifki dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat.
Deg deg.... Deg deg...
Detak jantung ke dua nya berdetak dengan sangat kencang saat ini, apa lagi kini kecdua mata itu saling bersirobok satu sama lain dengan jarak yang sangat dekat.
Perlahan Rifki mendekat kan wajah nya pada wajah Alea dengan mata nya yang tertuju pada bibir mungil Alea. Alea yang mendapat kan perlakuan itu pun langsung menutup ke dua mata nya dengan detak jantung yang semakin cepat saja dan seakan akan melompat dari tempat nya. Dan sepersekian detik kemudian ke dua bibir itu saling bertaut satu sama lain dalam waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Mereka berdua saling melepaskan rasa yang selama ini tidak bisa tersampai kan lewat ciu man yang saat ini sedang mereka lakukan dengan lembut dan penuh perasaan.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏