
Ceklek
Pintu ruangan kamar Alea terbuka oleh Alice dari luar, Alea yang baru saja menyelesaikan makan siang nya yang di suapi Jemy pun langsung menolehkan pandangan nya .
" Mami datang, dimana papi?" Alea tampak celingukan mencari keberadaan cinta pertama nya itu. Alea memang sejak kecil lebih dekat dengan papi nya Jay dari pada dengan mami nya Alice. Oleh karena itu Alea mencari pendamping hidup yang seperti papi nya itu, dan Alea menyukai Rifki juga dengan alasan itu. Alea seolah melihat papi nya dari sosok Rifki yang selalu melindungi diri nya sejak mereka masih kecil walau pun terkadang Rifki bersikap tengil kepada nya.
" Papi mu sedang sibuk di perusahaan, mungkin nanti sore dia akan ke sini" Alice meletak kan barang bawaan nya, Alice membawa beberapa pakaian ganti untuk Alea dan juga Rifki yang tadi dia ambil di kediaman keluarga Saputra terlebih dahulu.
" Kasihan papi, gara - gara aku seperti ini dia harus bekerja lagi di usia nya yang sekarang ini" Alea terlihat sendu.
" Sudahlah, kakak jangan khawatir! Aku juga sudah besar, dan sebentar lagi akan mengambil alih perusahaan." Jemi berkata dengan penuh percaya diri.
" Bagus, kamu anak pintar! Memang seharus nya seperti itu" Alea mengacak rambut Jemy dengan gemas.
" Tentu saja kamu harus melakukan nya, kamu ini putra satu - satu nya di keluarga kita, jadi kalau bukan kamu yang meneruskan perusahaan kita, siapa lagi coba?" Alice langsung mendekati ke dua anak nya.
" Aku kan ada mam, apa aku tidak di anggap di sini huh?" Alea mengerucutkan bibir nya. " Mentang - mentang aku ini perempuan"
" Bukan begitu sayang, kami tidak pernah membeda - bedakan pria atau wanita. Mami juga seoarang wanita dan dapat menjalankan Wilantara Corp dengan baik, tak kalah dengan pria" Alice berkata dengan percaya diri. " Lagi pula kamu perempuan, suatu hari kamu akan pergi dan ikut suami kamu. Tidak mungkin terus menjalankan perusahaan kita" tambah Alice lagi dengan nada lembut.
"Lagi pula kakak kan beberapa hari lagi akan menikah dengan kak Rifki, pasti kak Rifki melarang kakak untuk bekerja" Jemy ikut menimpali.
Mendengar hal itu wajah Alea malah berubah menjadi sendu dan Alice bisa melihat itu semua.
__ADS_1
" Jemy, temani kak Rifki di depan ya! Kasihan dia sendirian, nanti bosan lagi" Alice meminta Jemy untuk keluar dengan cara halus karena ada sesuatu yang harus dia bicarakan dengan putri nya.
" Baik mam, aku juga ingin mengajak kak Rifki untuk bertanding" Jemy terlihat bersemangat seraya menunjuk kan ponsel nya pada Alice dan Alea.
" Ish, otak mu itu hanya main dan main! Apa kamu tidak bosan huh?" Alea berkata dengan nada mengejek nya.
" Ish, aku hanya gila main games dalam ponsel. Tidak seperti kakak yang gila main pria" balas Jemy telak membuat Alea mengingat kembali kejadian buruk yang dia alami karena kelakuan buruk nya yang selalu mempermainkan perasaan pria.
" Ish, kau ini! Cepat pergi!" Alice mendengus kesal pada putra bungsu nya itu saat dia melihat wajah Alea yang semakin sendu.
" Maaf!" Jemy sangat menyesal karena telah mengatakan kata - kata itu.
" Tidak apa - apa, kamu tidak salah. Kamu benar, aku yang salah. Kalau aku tidak suka bergonta ganti pacar dan menyakiti perasaan mereka, hal buruk itu pasti tidak akan terjadi" sungguh Alea sangat menyesali nya saat ini.
" Mami benar, kakak tidak salah. Maaf kan aku! Aku keluar dulu!" Jemy pun langsung pergi dari sana dengan penyesalan di hati nya.
" Sekarang katakan pada mami, apa yang mengganggu fikiran mu sekarang?" Alice menatap Alea dengan tatapan menyelidik seraya mengurai pelukan nya saat Jemy sudah keluar dari sana.
" Apa maksud mami?" Jawab Alea berusaha terlihat sebiasa mungkin.
" Kamu tidak bisa membohongi mami sayang, mami tahu kamu sedang memikirkan sesuatu. Katakan apa itu soal Rifki dan pernikahan kalian?" Alice menatap intens putri kesayangan nya itu.
" Mam, apa kita tidak bisa membatalkan pernikahan aku dan kak Rifki" Alea ragu saat mengatakan nya.
__ADS_1
" Membatal kan pernikahan? Apa ada yang membuat mu marah sayang?" Alice merasa kalau ucapan Rifki tadi pada nya mungkin benar, apa Alea sudah tahu semua nya dan membenci pria itu? Alice tentu harus mengetahui nya.
" Ya" Alea menjeda ucapan nya membuat Alice semakin yakin dengan ucapan Rifki tadi. " Aku marah pada diri ku sendiri mam" lanjut Alea lagi dengan wajah yang sendu.
" Marah pada diri mu? Apa maksud mu?" Alice kini bingung karena ternyata Alea tidak membenci Rifki seperti dugaan nya atau dugaan Rifki.
" Aku marah pada diri ku karena tidak bisa menjaga diri ku sendiri sehingga aku berada dalam bahaya malam itu. Aku ingat mereka memberikan sebuah obat pada ku yang membuat tubuh ku merasa aneh dan sangat panas. Mungkin mereka berhasil melakukan sesuatu pada ku tanpa ku sadari dan itu membuat kak Rifki merasa jijik pada ku" tanpa terasa air mata menetes dari ujung mata Alea saat mengatakan isi hati nya pada wanita yang sudah melahirkan nya itu.
"Kenapa kamu merasa seperti itu sayang?" Alice mendekap tubuh Alea yang mulai bergetar seiring isakan tangis yang keluar dari bibir nya.
" Aku tidak mengingat apapun saat itu, bisa saja mereka melakukan sesuatu pada ku" tambah Alea lagi di sela isakan nya.
" Tidak sayang, tidak ada yang terjadi padamu malam itu. Mami tahu karena Rifki berhasil menyelamatkan mu dan membawa mu ke sini" Alice terlihat menenangkan putri nya. " Kalau pun ada yang berbuat sesuatu pada mu, itu Rifki sayang, calon suami mu" batin Alice seraya tangan nya terus mengusap punggung Alea dengan lembut.
" Anggap saja itu benar, tapi pernikahan ini tetap harus di batalkan" Alea menjauhkan tubuh nya dari mami nya.
" Kenapa? Apa Rifki membuat mu marah?" Alice mengerutkan kening nya karena masih bingung dengan jalan fikir putri nya itu.
" Kak Rifki seperti nya mempunyai kekasih mam, aku tidak mau menjadi penghalang untuk mereka"
" Kekasih?" Alice menjadi semakin bingung saja saat ini karena setahu nya Rifki tidak punya kekasih, kalau pun iya, Rifki tidak mungkin memberikan semua waktu nya untuk Alea. Rifki yang sangat mencemaskan keadaan Alea bahkan tidak mau pulang dari rumah sakit sejak kemarin dan hanya berada di sisi Alea saja. Bahkan Rifki sampai melupakan makan nya kalau saja Yuki dan diri nya tidak memaksa dan mengantarkan makanan ke ruangan Alea, bahkan Yuki sampai harus membujuk dan menyuapi Rifki makan walau sedikit.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1