
Brrakk
Dela menggebrak meja nya sendiri karena kesal dengan ucapan pria asing yang menyebalkan di hadapan nya.
" Dengar ya tuan, pertama nama saya Dela, D E L A" Dela mengeja nama nya sendiri. " Dan yang ke dua, aku tidak tuli dan aku bisa mendengarkan suara anda yang menyebalkan dengan sangat jelas" Dela menunjuk telinga nya sendiri. " Dan yang ke tiga, aku tidak tahu bos akan datang jam berapa karena dia tidak mengatakan nya padaku" Dela mendengus kesal seraya menatap tak suka pada pria asing yang ada di hadapan nya.
" Wanita ini galak sekali" batin Dimas menatap Dela dengan wajah yang terkejut. " Ish, kamu tidak perlu marah - marah juga seperti itu" Dimas menyentuh tengkuk nya seraya berbalik untuk kembali duduk di kursi nya dengan salah tingkah, sedangkan Dela juga langsung kembali duduk dan melanjutkan pekerjaan nya. " Tubuh nya kecil tapi amarah nya besar juga" batin Dimas menatap Dela dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Setelah tiga puluh menit berlalu Dimas pun sudah mulai kesal dan langsung menelpon kakak sepupunya Nanda karena sejak tadi Dimas berusaha menelpon Aydan selalu saja sibuk.
" Halo kak, Aydan tidak ada di ruangan nya. Aku harus menunggu nya sampai kapan?" Dimas mendengus kesal setelah sambungan nya terhubung.
" Kemana anak itu, sudah lah kamu tidak perlu menunggu nya. Kamu langsung saja masuk ke ruangan mu sendiri yang letak nya di samping ruangan Aydan dan kamu minta tolong pada Dela untuk menjelaskan pekerjaan mu" Ucap Nanda dari sebrang sana.
" Apa kakak tidak bisa datang ke sini dan menjelaskan pekerjaan ku sendiri?" Dimas melirik wanita yang masih fokus dengan komputer di depan nya. " Yang benar saja kalau aku harus bertanya pada dia" batin Dimas
__ADS_1
" Maaf, kakak tidak bisa karena kakak ada urusan. Kamu tanya pada Dela saja. Dia sangat pintar dan tahu semua pekerjaan Aydan, bahkan Dela lebih baik dalam mengerjakan pekerjaan di sana dari pada Aydan" jawab Nanda lagi
" Baiklah, aku akan melakukan nya sekarang" Dimas pun langsung mematikan sambungan telpon nya sambil membuang nafas nya kasar.
" Hey, kau" Dimas dengan ragu mendekati kembali meja Dela.
" Ada apa lagi tuan?" Dela memutar bola mata nya malas.
" Aku di suruh kakak, maksud ku kak Nanda untuk langsung bekerja saja di ruangan ku dan aku di suruh meminta mu untuk membantu pekerjaan ku" Dimas tiba - tiba menjadi gugup saat berbicara dengan gadis yang ada di hadapan nya setelah tadi melihat Dela yang marah - marah.
" Kak Nanda? A apa anda pak Dimas yang dari Bandung itu?" Dela tampak membulatkan bola mata nya dengan wajah yang terkejut saat mendengar pria yang ada di hadapan nya menyebut tuan besar nya dengan sebutan kakak. Ya, Dela sudah mendengar bahwa hari ini akan datang adik sepupu Nanda yang berasal dari Bandung untuk membantu menghandle pekerjaan Aydan yang terbengkalai. Tapi Dela tidak tahu bagaimana wajah dari Dimas, yang ada di fikiran Dela adalah kalau dia adik sepupu Nanda dan om dari Aydan pasti umur nya hampir sama dengan Nanda sekitar 50 tahunan. Tapi ternyata Dela salah, Dimas masih muda dan juga gagah dan yang lebih menyebalkan nya lagi Dimas terlihat sangat tampan di mata Dela.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di tempat Aydan berada pagi ini, tepat nya di depan rumah Nara.
__ADS_1
" Mau kemana dia?" Gumam Aydan saat melihat Nara keluar dari rumah nya menggunakan mobil biru kesayangan nya. Bukan mobil biru kesayangan Nara yang jadi masalah, tapi penampilan Nara saat ini. Nara memakai setelan rok formal yang terlihat pas di tubuh nya serta riasan wajah natural yang membuat Nara terlihat sangat cantik. Bila biasa nya Nara mengikat rambut nya dan memakai pakaian longgar sederhana dan kaca mata tebal bertenger di hidung nya. Maka saat ini penampilan Nara kebalikan nya sehingga Nara terlihat sangat cantik saat ini.
" Ck, kenapa dia harus berpenampilan seperti itu sih?" Aydan mendengus kesal. " Aku tidak boleh membiarkan nya pergi sendirian" gumam Aydan lagi seraya menghidupkan mesin mobil nya saat melihat mobil Nara yang keluar dari halaman rumah nya.
Aydan yang tadi nya hanya akan menjenguk Nara tanpa sepengetahuan Nara di rumah nya sebelum berangkat ke perusahaan nya untuk bekerja, tak jadi masuk ke dalam rumah Nara karena melihat Nara yang keluar dari rumah nya dengan pakaian rapi dan menggunakan mobil nya.
Sebenar nya Nara yang merasa jenuh hanya berdiam diri di rumah saja, pagi ini memutuskan untuk kembali bekerja di perusahaan untuk membantu Angga kembali. Semalam Nara sudah memikirkan nya dengan matang dan sudah membicarakan hal ini pada Angga dengan ponsel nya dan Angga tentu saja setuju, karena selain diri nya yang tertolong dengan keberadaan Nara di perusahaan Angga juga berfikir ini akan bagus untuk Nara agar dia bisa seperti dulu lagi bila melakukan aktifitas yang dulu biasa dia lakukan.
Nara juga sudah berbicara pada ayah dan bunda nya dan mereka pun sudah setuju karena mereka juga berfikir kalau ini akan baik untuk Nara dari pada dia harus mengurung diri di kamar sendirian dan bergelut dengan lamunan nya, lebih baik Nara punya kegiatan yang akan membuat nya melupakan masalah nya walau hanya sebentar.
Aydan pun terus mengemudi kan mobil nya mengikuti mobil Nara yang ada di depan nya dengan kecepatan sedang sampai akhir nya mobil Nara terparkir di tempat yang tidak asing bagi Aydan yaitu halaman parkir perusahaan kosmetik Oma Zela tempat Nara biasa bekerja bersama dengan Angga.
" Ternyata dia mau kembali bekerja" gumam Aydan melihat Nara yang keluar dari mobil nya dari kejauhan. " Tapi kalau dia bekerja dengan penampilan seperti itu, pasti banyak karyawan pria yang akan mengagumi nya. Ck, tidak bisa aku biarkan!" Aydan pun langsung turun dari mobil nya dan hendak ikut masuk mengikuti Nara, namun dia teringat sesuatu dan mengurungkan niat nya. " Ish, kalau aku ikut masuk ke sana Nara pasti akan ketakutan lagi bila melihat ku" Aydan tampak berfikir.
" Apa aku masuk sebagai Ayan saja ya?" Aydan pun kembali masuk ke dalam mobil nya dan langsung merubah penampilan nya menjadi culun dan kemudian dia menelpon Angga untuk melancarkan rencana nya.
__ADS_1
Setelah selesai menghubungi sahabat sekaligus om nya itu, Aydan pun langsung masuk ke dalam perusahaan itu mengikuti Nara bahkan dia sampai melupakan pekerjaan nya di Balendra Corp.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambah kan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏