
" Apa maksud nya om Angga ya? Ck, tidak akan aku biarkan kamu mendekati nya" batin Feyrin menatap kesal pada Ceryl dan teman - teman nya.
" Aku sudah memutus kan nya, Diana aku duluan ya!" Setelah mengatakan itu, Feyrin pun langsung pergi dengan tergesa - gesa keluar dari area kampus nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di sisi lain Nara yang saat ini usia kandungan nya baru menginjak usia sembilan bulan, sudah terlihat semakin kesusahan dalam melakukan apa pun. Bahkan untuk berjalan saja Nara sudah lumayan kesulitan dengan ukuran perut nya yang lumayan besar itu.
" Kak, aku lapar" Nara mengguncang tubuh Aydan yang sedang tertidur lelap di sisi nya. Saat ini waktu sudah menunjuk kan pukul satu dini hari, dan seperti biasa nya selama dua bulan terakhir ini Nara akan terbangun dari tidur nya untuk makan karena akhir - akhir ini Nara sering merasa kelaparan dan makan nya pun selalu dalam porsi yang lumayan banyak.
" Eemh" lenguh Aydan sambil mengucek ke dua mata nya. " Kamu lapar?" Aydan menduduk kan diri nya.
" Ya, aku sangat lapar. Antar aku keluar untuk makan!" Nara memasang puppy eyes nya.
" Biar aku ambil kan, kamu tunggu lah di sini!" Aydan hendak berdiri dan turun dari tempat tidur nya untuk mengambil kan makanan yang di inginkan oleh istri nya itu.
" Aku ikut!" Nara merengek manja
" Tidak usah, biar aku yang bawakan. Sekarang katakan, apa yang kamu ingin kan?" Ucap Aydan dengan lembut, Aydan tidak mungkin membiar kan Nara ikut bersama nya mengingat kondisi Nara yang sekarang ini lumayan sulit untuk berjalan. Walau pun di mansion di lengkapi dengan lift khsusus untuk menaiki dan menuruni lantai atas, tapi tetap saja Aydan tidak mau istri yang dia cintai itu merasa kelelahan.
" Baik lah, tapi jangan lupa bawakan buah - buahan juga" akhir nya Nara menurut dan memutus kan untuk menunggu suami nya itu mengambil kan makanan untuk diri nya.
__ADS_1
Aydan pun langsung turun menuju ke arah dapur untuk mengambil kan makanan untuk istri nya itu, dua puluh menit telah berlalu namun Aydan belum datang juga membawakan makanan untuk diri nya.
" Kak Aydan kenapa lama sekali, aku sudah sangat lapar" Nara mengusap perut nya yang besar itu. " Apa aku susul saja ya" gumam Nara lagi seraya berusaha turun dari ranjang nya. Namun baru saja Nara menurun kan kaki nya, terdengar suara pintu yang di buka dari luar dan siapa lagi kalau bukan Aydan yang masuk sambil membawa nampan berisi makanan di tangan nya.
" Kamu mau ke mana hem? Bukan kah sudah aku bilang untuk menunggu ku di sini!" Aydan berjalan menghampiri Nara yang terlihat sudah tidak sabar untuk segera menyantap makanan nya.
" Habis kakak lama, aku kan sudah lapar sedari tadi" Nara mengerucut kan bibir nya lucu.
" Tadi kan aku harus memanaskan makanan nya terlebih dahulu, jadi agak lama maaf ya!" Aydan pun langsung duduk di hadapan Nara setelah tadi dia meletak kan nampan makanan nya di atas nakas yang ada di sana. " Sekarang makan lah!" Aydan pun mengambil piring makanan dan mulai menyuapi Nara. " Aaak" Aydan menyuruh Nara membuka mulut nya saat satu sendok makanan sudah berada di depan istri nya itu.
Dan dengan senang hati Nara pun membuka mulut nya dan melahap makanan itu dengan lahap nya. " Terima kasih, kakak tidak mau makan juga?" Ucap Nara di sela kunyahan nya.
" Tidak, aku masih belum lapar. Kamu dan baby twins saja" Aydan mengusap sudut bibir Nara yang ada sisa makanan nya dengan ibu jari nya.
" Aku sudah kenyang, terima kasih" Nara tersenyum manis setelah dia menghabis kan semua makanan nya dan meminum air putih yang ada di dalam gelas milik nya.
" Sama - sama sayang, kalau sudah kenyang sekarang tidur ya" Aydan mengusap kepala Nara dengan lembut.
" Emm, lagi pula aku juga mengantuk setelah kenyang" Nara mengangguk kan kepala nya.
" Tapi, kenapa sekarang jadi aku yang lapar ya" Aydan tampak berpikir dengan raut wajah tengil nya.
__ADS_1
" Ish, sudah ku bilang kan agar kakak tadi ikut makan dengan ku. Sekarang kakak harus mengambil makanan lagi di dapur kalau seperti itu" Nara menggerutu kesal.
" Tidak perlu sayang, makanan ku sudah ada di sini" Aydan mengerling kan mata nya genit pada Nara yang membuat wajah Nara merona seketika. Nara tahu apa arti nya itu.
" Tapi apa kakak tidak lelah? Bukan kah besok kakak harus bekerja?" Nara berusaha membuat suami nya mengurung kan keinginan nya.
" Kamu tenang saja, apa kamu lupa? Aku bos di sana, lagi pula ada om Dimas dan Dela yang membantu ku" Aydan memaju kan wajah nya agar lebih dekat dengan wajah Nara.
" Ish,bos macam apa yang seenak nya seperti itu" Nara mengerucut kan bibir nya. " Seharus nya kakak it__hmmmpth" Nara tidak bisa melanjut kan kata - kata nya karena bibir Aydan kini sudah menempel dengan bibir nya. Seperti nya saat ini Nara hanya bisa pasrah saja untuk melayani keinginan suami nya itu, lagi pula Nara pikir tidak ada salah nya untuk itu karena selama kehamilan Nara sudah semakin besar mereka jarang melakukan hal itu yang biasa nya mereka lakukan hampir setiap malam.
Ke dua bibir itu saling melu mat dan beradu satu sama lain dengan begitu lembut. Perlahan ciu man yang lembut itu semakin lama semakin menuntut dan memanas kan suasana yang sudah lumayan menggai rah kan bagi ke dua insan yang sedang sama - sama mereguk kenikmatan dunia itu.
Suara deca pan terdengar menggema di seluruh ruangan kamar yang sangat luas itu dengan sepasang suami istri yang entah sejak kapan kini tubuh mereka sama - sama polos tanpa sehelai benang pun, hanya selimut yang menutupi tubuh ke dua nya.
" Kita mulai saja sayang" Aydan melepas kan pagutan bibir ke dua nya dan bersiap untuk memasuk kan pusaka milik nya pada lubang kehangatan milik istri nya itu.
" Em kak, bisa kah kali ini aku yang di atas? Aku pikir dengan perut besar ku ini akan lebih nyaman bila seperti itu" Nara terlihat ragu dan malu - malu saat mengatakan nya.
" Tentu saja, apa pun asal kamu nyaman sayang" Aydan pun tersenyum gemas seraya mencubit pipi Nara yang sudah sangat tembem seiring kehamilan nya yang semakin membesar.
Walau pun masih terlihat malu dan canggung, malam itu Nara memimpin permainan mereka menuju puncak kenikmatan yang tiada tara. Sedangkan Aydan tampak sangat menikmati permainan pertama istri nya itu sebagai pemimpin permainan.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏