Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 67


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Dela sudah beberapa kali Mengetuk pintu ruangan bos nya, namun tidak ada sahutan dari dalam padahal dia sangat yakin kalau bos dan istri nya yang tak lain teman sekelas dan sepupu nya itu masih ada di dalam karena barusan dia tak sengaja melihat Karin keluar dari ruangan itu dengan wajah yang sangat kesal.


Dela sebenar nya dari tadi sedang membantu pekerjaan Dimas di ruang kerja nya sehingga dia tidak bisa melihat kedatangan Karin ke sana tadi, sehingga diri nya merasa bersalah dan ingin meminta maaf pada Aydan dan juga Nara.


Ceklek


Dela mencoba membuka pintu ruangan Aydan dengan pelan dan ternyata tidak di kunci.


" Bos, Nara, apa kalian masih di sini?" Ucap Dela seraya melangkah masuk ke dalam ruangan itu seraya mata nya menyapu seluruh ruangan untuk mencari apa yang sekarang dia sedang cari.


" Aaaakh, pelan - pelan!" Baru saja Dela melangkah satu langkah, telinga Dela mendengar suara aneh yang berasal dari ruangan di belakang meja Aydan yang Dela tahu ruangan apa itu.


" Oh God, suara apa itu?" Ucap Dela seraya kembali menutup pintu ruangan Aydan setelah dia tadi keluar lagi dari sana. " Haish, telingaku sudah tidak suci lagi" Dela memegangi wajah nya yang terasa panas karena malu sudah mendengar suara yang seharus nya tidak dia dengar. Bahkan kini detak jantung Dela berdetak dengan sangat kencang karena rasa terkejut nya." Aku tidak percaya, mereka melakukan nya di sini? Di perusahaan? Daebak," Dela menggelengkan kepala nya mengusir fikiran nya yang sudah bertraveling ke mana - mana.


" Kamu sedang apa?" Belum juga Dela sembuh dari rasa terkejut nya, kini dia kembali di kejutkan oleh suara Dimas yang tiba - tiba ada di belakang nya.


" Astagfirullah, bapak kenapa mengagetkan ku" Dela mengelus dada nya sendiri saking kaget nya.


" Ish, kamu yang lebay. Aku hanya bertanya sedang apa kamu di sini, kamu malah seperti seorang pencuri yang tertangkap basah" Dimas mendengus kesal.

__ADS_1


" Cih, pencuri apa nya? Pencuri hati mu" gumam Dela pelan, namun masih bisa di dengar oleh Dimas


" Apa yang kamu bilang?" Tanya Dimas dengan dahi yang mengerut.


" Tidak ada, memang aku berkata apa? Ngomong - ngomong bapak ada perlu apa dengan ku?" Dela berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Aku ingin menyusul mu karena terlalu lama, bukan kah kamu hanya ingin mengambil berkas ini saja? Kenapa kamu malah mengintip ruangan Aydan, sebenar nya ada apa di dalam?" Dimas mengerutkan kening nya seraya melangkah mendekati Dela karena berniat melihat ke dalam ruangan Aydan yang tertutup.


" Tidak ada, sekarang lebih baik kita kembali ke ruangan bapak dan melanjutkan pekerjaan kita!" Dela mendorong tubuh Dimas agar menjauh dari ruangan Aydan untuk kembali ke ruangan Dimas. " Ish, aku tidak mungkin bilang kalau mereka sedang bercinta saat ini, iya kan" batin Dela seraya terus melangkah. Sedangkan Dimas menurut saja dengan Dela untuk kembali keruangan nya, toh dia juga ke sana hanya untuk memastikan Dela akan kembali pada nya walau pun dalam kepala nya Dimas masih penasaran apa yang ada di dalam ruangan Aydan.


Waktu bergulir dengan sangat cepat, dan waktu pun sudah mulai sore. Dela dan Dimas masih berkutat dengan pekerjaan yang masih saja menumpuk di depan mereka. Aydan dan Nara sudah pulang sejak tiga puluh menit yang lalu dan pamit pada ke dua nya dengan wajah yang terlihat segar dan baju yang berbeda dari baju yang mereka tadi pakai, Nara juga terlihat malu - malu saat mereka berpamitan pada Dela dan Dimas. Yang pasti Dela tahu persis kenapa mereka seperti itu sedangkan Dimas tampak mengerutkan kening nya saat melihat mereka yang terlihat agak aneh.


" Seperti nya kita harus kerja lembur untuk mengerjakan semua ini" Dimas meregangkan otot nya yang terasa kaku seraya melihat jam dinding yang ada di ruangan itu.


" Lembur? Apa bapak yakin?" Dela membuang nafas nya kasar. " Akan sampai jam berapa kita lembur?"


" Ish, tentu saja bapak harus mengantar ku. Aku tidak mau pulang sendirian di malam hari" Dela mengerucutkan bibir nya.


" Tentu saja itu akan aku lakukan, aku tidak mungkin tega membiarkan seorang gadis pulang sendirian di malam hari" Ucap Dimas dengan nada datar nya. " Apa lagi itu kamu, gadis yang aku cintai" batin Dimas.


Mereka berdua pun terus bekerja dan hari sudah mulai larut.


Kkkrriiuuk


Suara perut Dela berbunyi karena mereka belum makan apa pun sejak tadi siang.

__ADS_1


" Kamu lapar?" Dimas yang sedang fokus pada berkas yang ada di tangan nya tampak mengulum senyum di bibir nya saat mendengar suara perut Dela yang berbunyi.


" Kenapa ha, wajar saja aku lapar. Kita belum makan apa pun sejak tadi siang" Dela mengerucutkan bibir nya dengan wajah yang merona karena malu.


" Ya, maafkan aku. Aku hampir lupa karena terlalu sibuk dengan pekerjaan kita, aku akan memesan makanan online untuk kita" Dimas pun mengambil ponsel nya dan bersiap memesan makanan online dengan itu. " Kamu mau makan apa?"


" Apa saja yang penting enak dan mengenyangkan" jawab Dela dengan senyum manis nya.


" Baiklah" Dimas pun mulai mengetik kan pesanan mereka pada ponsel nya. " Sudah kita tinggal tunggu saja" Dimas pun kembali meletak kan ponsel nya di atas meja.


" Kalau begitu aku akan ke pantry sebentar untuk mengambil air putih, aku agak haus. Apa bapak mau?" Dela berdiri dari posisi duduk nya.


" Baiklah, akan aku antar. Ini sudah gelap dan kamu pasti takut, di sini hanya tinggal kita berdua" Dimas pun ikut berdiri.


" Oh, baiklah" Dela pun tak melarang Dimas yang akan mengikuti nya karena jujur saja Dela juga takut bila harus berkeliaran sendiri di sebuah gedung yang sangat besar di malam hari yang tidak ada siapa pun di dalam nya kecuali diri nya dan Dimas sekarang. Hanya ada dua orang satpam yang berjaga di depan gedung.


Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun sampai di ruang pantry yang terlihat sudah gelap karena tidak ada seorang pun di sana.


Ceklek


Dela pun membuka pintu ruangan itu dan langsung masuk untuk mencari saklar lampu yang ada di sana begitu pun Dimas yang mengikuti nya dari belakang.


" Ini dia!" Ucap Dela senang saat menemukan saklar lampu yang ada di sana.


Namun baru dia akan menekan stop kontak yang ada di sana, Dimas yang berada di belakang nya tersandung oleh sesuatu yang tergeletak di atas lantai.

__ADS_1


" Ah" pekik Dimas saat diri nya kaget dan terjatuh sehingga tanpa sengaja tubuh nya menubruk tubuh Dela yang berada di dekat nya yang tadi nya menghadap dinding kini berbalik karena mendengar suara Dimas yang malah menubruk tubuh nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2