
"Ayan?" Aydan terkejut dengan pertanyaan istri nya barusan.
" Si siapa Ayan?" Ucap Aydan seolah tidak tahu.
" Dia adalah pria aneh yang selalu mengikuti ku, Kata nya dia ingin berteman dengan ku, tapi kenapa dia tidak datang di acara penting teman nya sendiri" Nara merasa aneh karena bisa - bisa nya Ayan tidak datang di hari penting nya padahal Nara sudah mengundang nya secara langsung karena bagaimana pun juga Ayan selalu baik pada nya.
" Aku tidak tahu, mungkin dia tidak datang karena dia tidak rela kamu menikah dengan ku" jawab Aydan asal membuat cubitan melayang pada pinggang nya dari Nara.
" Aw" Aydan meringis kesakitan seraya mengusap pinggang nya yang terasa panas. Nara kali ini mencubit Aydan dengan lumayan kuat membuat Aydan lumayan kesakitan.
" Kamu ini bicara sembarangan, Ayan bukan orang yang seperti itu" Nara memalingkan wajah nya kesal pada suami nya itu.
" Seperti nya kalian lumayan dekat, apa kamu menyukai nya?" Aydan berwajah kesal. Walaupun Aydan tahu kalau Ayan dan diri nya adalah orang yang sama, namun entah kenapa saat ini perasaan Aydan merasa cemburu pada diri nya sendiri.
" Ish, kamu jangan mengada - ada ya. Dia selalu mengikuti ku dan membantuku di perusahaan, jadi wajar saja kalau aku mengharapkan nya datang di hari bahagia ku ini" Nara mendengus kesal.
" Jadi kamu bahagia dengan pernikahan kita, syukurlah kalau begitu" Aydan mengangguk kan kepala nya seraya tersenyum penuh kemenangan membuat wajah Nara merona karena malu atas apa yang barusan dia katakan.
" Ish, sudahlah! Biar aku menelpon nya saja dan menanyakan langsung kepada nya" Nara pun dengan salah tingkah berusaha mengalihkan pembicaraan mereka hingga dia tidak menyadari kalau saat ini dia memakai gaun pengantin dan tidak mungkin dia membawa ponsel nya. Sedangkan Aydan sempat panik karena Nara akan menelpon Ayan yang pasti nya akan tersambung pada ponsel yang ada pada kantong celana nya. " Ish, kenapa aku bisa lupa kalau aku tidak membawa ponsel ku" Nara menepuk kening nya sendiri membuat Aydan bernafas lega.
__ADS_1
" Sudah lah, sudah ku bilang kalau dia pasti sedang patah hati saat ini. Jadi jangan hiraukan lagi si Ayan - Ayan itu" Aydan berusaha membujuk Nara agar melupakan tentang Ayan.
" Bolehkah aku meminjam ponsel mu, aku yakin kamu membawa nya kan" Nara mengulurkan tangan nya meminta Aydan memberikan ponsel nya pada diri nya.
" Tidak, ponsel ku tadi tertinggal di dalam tas Fariz. Iya tertinggal" bohong Aydan memberikan alasan pada Nara agar istri nya itu berhenti untuk berusaha menghubungi Ayan.
" Ish, biar aku pinjam pada Alea saja" Nara pun memanggil Alea dengan tangan nya karena Alea memang berdiri tidak jauh dari tempat Nara dan Aydan saat ini.
" Ada apa?" Ucap Alea setelah dia berada di depan Nara.
" Boleh aku meminjam ponsel mu?" Nara menatap Alea dengan penuh permohonan sedangkan Aydan berdiri di belakang Nara memberikan kode dengan menggerakkan tangan dan kepala nya ke kanan dan ke kiri agar Alea tidak memberikan nya.
" Ponsel? Oh ini!" Alea yang tidak mengerti maksud Aydan pun dengan wajah yang bingung menyerahkan ponsel nya pada Nara karena merasa tidak enak pada nya. Sedangkan Aydan menepuk jidat nya sendiri dengan wajah yang kesal yang ia tunjukan pada Alea, sedangkan Alea tampak mengangkat bahu nya acuh karena merasa dia tidak salah sama sekali.
" Kamu mau menghubungi siapa sih?" Alea mengerutkan kening nya menatap Nara yang tampak sibuk dengan ponsel yang ada di tangan nya.
" Ayan" ucap Nara tanpa menoleh ke arah Alea membuat Alea membulatkan ke dua bola mata nya menatap Aydan dan Aydan hanya mengangkat bahu nya acuh karena sekarang sudah terlambat untuk dia mengambil kembali ponsel yang ada di tangan Nara.
" Tunggu dulu, tapi Nara bukankah tidak ada nomor Ayan di ponsel ku" Alea berwajah panik.
__ADS_1
" Aku tahu, tidak apa - apa lagi pula aku sudah hafal nomor nya" Nara menatap Alea sekilas lalu kembali fokus dengan ponsel nya.
" Kamu menghafal nya sayang? Cih, apa dia begitu penting untuk mu sampai kamu menghafal nomor ponsel nya" Aydan merajuk pada Nara membuat Alea merasa geli sendiri melihat kakak sepupu nya yang seperti itu.
" Asal kamu tahu, dia sering sekali menelpon dan menggangguku sehingga aku sudah hafal di luar kepala nomor ponsel nya" Nara memutar bola mata nya malas melihat Aydan yang bisa - bisa nya merasa cemburu pada teman kerja nya itu. " Sudah lah kalian jangan menggangguku lagi" Nara pun sudah berhasil melakukan panggilan pada nomor Ayan dan mulai mendekatkan ponsel Alea pada telinga nya untuk menunggu panggilan nya di angkat oleh penerima panggilan.
Namun, baru saja panggilan pertama masuk, terdengar dering ponsel dari balik celana Aydan membuat Nara mengerutkan kening nya. Sedangkan Aydan dan Alea tampak panik saat suara ponsel terdengar nyaring dari dalam kantong celana yang di pakai Aydan saat ini.
Aydan yang panik berusaha bersikap sebiasa mungkin seraya bersikap acuh dan pura - pura melihat sekeliling tanpa memperdulikan dering ponsel yang bersuara nyaring dari kantong celana nya.
" Bukankah ponsel mu ada dalam tas Fariz?" Nara menatap tajam pada Aydan yang terlihat berusaha menetralisir kepanikan nya. Nara pun mematikan panggilan nya dan ponsel Aydan juga berhenti berdering. Nara yang merasa ada sesuatu yang di sembunyikan suami nya itu pun kembali melakukan panggilan pada nomor yang sama l dan dering ponsel itu kembali berdering. Nara melakukan nya beberapa kali sampai Aydan tidak bisa mengelak lagi dari istri nya yang kini menatap tajam ke arah nya dan juga Alea.
" Apa ada yang ingin kalian jelaskan pada ku? Katakan!" Nara menatap tajam Alea dan Aydan secara bergantian seraya berkacak pinggang dengan ponsel Alea yang masih berada di tangan nya.
" A aku" Aydan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
" Kamu tanya saja pada kak Aydan! Aku tidak ikut - ikutan dalam hal ini. Yang terlibat hanya kak Rifki dan om Angga saja" Alea berkata jujur karena memang diri nya tidak ikut dalam ide gila yang satu itu, dia hanya sekedar tahu saja dari cerita mereka bertiga.
" Sebenar nya ini ide Rifki" ucap Aydan cepat karena tidak mau Nara marah pada nya.
__ADS_1
" Ide kak Rifki, bagaimana bisa?" Nara mendengus kesal.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏