
Prraang
Gelas yang akan di ambil oleh Feyrin tiba - tiba terlepas dari tangan nya begitu saja sehingga kini hancur berkeping - keping di atas lantai.
" Om Angga" gumam Feyrin dengan wajah yang terkejut. Entah kenapa saat ini tiba - tiba diri nya mengingat Angga, dan entah kenapa juga perasaan Feyrin menjadi tidak enak saat ini.
" Feyrin, apa kamu baik - baik saja?" Ceryl langsung menarik Feyrin untuk berdiri dari duduk nya dan memeriksa kaki gadis itu takut terkena pecahan kaca dengan wajah yang terlihat panik
" Ya Fey, kamu tidak apa - apa kan?" Diana tak kalah panik.
" Ah, aku baik - baik saja!" Feyrin seakan tersadar dari lamunan nya saat ke dua teman nya menarik tubuh nya. " Apa itu tadi, apa sebenarnya yang terjadi pada om Angga?" Batin Feyrin dengan wajah yang tampak berpikir.
" Maaf kan aku, biar aku bereskan" Feyrin yang melihat ke arah lantai pun langsung teringat kalau diri nya baru saja memecah kan gelas milik teman nya. Feyrin pun terburu - buru mengambil beberapa serpihan kaca itu. " Aw" karena terlalu terburu - buru, tangan Feyrin tak sengaja menyentuh bagian kaca yang tajam sampai jari nya berdarah.
" Feyrin" Ceryl langsung menghampiri Feyrin dengan wajah yang semakin panik. " Kamu kenapa sih Fey, seperti nya kamu sedang banyak pikiran?" Tambah Ceryl lagi.
" Ya, kamu kenapa sih Fey? Kamu duduk sana, biar aku obati. Ceryl, apa di sini ada kotak obat?" Diana menyuruh Feyrin untuk kembali duduk di sofa.
" Ada, di kamar ku. kamu bisa ambil di sana!" Ceryl menunjuk ke arah kamar nya " Biar aku yang membersihkan serpihan kaca nya. Aku takut bukan hanya tangan saja yang nanti terluka, tapi kami juga ikut terluka karena kamu" Ceryl terkekeh sambil pergi mengambil sapu dan pengki yang ada di dapur untuk membersihkan pecahan gelas nya.
Deerrrttt
__ADS_1
Deerrrttt
Suara ponsel Feyrin bergetar di dalam kantong blazer yang di pakai nya.
" Daddy, ada apa dia menelpon ku?" Feyrin pun langsung menggeser tombol hijau pada layar nya dan mendekat kan ponsel nya pada telinga nya.
" Ya dad" ucap Feyrin saat panggilan nya terhubung.
" ................." Terdengar dari sebrang sana.
" Tidak, daddy bercanda kan?" Feyrin berwajah panik dengan air mata yang sudah menetes dari ujung mata nya.
" Baik lah, aku akan segera ke sana" Feyrin pun langsung memeluk lutut nya dan menangis sekencang - kencang nya saat sambungan telpon pada ponsel nya berakhir, sungguh Feyrin tidak kuasa menerima kenyataan yang baru saja dia dengar. Tubuh Feyrin terlihat bergetar hebat dengan suara isakan yang terdengar sangat memilukan di telinga siapa pun yang mendengar nya. Tubuh Feyrin seakan tak ada tenaga saat ini walau hanya sekedar untuk berdiri. Feyrin tak bisa membayang kan bagai mana diri nya akan hidup bila terjadi sesuatu pada Angga saat ini. Ya, barusan daddy nya Afkha mengabari Feyrin tentang kecelakaan yang menimpa Angga tadi.
" Apa yang terjadi Fey, kenapa kamu menangis?" Diana yang baru saja akan mengobati Feyrin setelah mendapat kan kotak obat yang dia cari, malah di kejut kan dengan keadaan Feyrin yang sedang menangis seperti itu.
" Om Angga Di" hanya itu yang mampu di ucap kan Feyrin saat ini dengan tangisan yang tak mau berhenti dari bibir nya.
" Apa yang terjadi dengan pak Angga?" Ceryl yang juga baru kembali dari dapur ikut terkejut melihat Feyrin yang seperti itu.
" Om Angga kecelakaan, dan aku harus pergi sekarang" Feyrin pun langsung berdiri walau dengan kaki yang terasa lemas dan gemetar, Feyrin pun langsung melangkah kan kaki nya menuju ke arah pintu.
__ADS_1
" Aku ikut, biar aku mengantar mu" Ceryl pun langsung menyambar tas kecil milik nya dan kunci mobil kesayangan nya yang ia letak kan di atas sofa. Ceryl pun langsung ikut melangkah mengikuti Feyrin, Ceryl khawatir jika Feyrin pergi sendirian dengan keadaan seperti itu.
" Aku juga" Diana juga langsung menyambar tas milik nya dan langsung mengikuti ke dua teman nya.
Saat itu Ceryl dan Diana mengantar kan Feyrin ke rumah sakit, selama perjalanan Feyrin tak henti - henti nya menangis dan menyalah kan diri nya sendiri atas kecelakaan yang menimpa Angga saat ini. Feyrin menyesal kenapa bukan diri nya saja yang celaka saat itu, karena mobil yang di kendarai Angga adalah mobil milik nya.
Ceryl dan Diana tak henti juga menghibur dan menenangkan Feyrin saat itu, sungguh mereka juga sangat sedih melihat keadaan Feyrin yang terlihat hancur seperti itu.
Hanya dua puluh menit yang di butuh kan untuk mereka sampai di rumah sakit tempat Angga di tangani, Feyrin yang merasa tidak sabar ingin melihat keadaan pria yang selama ini dia cintai pun langsung berlari dengan wajah panik nya ke dalam rumah sakit sesaat setelah mobil Ceryl terparkir di parkiran rumah sakit. Ceryl dan Diana pun langsung mengejar Feyrin dengan wajah yang terlihat cemas.
" Bagai mana keadaan om Angga dad?" Feyrin yang melihat daddy nya sedang duduk di depan sebuah ruangan bersama dengan Nanda, langsung menghampiri daddy nya itu.
" Keadaan nya sangat kritis sayang, dan sekarang dokter sedang melakukan oprasi di dalam sana. Kita do'akan saja semoga dia akan baik - baik saja" Afkha memeluk tubuh putri nya yang semakin bergetar dengan isakan tangis yang semakin kencang dalam dekapan nya.
Ceryl dan Diana pun hanya bisa saling memeluk dengan air mata yang ikut mengalir dari mata mereka masing - masing, mereka bisa merasakan apa yang di rasakan Feyrin saat ini. Sedang kan Nanda hanya bisa melihat dengan wajah sendu nya, jujur saja Nanda juga saat ini sangat hancur bila mengingat kemungkinan buruk yang akan terjadi. Walau pun Angga bukan anak kandung dia sendiri, tapi Nanda juga menyaksikan tumbuh kembang anak itu bersama dengan putra nya. Sehingga Nanda juga begitu menyayangi Angga sama seperti yang lain nya.
Apa lagi Nanda tidak tahu bagai mana dia akan menyampai kan kejadian buruk yang menimpa Angga saat ini pada Adzriel dan Yuki yang merupakan kakak dari Angga sendiri. Apa lagi pada om Arga dan Tante Zela nya yang merupakan orang tua kandung dari Angga. Mereka sudah sangat tua dan sakit - sakitan untuk bisa menerima kabar buruk ini, dan itu membuat Nanda semakin bingung saja.
Tadi Nanda sudah mengabari tentang hal ini pada Adzriel di Indonesia, karena bagai mana pun mereka harus mengetahui kejadian ini. Nanda tidak tahu bagai mana Adzriel akan mengatakan ini pada istri dan mertua nya di sana. Karena Adzriel sendiri begitu syok dan terpukul setelah mendengar kabar buruk ini.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1