Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 26


__ADS_3

Keesokan hari nya, Nanda yang mendengar pekerjaan putra nya berantakan memutuskan untuk datang ke perusahaan untuk membereskan kekacauan yang ada di perusahaan nya. Nanda melangkah dengan tegap walau pun usia nya yang sudah tidak muda lagi, tapi kegagahan dan ketampanan Nanda masih terlihat dengan sangat jelas.


" Selamat siang tuan besar!" Dela yang melihat pemilik perusahaan tempat nya bekerja tampak berdiri menyapa Nanda dengan wajah yang terkejut, Nanda hanya menganggukan kepala nya tanpa menjawab sapaan dari Dela. Seperti itu lah sikap Nanda dari dulu sampai sekarang, selalu berwajah dingin dan juga datar.


Ceklek


Nanda membuka pintu ruangan Aydan tanpa mengetuk terlebih dahulu membuat Aydan yang sedang fokus dengan layar laptop di depan nya pun langsung mendongakkan kepala nya.


" Daddy, apa yang Daddy lakukan di sini?" Aydan tentu saja heran karena tidak biasa nya Daddy nya itu datang ke perusahaan tanpa memberitahu nya terlebih dahulu.


" Menurut mu apa yang membuat ku datang ke sini? Apa kau merasa pekerjaan yang kau lakukan itu beres ha?" Nanda berkata dengan nada dingin nya.


" A aku" Aydan menundukan kepala nya. Aydan cukup tahu diri karena sejak kesalahan yang dia lakukan pada Nara beberapa hari yang lalu membuat nya tidak berkonsentrasi dalam bekerja dan membuat pekerjaan nya di perusahaan banyak yang terbengkalai dan kacau balau.


" Daddy tahu kamu punya masalah yang berat, tapi daddy harap kamu tidak mencampur adukan urusan pribadi mu dengan pekerjaan" Nanda mendudukan diri nya di atas sofa yang ada di sana seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.


" Maaf" hanya itu yang mampu keluar dari bibir Aydan saat ini seraya berjalan mendekati Nanda dan duduk di samping Daddy nya itu.


"Daddy sudah memutuskan untuk memanggil Dimas ke Jakarta untuk membantu mu kalau seperti itu" ucap Nanda lagi membuat Aydan lumayan terkejut.


" Om Dimas? Tapi bukankah om Dimas harus mengurus Wijaya Corp?" Dimas adalah pria berumur 32 tahun yang terlahir dari pasangan Anita dan Yudi yang merupakan adik kandung dari Anika, grandma dari Aydan dan mommy dari Nanda.


" Di sana masih ada Andra, lagi pula kalau Balendra Corp kacau balau seperti ini. Apa Wijaya Corp tidak akan terkena imbas nya ha?" Nanda menatap Aydan dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


Wijaya Corp adalah perusahaan milik keluarga Fika yang kini menjadi cabang Balendra Corp yang ada di Bandung setelah semua saham sudah jatuh di tangan Fika dulu, dan sekarang di jalankan oleh Andra dan Dimas yang membantu nya.


" Daddy benar, tapi kalau om Dimas semakin sibuk di sini aku takut kalau om Dimas akan lebih sulit mendapatkan kekasih. Umur om Dimas sudah lumayan matang untuk menikah bukan" Aydan terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, kau ini! Justru itu dia maksud ku, di Bandung dia tidak menemukan jodoh nya siapa tahu di Jakarta dia akan menemukan jodoh nya" ucap Nanda seraya terkekeh yang membuat Aydan ikut terkekeh juga .


Ya, Dimas lebih tua enam tahun dari Aydan, namun di usia nya yang sudah berkepala 3 itu dia belum juga menikah. Bahkan berpacaran pun hanya pernah satu kali saja seumur hidup nya.


" Besok Dimas akan datang ke Jakarta dan akan tinggal di apar temen mu" Nanda pun berdiri setelah mengatakan itu. " Daddy pulang dulu!" Nanda pun meninggalkan Aydan sendirian di ruangan nya.


" Setidak nya aku bisa lebih tenang mendekati Nara kalau om Dimas ada di sini" gumam Aydan tersenyum penuh arti.


Sore hari nya setelah pulang dari perusahaan, sesuai rencana nya Aydan datang ke rumah Nara dengan alat penyamaran nya yang sudah komplit melekat di wajah dan tubuh nya.


" Walaikum sallam" terdengar suara Nami menjawab dari dalam.


" Kamu sudah datang?" Nami tampak mengulum senyum nya. Sejak kemarin Nami selalu ingin tertawa bila melihat penampilan Aydan yang seperti itu, mungkin Nami belum terbiasa saja melihat nya.


" Ish, kalau ingin tertawa, tertawa saja bun jangan di tahan!" Aydan mendengus kesal.


" Ha ha ha" tawa Nami akhir nya pecah juga walaupun sedikit dia tahan agar Nara tidak mendengar nya. " Maaf, bunda sudah puas sekarang" Nami pun menghentikan tawa nya dan mengajak Aydan untuk masuk ke dalam rumah mereka.


" Dia siapa bun?" Razky tampak menatap Aydan yang datang bersama Nami sambil mengerutkan kening nya. " Kenapa ayah baru melihat nya, apa dia teman Nara juga" Razky memang tidak mengetahui rencana Aydan yang satu ini karena saat kemarin Aydan berbicara pada Nami, Razky sedang keluar untuk menjenguk Oma Dita dan Opa Rafa.

__ADS_1


" Ayah benar tidak mengenali nya? " Nami kembali mengulum senyum nya.


" Tentu saja, ayah saja baru pertama kali melihat nya" Razky menatap Aydan dengan tatapan menyelidik.


" Coba ayah lihat lagi, siapa dia?" Nami terkekeh saat mengatakan nya. Razky pun tampak berfikir sambil melihat anak muda yang ada di hadapan nya.


" Ini aku ayah" akhir nya Aydan mengeluarkan suara nya karena sudah tidak tahan ingin tertawa saat melihat wajah bingung ayah Nara itu.


" Tunggu - tunggu, kenapa suara nya seperti tidak asing?" Razky masih belum menyadari nya.


" Ish, tentu saja tidak asing. Dia kan Aydan" Nami memutar bola mata nya malas.


" Apa, hhmmpth" Razky menahan tawa nya. " Ck ck ck.. Apa sebegitu frustasi nya kamu sehingga merubah penampilan mu jadi seperti ini? Nah Bun ini baru culun, bukan seperti anak kita kemarin - kemarin" Razky masih saja tertawa membuat Aydan mendengus kesal. Kalau di hadapan nya ini bukan ayah nya Nara, sudah di pastikan Aydan akan memaki nya karena berani menertawakan dan mengejek nya. Tapi sekarang ini Aydan hanya bisa pasrah saja di katai apa pun oleh pria paruh baya yang ada di hadapan nya.


" Ayah ini bagaimana, Aydan melakukan ini juga untuk putri kita jadi kita harus hargai itu" Nami merasa kesal pada suami nya itu yang tak henti - henti nya tertawa.


" Baiklah maafkan aku, tapi sungguh penampilan Aydan kali ini sangat menggelikan" Razky berusaha menghentikan tawa nya.


" Sudahlah, sekarang kau duduk dulu di sini dengan ayah! Bunda akan memanggil Nara dulu" Nami pun pergi dari ruang keluarga menuju kamar Nara untuk memanggil putri nya itu agar Nara bisa bertemu dengan Aydan yang berpenampilan culun seperti itu.


Tujuan mereka melakukan itu tidak bukan dan tidak lain adalah untuk membiasakan Nara bersama dengan Aydan dan jika Nara sudah mulai terbiasa mereka akan mengatakan yang sebenar nya dan akan menikahkan mereka berdua. Nami dan Razky ingin yang terbaik untuk putri mereka dan bagi mereka tidak ada pria yang lebih baik lagi dari Aydan karena sejak mereka kecil Aydan selalu melindungi Nara. Walau pun Aydan melakukan kesalahan yang sangat fatal beberapa hari yang lalu, tapi mereka juga tidak bisa menyalahkan Aydan sepenuh nya yang saat itu tidak sadar karena minuman alkohol yang di minum nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2