Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 174


__ADS_3

Dua hari telah berlalu setelah kecelakaan yang menimpa Angga di Paris, akhir nya di putus kan yang datang ke Paris hanyalah Adzriel, Yuki, Rifki, Razky dan juga Jay, sedang kan yang lain nya tetap di Jakarta karena mereka tidak mungkin meninggal kan Nara yang baru saja melahir kan, apa lagi masih banyak persiapan yang harus di lakukan untuk pernikahan Dimas dan Dela yang akan di adakan tujuh hari lagi.


Zela dan Arga selaku papa dan mama kandung dari Angga bahkan tidak ikut karena keadaan mereka yang tidak memungkin kan, bahkan tidak ada yang memberi tahu kan mereka tentang kabar buruk ini karena takut akan berakibat buruk untuk kesehatan mereka. Apa lagi papa Arga yang memang sudah sakit - sakitan dan hanya terbaring lemah di kamar nya. Yuki takut kabar itu akan memperburuk kesehatan mereka nanti. Yuki hanya bisa berdo'a semoga keadaan adik nya baik dan tidak ada hal buruk lain nya agar mama Zela dan papa Arga tidak curiga karena yang mereka tahu, Angga kini sedang mengejar cinta nya di Paris.


Awal nya Dimas ingin memundur kan acara pernikahan nya karena keadaan Angga saat ini, tapi semua anggota keluarga meyakin kan nya untuk tetap pada rencana karena mereka tidak enak pada keluarga mempelai wanita. Walau pun mereka pasti akan mengerti karena mereka juga masih punya ikatan kekerabatan yang cukup dekat. Tapi mereka juga tidak ingin berlaku seenak nya sendiri tanpa memikir kan perasaan calon besan mereka.


Mereka yang datang dari Indonesia di perkirakan akan sampai di Paris malam nanti karena perjalanan mereka yang membutuh kan waktu satu hari satu malam dengan waktu kurang lebih dua puluh satu jam dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Saputra.


Selama dua hari itu juga Feyrin tidak pernah meninggal kan rumah sakit dan tetap menjaga Angga di sana, Afkha dan Arin sudah sering membujuk Feyrin untuk istirahat di rumah walau hanya sebentar saja. Tapi Feyrin tidak mau dan memilih tetap tinggal di rumah sakit, bahkan makan Feyrin juga selama dua hari ini tidak teratur karena Feyrin sering tidak nafsu makan.


Selama itu juga Ceryl dan Diana juga sering datang untuk menemani Feyrin dan menghibur gadis itu, namun semua seakan percuma karena Feyrin bahkan seperti enggan walau hanya untuk tersenyum.


" Apa om masih betah menutup mata om ini hem?" Feyrin menggenggam tangan Angga dan mengusap nya dengan lembut. " Nanti malam om Adzriel dan yang lain nya akan sampai di sini untuk melihat mu, apa kamu tidak mau menemui mereka?" Feyrin masih mengajak Angga berbicara walau Angga masih setia menutup mata nya.


" Om tahu, kak Nara sudah melahir kan baby twins. Pasti mereka sangat lucu, aku ingin segera melihat nya di Indonesia. Bukan kah kamu ingin mengajak ku ke sana" air mata Feyrin kembali menetes pada pipi nya.

__ADS_1


Feyrin sudah mendengar kabar Nara yang melahir kan dari Nanda yang mendapat kan kabar bahagia itu dari istri dan putra nya, Nanda sangat senang dan terharu saat mendengar dan melihat cucu - cucu pertama nya melalui video call. Tak lupa Nanda juga mengucap kan banyak syukur atas keselamatan dan kesehatan yang di berikan tuhan pada menantu dan cucu - cucu nya.


" Kenapa om menghukum ku seperti ini, apa sikap ku pada om selama ini terlalu menyakiti mu hiks.. hiks.." Feyrin kembali terisak dengan tubuh yang bergetar.


Seperti itu lah Feyrin selama dua hari ini, dia selalu saja mengajak Angga berbicara sambil menangis setiap kali dia menyesali sikap nya yang buruk pada Angga selama Angga berada di Paris. Feyrin sangat menyesal kenapa dia tidak mengisi waktu kebersamaan mereka dengan kebersamaan dan kebahagiaan saja.


" Bangun lah om, aku sangat merindukan mu. Aku rindu suara mu saat memanggil ku sayang, aku juga ingin mendengar kamu mengatakan kalau aku adalah calon istri mu. Aku adalah gadis yang paling bahagia di dunia ini setiap kali aku mendengar kamu mengatakan itu" Feyrin kembali mengingat saat di mana Angga menyebut nya sebagai calon istri nya di hadapan semua orang sebelum kecelakaan itu terjadi.


" Oh ya, orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa mu juga sudah di tangkap dan di beri hukuman yang sangat berat. Jadi kamu harus kuat dan cepat lah bangun" Nanda dan Afkha menyelidiki kasus kecelakaan yang di alami oleh Angga dan ternyata yang mencelakai Angga adalah Mark yang merasa dendam pada mereka karena sudah membongkar semua kejahatan nya, Nanda dan Afkha yang mengetahui itu merasa sangat marah dan langsung mengerah kan orang - orang kepercayaan mereka untuk menangkap Mark yang masih bebas di luar sana.


Dan belum juga sampai dua kali dua puluh empat jam, Mark telah di temukan dan langsung di jeblos kan ke penjara oleh orang - orang kepercayaan Afkha dan Nanda karena mereka adalah merupakan orang - orang terbaik di bidang penyelidikan di kota itu. Afkha dan Nanda tidak segan untuk membayar mahal mereka karena ingin segera bisa menangkap penjahat itu.


" Di mana Angga?" Yuki terlihat sangat panik saat mereka sampai di rumah sakit dan melihat Nanda yang duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan Angga di rawat. Sedangkan Afkha sudah pulang tadi sore dan Feyrin berada di dalam ruangan.


" Dia di dalam, kata dokter kalau dia bisa sadar malam ini. Kemungkinan dia bisa melewati masa kritis nya" ucap Nanda memberi penjelasan.

__ADS_1


" Semoga saja dia cepat sadar" Adzriel menimpali.


" Aamiin" semua mengamin kan ucapan Adzriel barusan.


" Bisakah aku masuk? Aku ingin melihat adik ku" tanya Yuki penuh harap.


" Tentu saja, kamu masuk lah. Di dalam ada Feyrin, kamu bisa meminta nya untuk bergiliran" ucap Nanda yang di angguki oleh Yuki.


Yuki pun memasuki ruangan itu, dan benar saja Feyrin setia menemani di samping Angga.


" Maaf, bisa lah kita bergiliran? Aku ingin melihat keadaan adik ku" Yuki tersenyum pada Feyrin.


" Tante, kalian sudah datang?" Mendengar suara yang tak asing, membuat Feyrin bangun dari duduk nya dan langsung mencium tangan tante nya itu.


" Ya, terima kasih karena kamu telah menjaga nya" Yuki mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


" Itu memang sudah seharus nya, kalau begitu aku keluar dulu agar tante bisa mengajak bicara om Angga" ucap Feyrin membalas senyum Yuki. " Semoga saja setelah om Angga mendengar suara mu, dia bisa segera bangun dari tidur nya" tambah Feyrin lagi dengan penuh harap dan setelah nya langsung keluar dari ruangan itu.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2