Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 162


__ADS_3

"Apa? Daddy?" Ucap Carry, Ceryl dan Mark secara bersamaan dengan wajah yang semakin terkejut saja saat mendengar Feyrin memanggil Afkha dengan sebutan daddy.


" Ya, daddy" Feyrin tersenyum penuh arti.


" Oh ya, aku belum memperkenal kan putri ku ini pada kalian " Afkha melangkah kan kaki nya mendekati Feyrin dan langsung merangkul pundak Feyrin. " Dia memang tidak suka datang ke perusahaan, dia lebih suka di dunia modeling. Jadi dia tidak pernah datang ke perusahaan ini sejak sepuluh tahun yang lalu" tambah Afkha lagi tersenyum penuh arti.


Ucapan Afkha barusan membuat wajah Ceryl, Carry dan Mark menjadi pucat dengan wajah yang terlihat syok setelah mendengar nya.


" Ja jadi kamu adalah putri dari CEO perusahaan ini?" Ceryl berkata dengan wajah tak percaya nya. " Oh God, sekarang habis lah riwayat ku" batin Ceryl meringis membayang kan bagai mana nasib diri nya nanti yang pasti nya tidak akan baik - baik saja karena sudah berani mengganggu putri dari CEO tempat nya bekerja.


" Ya, memang kenapa kalau aku putri dari CEO di sini. Lagi pula aku tidak suka di perlakukan istimewa, maka dari itu aku lebih memilih untuk tidak mengatakan apa pun pada orang lain. Tapi karena kamu sudah tahu, ya sudah lah" Feyrin mengangkat bahu nya acuh.


" Dan asal kalian tahu, kemarin aku hanya mengajak Feyrin untuk makan siang dan mengobrol beberapa hal. Apa aku salah mengajak calon istri ku sendiri untuk makan siang?" Angga ikut menimpali.


" Ck, jangan panggil aku calon istri mu! Aku belum menyetujui nya sama sekali" Feyrin mendengus kesal.


" Masih belum menyetujui, bukan tidak menyetujui kan? Bagi ku itu sama saja, iya kan daddy?" Angga tersenyum penuh arti pada Nanda yang mengangguk kan kepala nya dengan senyum tipis di bibir nya.


" Ya, wanita memang sulit di mengerti. Terkadang mereka mengatakan hal sebalik nya" ucap Nanda


" Kamu benar kak, seperti nya putri ku juga seperti itu" Afkha setuju dengan apa yang di ucap kan Nanda barusan.


" Ish, kalian para pria sama saja! Aku tidak percaya daddy dan om Nanda juga bisa bersikap menyebal kan" Feyrin memberengut kesal, sedangkan Afkha, Nanda dan Angga terkekeh melihat tingkah Feyrin.

__ADS_1


Sedangkan Carry, Ceryl dan Mark yang mendengar ucapan mereka tampak berpikir bagai mana cara nya agar mereka tidak berada dalam masalah karena rencana mereka ternyata sudah gagal total.


" Maaf, kalau ucapan kami barusan menyinggung kalian" Carry yang tidak ingin mendapat kan masalah karena kecerobohan nya itu langsung minta maaf kepada Feyrin dan Angga. " Kami tidak tahu kalau kalian adalah pasangan kekasih" tambah Carry lagi yang di angguki oleh Ceryl.


" Maaf kan saya juga, saya sama sekali tidak tahu" Ceryl ikut melakukan apa yang di lakukan oleh kakak nya. Sedangkan Mark hanya terdiam dengan wajah yang sulit untuk di artikan


" Ya, mungkin kami bisa memaafkan kalian untuk kali ini" ucap Angga.


" Tapi tidak untuk kesalahan yang lain nya" tambah Feyrin membuat semua menatap ke arah nya.


" Apa maksud mu sayang?" Angga mengerut kan kening nya.


" Daddy, aku sudah mendapat kan apa yang sudah daddy cari" bukan nya menjawab pertanyaan dari Angga, Feyrin malah menghampiri daddy nya Afkha.


Feyrin pun langsung mengambil secarik kertas yang terlipat kecil dari dalam kantong blazer yang di pakai nya. " Ini dad, aku mendapat kan nya tadi saat semua sibuk menyambut kedatangan mu" Feyrin memberikan kertas itu. " Daddy tahu, aku pikir aku tidak akan berhasil mendapat kan nya, tapi untung saja aku bisa mendapat kan nya di waktu terakhir" tambah Feyrin lagi.


" Apa itu sayang? Sebenar nya apa yang di rencanakan oleh kalian?" Angga ikut mendekat untuk melihat apa yang sudah di berikan oleh Feyrin pada Afkha.


" Kamu diam dan lihat saja! Kalau aku tidak menyuruh Feyrin untuk melakukan nya, kita pasti tidak akan pernah mendapat kan ini" Afkha tersenyum penuh arti.


" Dan berhenti memanggil ku sayang! Aku merasa aneh saat mendengar nya!" Feyrin menggerutu kesal.


" Memang kenapa? Aku suka mengatakan nya, sayang" Angga tersenyum menggoda.

__ADS_1


" Sudah lah, cepat hentikan perdebatan kalian itu!" Ucap Afkha menghentikan perdebatan Feyrin dan Angga. " Sekarang kita fokus pada ini" Afkha menunjuk kertas yang ada di tangan nya.


" Baik lah, sekarang katakan! Kertas apa itu?" Angga mengerut kan kening nya.


" Kamu tidak tahu? Ini adalah bukti kejahatan yang di lakukan oleh mereka" Afkha menatap Carry dan Mark yang sedang terdiam melihat ke arah nya. " Benarkan Mark?" Tambah Afkha lagi membuat wajah Mark semakin pucat saja. Sedangkan Carry dan Ceryl terlihat bingung dengan ucapan Afkha barusan.


" A apa maksud tuan? Aku tidak mengerti sama sekali" ucap Mark dengan terbata. " Sial, bagai mana bisa mereka menemukan nya? Padahal aku sudah menyembunyikan nya dengan baik" batin Mark dengan wajah yang terlihat panik.


" Kamu jangan berpura - pura lagi! Semua bukti sudah ada di tangan kami, lebih baik kamu mengakui semua perbuatan mu dan serahkan diri mu secara baik - baik" Afkha mengangkat kertas yang ada di tangan nya. " Begitu juga kamu, manager Carry" tambah Afkha lagi dengan seringai di wajah nya, membuat wajah Carry semakin pucat dengan tubuh yang gemetar ketakutan saat diri nya mengerti apa yang di ucap kan oleh Afkha barusan.


Kertas itu berisi bukti - bukti kejahatan yang di lakukan Carry dan Mark yang sudah menyelundup kan beberapa kain dan benang dari perusahaan, bukan hanya itu saja bahkan mereka juga menggelap kan beberapa dana perusahaan ke dalam rekening pribadi mereka tanpa di ketahui oleh yang lain nya.


" Apa maksud nya kak, memang apa yang sudah kakak dan paman lakukan?" Ceryl yang masih tidak mengerti maksud dari semua nya tampak mengguncang tubuh kakak nya untuk meminta penjelasan.


" Diam lah, jangan membuat ku tambah pusing!" Carry yang sedang panik tak sengaja membentak Ceryl, membuat Ceryl langsung terdiam dengan wajah yang sangat kaget. Karena baru kali ini diri nya di bentak oleh kakak nya itu, sehingga tak terasa air mata nya kini menetes dari ujung mata nya.


Tanpa menghirau kan Ceryl yang kini menangis, Carry langsung melangkah mendekati Afkha dan Nanda berdiri.


" A aku hanya mengikuti perintah paman Mark, tuan maaf kan aku aku tidak bersalah!" Carry yang sudah sangat panik dan ketakutan, langsung berlutut di hadapan Afkha dan yang lain nya.


" Apa kamu bilang? Kamu sendiri yang mau melakukan nya karena kamu ingin mendapat kan banyak uang untuk bersenang - senang dengan para gadis dan minuman, kenapa kamu menyalah kan ku ha?" Mark tidak terima dengan ucapan Carry barusan.


" Tapi itu ide paman kan?" Carry masih membela diri nya sendiri.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2