Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 93


__ADS_3

" Apa itu berarti kamu sekarang sudah siap untuk bertemu dengan ku hem?" Rifki menaik turun kan alis nya lucu, membuat Alea mengerjap kan mata nya berkali - kali untuk mencoba mencerna apa yang sedang terjadi saat ini.


" Bukan kah aku sedang melabrak nya yang sedang berselingkuh ya? Tapi kenapa sikap nya seperti itu?" Batin Alea menatap Rifki yang tersenyum penuh arti kepada nya sedangkan gadis yang bersama Rifki tadi malah ikut tersenyum kepada diri nya. " Ish, bukan seperti itu! Sekarang katakan, kenapa kamu ada di sini? Maksud ku apa yang kamu lakukan dengan nya?" Alea menunjuk gadis bule yang ada di samping Rifki dengan dagu nya. Alea masih berusaha bersikap ketus di sini.


" Oh, aku di sini mengajak nya jalan - jalan. Dia belum terlalu mengenal Jakarta, jadi aku harus menemani nya" jawab Rifki dengan enteng nya.


" Jadi pekerjaan mu sekarang jadi tour guide ya? Apa gajih mu sebagai CEO masih kurang huh?" Alea masih bersikap ketus dengan nada mengejek nya.


" Bukan begitu Lea!" Rifki masih bersikap lembut.


" Bukan begitu apa maksud mu? Sudah jelas - jelas kami memergoki mu sedang berjalan dengan seorang gadis" Dela yang juga ikut kesal pada Rifki pun ikut bicara. Alea mengangguk setuju dengan ucapan Dela barusan.


"Ish, kamu bisa diam tidak? Aku sedang bicara dengan Alea sekarang, jadi aku mohon jangan memperkeruh keadaan" Rifki memutar bola mata nya malas.


" Aku" Dela tidak bisa berkata apa - apa lagi, karena perkataan Rifki barusan ada benar nya. Tidak seharus nya diri nya ikut campur dalam permasalahan mereka, tapi karena terbawa emosi Dela jadi tidak tahan untuk ikut bicara.


" Kenapa kamu malah memarahi kak Dela? Yang salah di sini kan kamu" Alea mendengus kesal.


" Maaf, Dela aku tidak bermaksud" Rifki terdengar sangat menyesal. " Aku hanya pusing saja dengan semua ucapan kalian yang tidak aku mengerti sama sekali" tambah Rifki lagi.

__ADS_1


" Tidak apa - apa, aku juga salah" Dela tersenyum kikuk.


" Excuse me" gadis bule yang sejak tadi hanya diam dan tersenyum kini membuka suara nya. " Maaf, apa kamu kak Alea? Kak Rifki sering menceritakan tentang mu kepada ku" gadis itu ternyata bisa berbahasa Indonesia dengan baik.


Alea yang mendengar ucapan gadis itu barusan, menatap Rifki seolah meminta penjelasan.


" Kamu tidak mengenali nya?" Rifki malah bertanya pada Alea.


" Tidak, memang nya aku tidak punya kerjaan apa? Sehingga harus mengingat semua penggemar mu" Alea memutar bola mata nya malas.


" Penggemar? Aku memang menyayangi kak Rifki, tapi kalau untuk penggemar? Seperti nya tidak, kak Rifki jauh dari tipe ku" gadis itu malah terkikik geli seraya mengatakan hal itu, membuat Alea semakin bingung saja. " Kak Alea jahat karena tidak mengenali ku, tapi aku bisa maklum karena sudah beberapa tahun kita tidak bertemu" tambah gadis lagi dengan wajah yang terlihat merajuk.


" Dia Feyrin, anak dari om Afkha dan aunty Arin dari Paris, apa kamu tidak mengenal nya?" Rifki yang tidak mau Alea semakin salah faham pada mereka langsung memperkenal kan gadis bule cantik yang sedang bersama dengan nya.


Kalian masih mengingat Afkha, dia adalah asisten sekaligus adik sepupu dari papa Adzriel yang sekarang menetap di Paris setelah menikah dengan bule cantik yang berasal dari negara yang terkenal dengan menara Eiffel nya itu. Afkha yang dulu nya di utus oleh Nanda dan Adzriel untuk mengurus perusahaan mereka yang ada di sana, malah di pertemukan dengan Arin yang saat itu bekerja sebagai salah satu karyawan di perusahaan nya. Sehingga lama kelamaan benih cinta mulai muncul di antara mereka, sampai akhir nya mereka memutus kan untuk menikah dan sampai sekarang mereka menetap di sana dan mempunyai seorang putri yang bernama Feyrin. Feyrin adalah seorang model yang lumayan terkenal di negara nya walau pun di usia nya yang masih muda yaitu 19 tahun dan masih menjadi seorang maha siswi di suatu universitas ternama di negara nya.


" Feyrin, astagfirullah kamu cantik banget!" Alea langsung memeluk gadis bule itu dengan wajah yang terlihat berbinar. " Kamu sudah besar ya, wajar saja aku tidak mengenali mu. Terakhir kita bertemu itu sudah beberapa tahun yang lalu, kamu saja masih duduk di bangku SD" Alea terkekeh seraya melepas kan pelukan nya.


" Jadi, kamu anak nya om Afkha? Kenal kan aku Dela, kita tidak pernah bertemu sebelum nya. Tapi aku kenal dengan ayah mu" Dela mengulur kan tangan nya untuk berkenalan dengan Feyrin.

__ADS_1


" Senang bertemu dengan mu kak Dela" Feyrin menerima uluran tangan Dela dengan senyum manis di bibir nya.


" Aku juga sangat senang bisa berjumpa dengan mu" Dela membalas senyuman Feyrin tak kalah manis.


" Jadi, apa yang sedang kalian lakukan di sini,?" Rifki bertanya pada Alea dan juga Dela. " Bukan kah seharus nya kamu di rumah dan mempersiap kan pernikahan kita yang hanya tinggal dua hari lagi?" Tambah Rifki lagi dengan tatapan menyelidik.


" Aku, hanya ingin membeli sesuatu" ucap Alea dengan suara pelan, namun masih bisa di dengar oleh Rifki dan yang lain nya.


" Kamu kan bisa meminta mami untuk membelikan nya untuk mu, lagi pula kenapa mami membiarkan mu pergi?" Rifki menggerutu kesal. Bukan apa - apa Rifki merasa kesal saat ini, mengingat mantan kekasih Alea yang tidak bisa di hitung oleh jari itu takut nya mereka akan berbuat nekat seperti Putra dan Rian waktu itu. Rifki tidak mau terjadi hal buruk untuk ke dua kali nya menimpa Alea saat ini. Apa lagi, dua hari lagi mereka akan menikah.


" Mami sudah melarang ku sebenar nya" Alea menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


" Lalu, jangan bilang kalau kamu kabur dari pengawasan mami Alice?" Rifki menatap tajam pada Alea membuat Alea salah tingkah dan hanya nyengir kuda saja menunjuk kan deretan gigi putih nya membuat Rifki menghela nafas nya kasar. Rifki sudah menyangka itu semua mengingat bagaimana sifat Alea sejak dulu.


" Ikut aku!" Tanpa basa basi, Rifki langsung menarik tangan Alea untuk ikut dengan nya. " Oh ya Dela, tolong kamu temani Fey sebentar dan antarkan ke rumah ku bila sudah selesai" Rifki menolehkan kepala nya sebelum benar - benar meninggal kan Dela dan Feyrin yang menatap mereka dengan tatapan yang berbeda. Bila Dela melihat mereka seraya menahan senyum di bibir nya, berbeda dengan Feyrin yang menatap mereka dengan dahi yang mengkerut.


" kamu bisa menyerahkan nya pada ku, tenang saja!" Dela pun mengangguk kan kepala nya, dan Rifki pun kembali menarik tangan Alea pergi menjauh dari tempat itu.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2