Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 57


__ADS_3

Malam hari nya masih di hari yang sama, tampak Rifki yang sedang bersiap dengan setelan jas yang di pilihkan oleh mama nya Yuki untuk acara malam ini yang Rifki Juga tidak tahu acara apa itu. Sore ini Rifki yang baru pulang dari perusahaan nya langsung di sambut oleh sang mama yang sudah menyiapkan pakaian rapi untuk diri nya dan menyuruh nya memakai nya.


" Kita mau ke mana sih mah?" Tanya Rifki pada mama nya Yuki yang sudah siap juga dengan dres sekulut lengan pendek yang membuat wanita paruh baya itu terlihat elegan.


" Jangan banyak tanya! Ikut aja kenapa? Papa juga pasrah aja di bawa ke mana pun oleh mama mu" Adzriel terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, itu mah papa yang terlalu bucin sama mama" Rifki memutar bola mata nya malas.


" Kamu juga akan merasakan nya nanti saat menemukan gadis pujaan mu sendiri" Adzriel menepuk pundak putra nya dengan lumayan keras.


" Udah ngobrol nya? Ayo kita berangkat, nanti kita terlambat" Yuki pun menarik tangan ke dua pria kesayangan nya itu untuk segera berangkat ke tempat tujuan mereka malam ini.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sedangkan di rumah Alea, tampak Alea yang sudah pulang sedari tadi sedang memainkan ponsel nya di atas tempat tidur milik nya dengan mengenakan pakaian yang sama seperti yang tadi dia pakai sepulang bekerja.


" Astaghfirullah Alea.... Sudah mami bilang untuk mandi dan berdandan, kenapa kamu masih belum melakukan nya ha?" Mami Alice yang baru saja datang ke ke kamar Alea untuk melihat sejauh mana persiapan Alea malah di buat terkejut dengan kelakuan anak nya yang masih saja bermalas - malasan. Bahkan Alea belum masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, pakaian yang sengaja Alice siapkan pun masih tergantung rapi di depan pintu lemari baju Alea, seperti nya gadis itu belum menyentuh nya sama sekali sehingga Alice mengeluarkan suara merecon nya pada putri nya itu.


" Ish, mami ini mengagetkan ku saja!" Alea mengusap dada nya sendiri karena kaget saat mendengarkan suara merecon mami nya itu.


" Alea sudah mami bilang kan untuk kamu bersiap - siap! Nanti tamu nya keburu datang sayang?" Alice menarik tangan putri nya untuk memaksa nya masuk ke dalam kamar mandi agar dia membersihkan diri nya.


" Iya - iya mam, aku akan bersiap sekarang! Lagi pula siapa sih tamu nya, sampai mami heboh kayak gini?" Alea menggerutu kesal seraya masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandi nya.

__ADS_1


" Jangan lama - lama! Ingat pakai dres yang tadi mami beli untuk mu! Mami akan tunggu kamu di bawah" Alice setengah berteriak karena Alea sudah menutup pintu kamar mandi nya.


" Iya mam" Alea ikut berteriak.


Alice pun langsung keluar dari kamar Alea dan turun menemui suami nya yang ada di bawah. Mereka menunggu kedatangan tamu spesial mereka untuk membicarakan hal yang sangat penting mengenai putra dan putri mereka. Sungguh Alice sangat antusias dan tidak sabar untuk hal ini.


Lima belas menit adalah waktu yang di butuhkan untuk Alea melakukan ritual mandi nya dan kini Alea sudah mengenakan dres yang tadi di siapkan oleh mami nya dan sedang duduk di depan cermin rias milik nya untuk memoles wajah nya dengan beberapa alat make up yang dia punya.


" Aku penasaran dengan tamu mami itu, seperti nya sangat spesial sekali" gumam Alea seraya menatap wajah nya yang ada di dalam cermin. " Tidak biasa nya mami seheboh ini" lanjut nya lagi seraya memoleskan lipstick yang dia pegang pada bibir nya. Itu adalah sentuhan terakhir pada wajah Alea dan kini Alea sudah terlihat sangat cantik dengan make up tipis natural nya.


Ceklek


Pintu kamar Alea terbuka tanpa di ketuk terlebih dahulu dan ternyata Jemy yang datang.


" Maaf, aku terburu - buru" Jemy terlihat bersemangat.


" Emang ada apa sih, kayak nya kamu seneng banget?" Alea kembali mematut diri nya di depan cermin. " Sempurna" ucap nya penuh percaya diri sebelum menghampiri adik nya Jemi.


" Tamu mami sama papi sudah datang, kakak di suruh turun untuk menemui mereka!"


" Oh ya, siapa sih dek? Kakak jadi penasaran tahu, seperti nya mami sangat bersemangat" Alea menatap Jemy dengan rasa penasaran nya.


" Turun saja, nanti kakak juga akan tahu. Ayo kak!" Jemy pun menarik tangan Alea agar turun bersama nya dan Alea pun menurut tanpa menolak nya.

__ADS_1


Tak lama Alea dan Jemy pun turun dan melangkah menuju ke ruang tamu di mana mami dan papi nya sedang mengobrol dengan tamu mereka itu. Samar - samar Alea mendengarkan suara mereka yang terdengar tak asing di telinga Alea saat ini.


" Kenapa suara nya tidak asing ya Jem?" Ucap Alea di sela langkah nya.


" Kakak juga menyadari nya? Ayo cepat masuk!" Jemy kembali menarik tangan Alea dengan tidak sabar nya.


" Mami papi, kak Alea sudah datang" ucap Jemy saat memasuki ruang tamu yang saat ini di sana ada Alice, Jay dan tamu mereka.


" Sini sayang, duduk di sini!" Alice menepuk tempat kosong yang ada di samping nya.


" Tamu nya ternyata mereka, tapi kenapa mamii heboh seperti ini? Bukan nya ini hal yang biasa ya?" Alea melangkahkan kaki nya mendekati mami nya Alice dengan tanda tanya besar di kepala nya.


" Wah, Alea cantik sekali malam ini. Iya kan?" Yuki menatap kagum pada Alea seraya menepuk lengan Rifki yang ada di samping nya.


Ya, tamu Alice yang di tunggu dengan sangat heboh itu adalah keluarga Saputra. Kalian ingat tentang rencana gila Yuki dan Alice saat itu, seperti nya mereka akan benar - benar melaksanakan nya.


" Dia memang selalu seperti itu kan?" Rifki mengangkat bahu nya acuh


" Ish, kau ini kenapa? Tidak bisakah kamu bersikap manis sedikit saja" Yuki mencubit pinggang putra nya pelan membuat Rifki meringis seraya mengusap pinggang nya yang terasa panas seraya mendengus kesal pada mama nya yang bersikap aneh sejak tadi sore.


Rifki merasa heran kenapa mama nya bersikap aneh dan heboh sejak tadi, padahal mereka hanya akan makan malam di rumah keluarga Wilantara saja. Bukan kah ini hal biasa yang mereka lakukan? Tapi memang ada yang aneh dengan semua ini, tak biasa nya mereka berpenampilan rapi seperti saat ini dan kenapa hanya keluarga nya dan keluarga Alea saja yang bertemu sedangkan keluarga daddy Nanda dan ayah Razky tidak hadir di sana?


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2