Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 84


__ADS_3

"Apa kamu yakin sayang? Dari mana kamu tahu kalau Rifki punya kekasih?" Akhirnya Alice memutuskan untuk menanyakan nya saja pada Alea dari pada harus menerka-nerka.


" Aku yakin mam, tadi aku tidak sengaja melihat sesuatu di tubuh Kak Rifki." Jawab Alea.


" Melihat sesuatu? Melihat apa? " Alice mengerutkan kening nya.


" Emm, bagaimana aku mengatakannya ya? " Alea tampak ragu.


" Memang kamu melihat apa sih? Jangan bikin mami penasaran dong!" Alice semakin penasaran.


" Itu loh mam, tanda merah keunguan yang ada di leher Kak Rifki. Aku tidak sengaja melihat nya tadi". Alea mengatakan itu dengan ragu dan tersipu malu, jujur saja Alea saat ini merasa malu saat mengatakan hal itu pada mami nya.


" Tanda merah ke unguan apa maksud mu?" Tanya Alice memastikan.


" Ish, mami masa gak tahu maksud ku sih?" Alea menggerutu kesal dengan bibir nya yang ia kerucutkan saking kesal nya.


" Ya ya, mami mengerti, apa maksud mu tanda kemerahan bekas tanda kepemilikan begitu?" Alice kembali memastikan.


" Ya, itu maksud ku?"


" Aduh Alea, itu kan bekas yang kamu tinggalkan . Bukan dari wanita lain" batin Alice merasa gemas sendiri, ingin rasa nya Alice mengatakan itu pada Alea, tapi Alice takut itu akan menambah rasa kecewa Alea pada Rifki. " Itu tidak mungkin sayang, sejak menolong kamu dua hari yang lalu, Rifki tidak pernah meninggalkan kamu sedetik pun. Mami sangat tahu itu sayang, bahkan Rifki sampai melupakan makan nya kalau bukan mama Yuki yang membujuk dan menyuapi nya" Alice membela Rifki.


" Kalau kak Rifki selalu ada di sampingku, lalu bekas tanda merah di leher Kak Rifki apa dong? Masa iya, aku yang melakukan nya saat aku tidak sadar kan diri. Itu tidak mungkin kan?" Alea terkekeh saat mengatakan nya.


" Tentu saja itu kamu, siapa lagi?" Batin Alice memutar bola mata nya malas. " Sudah lah, kamu jangan mikir yang macam - macam! Lebih baik sekarang kamu istirahat, dan masalah ini biar nanti kamu tanyakan langsung pada Rifki" ucap Alice pada akhir nya.

__ADS_1


" Ish, bagaimana cara nya aku menanyakan langsung pada nya" Alea mengerucutkan bibir nya lucu.


" Itu kamu fikirkan sendiri, kamu kan sudah dewasa!" Alice terkekeh saat mengatakan nya, sedangkan Alea mendengus kesal.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Sementara di ruangan sebelah nya, Aydan sedang mengemas beberapa barang milik Nara karena hari ini Nara sudah di perbolehkan pulang oleh dokter karena keadaan Nara yang sudah baik - baik saja, tapi tetap saja Nara harus menjaga dengan baik kandungan nya dengan membatasi aktifitas nya agar dia tidak terlalu kelelahan karena bagaimana pun juga kandungan Nara saat ini lemah.


"Kita pamit dulu ke kamar Alea sebelum kita pulang ke mansion" ucap Nara seraya memperhatikan Aydan yang sedang sibuk sementara diri nya hanya duduk di atas sofa yang ada di sana.


" Baik sayang, apa setelah itu kamu ingin mampir ke suatu tempat?" Aydan meletak kan tas berukuran lumayan besar yang berisi barang mereka di dekat Nara dan dia pun langsung duduk di samping Nara setelah dia selesai dengan pekerjaan nya.


" Mampir? Kemana?" Nara mengernyit kan kening nya.


" Emm, sebenar nya aku memang sedang menginginkan sesuatu sih" Nara tampak ragu saat mengatakan nya.


" Apa? Katakan saja, aku akan berusaha mengabulkan nya. Lagi pula selama kamu mengandung, kamu tidak banyak mau nya. Padahal aku dengar kalau wanita hamil biasa nya akan ngidam banyak hal dan terkadang aneh - aneh" Aydan tampak berfikir seraya menatap Nara dengan intens.


" Benarkah? Sebenar nya aku bukan tidak banyak keinginan, tapi aku takut akan merepotkan mu" Nara menunduk kan wajah nya.


" Ish, untuk mu dan calon anak kita. Tidak ada yang akan merepotkan bagi ku. Aku akan berusaha untuk memenuhi keinginan mu, jadi kamu katakan saja pada ku apa keinginan mu!" Aydan mengangkat dagu Nara agar Nara mendongak dan Aydan bisa dengan jelas melihat wajah cantik Nara.


Cup


Satu kecupan mendarat tepat pada bibir Nara membuat Nara terkesiap dengan perlakuan dari Aydan barusan.

__ADS_1


" Anggap saja ini sebagai dp dari bayaran ku karena aku akan mengabulkan keinginan mu nanti" Aydan mengusap bibir Nara dengan lembut.


" Ish, aku kira itu gratis" Nara mengerucutkan bibir nya seraya memalingkan wajah agar Aydan tidak melihat wajah nya yang sekarang sudah berubah warna menjadi merah seperti tomat.


" Asal kamu tahu, tidak ada yang gratis di dunia ini. Tapi aku tidak akan meminta bayaran tinggi kali ini karena kondisi mu yang masih sakit. Aku hanya ingin meminta bayaran sedikit saja" Aydan tersenyum menggoda menatap Nara.


" Ya ya ya, aku berterima kasih akan hal itu tuan muda Aydan Attalah Balendra" Nara memutar bola mata nya malas, sedangkan Aydan kini terkekeh melihat Nara yang bersikap seperti itu.


Tak lama setelah itu, Aydan pun membawa Nara ke kamar Alea untuk berpamitan, Aydan dan Nara sempat heran karena Rifki malah berada di depan ruangan Alea bersama dengan Jemy, sedangkan yang menjaga Alea saat ini adalah mami Alice. Walau pun dalam fikiran mereka ingin sekali bertanya kenapa? Tapi Aydan dan Nara tidak melakukan nya, lagi pula mereka sudah sama - sama dewasa dan akan bisa menyelesaikan masalah mereka tanpa campur tangan dari diri mereka.


Setelah berpamitan dan mengobrol beberapa hal, Nara dan Aydan pun meninggalkan rumah sakit untuk pergi ke tempat yang ingin di datangi oleh Nara sebelum kembali ke mansion keluarga Balendra. Dan di sini lah mereka sekarang di sebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar dengan sebuah gedung bioskop di dalam nya.


Ya, Nara mengajak Aydan menonton film kesukaan nya. Apa lagi kalau bukan film Doraemon, robot kucing masa depan berwarna biru putih itu selalu menjadi kesukaan Nara di mana pun dan kapan pun.


" Bukan kah film ini sudah pernah kamu tonton!" Aydan mengerutkan kening nya melihat gambar yang terpajang di depan gedung bioskop itu.


Nara ingin menonton Doraemon Stand By Me 2 yang sudah pernah dia tonton sebelum nya bersama dengan Alea saat pertama tayang di Indonesia. Namun entah kenapa Nara ingin sekali menonton film itu lagi bersama dengan suami nya sekarang.


" Ya, tapi saat itu aku menonton dengan Alea. Dan sekarang aku ingin melihat film ini bersama dengan mu, apa kamu tidak mau?" Nara mengerucutkan bibir nya.


" Tentu saja boleh sayang, aku sangat senang bisa menemani mu" Aydan merangkul pundak Nara dengan lembut.


**Maaf, baru bisa updateπŸ™πŸ™ dari hari kemarin Mama sudah mulai di radiasi, jadi harus bolak - balik rumah sakit. Mohon do',a nya, semoga semua nya di lancar kan oleh Allah SWT dan mama di berikan kesembuhan... aamiin🀲🀲


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih πŸ™πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2