
Hari berganti hari, kini tak terasa pernikahan Rifki dan Alea hanya tinggal menghitung hari. Alea dan Rifki sejak pertemuan mereka di butik tempo hari tidak pernah lagi saling bertemu. Entah karena malu atau apa, tapi yang pasti dalam hati mereka masing - masing, diam - diam mereka saling merindukan dan kehilangan satu sama lain. Apa lagi sejak pernikahan mereka di putuskan mereka jarang sekali bertemu, apa lagi bercanda seperti biasa nya.
Hari ini Nara yang merasa bosan berada di mansion sendirian karena mommy Fika dan daddy Nanda sedang sibuk membantu persiapan pernikahan Alea di rumah besar keluarga Wilantara pun memutuskan untuk mengajak Alea pergi ke kafe Algi untuk berkumpul di sana. Lagi pula mereka bertiga sudah lama tidak berkumpul bersama.
Alea memang bisa dengan bebas nya pergi ke mana pun karena Rifki bahkan jarang menghubungi diri nya seolah tidak perduli dengan apa yang di lakukan oleh Alea saat ini.
Namun berbeda dengan Nara yang harus bersusah payah mendapatkan izin dari suami posesif nya, apa lagi Nara mengatakan akan ke kafe Algi dan ingin berkumpul bersama. Lebih sulit lagi untuk Nara mendapatkan izin dari suami nya itu, bahkan Nara harus melakukan berbagai cara untuk membujuk suami nya itu, termasuk mengorbankan waktu tidur malam nya untuk membuat suami nya yang seakan tidak pernah bosan melakukan hal yang iya - iya dengan nya itu merasa puas dan akhir nya mengizinkan nya, walaupun dengan syarat agar Nara tidak terlalu dekat dengan Algi dan Aydan pun menyuruh Alea untuk mengawasi nya karena Aydan harus menghadiri rapat penting hari ini dengan Dimas dan Dela yang juga ikut dengan nya.
" Suami mu itu keterlaluan ya Nar, masa aku harus ngawasin kamu agar menjaga jarak dengan Algi. Cih seperti aku tidak punya pekerjaan saja" Alea memberengut kesal.
Saat ini Alea dan Nara masih berada dalam mobil Alea yang baru terparkir di halaman kafe milik Algi.
" Ya, mau bagaimana lagi" Nara mengangkat bahu nya acuh. " Itu adalah cara dia mencintai ku, jadi aku tidak bisa menolak nya" Nara terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya, kamu benar! Kak Aydan sangat mencintai mu, jadi dia sangat menjaga mu" Alea ikut terkekeh. " Apa aku juga akan mendapatkan perlakuan yang sama dari suami ku nanti" wajah Alea kini berubah menjadi sendu.
" Tentu saja, kak Rifki sangat baik dan sifat nya dan Aydan tidak beda jauh. Mungkin saja kak Rifki akan lebih parah dari Aydan" Nara tersenyum mengejek pada Alea.
" Semoga saja" batin Alea penuh harap." Lupakan semua itu, lebih baik kita segera masuk ke dalam. Algi pasti sedang menunggu kita, awas saja kalau dia tidak menyiapkan makanan kesukaan kita" Alea pun keluar dari dalam mobil nya di ikuti Nara dan mereka berjalan bersama menuju ke dalam kafe Algi sambil terus mengobrol.
" Ish, kalian lama sekali!" Algi sudah menunggu kedatangan mereka berdua di dekat pintu masuk.
__ADS_1
" Apa bos kafe ini sekarang sudah turun jabatan jadi penjaga pintu ha?" Alea berkata dengan nada mengejek.
" Seperti nya dia sudah tidak mampu membayar pegawai untuk melakukan itu" Nara ikut menimpali.
" Ish, kalian ini apa - apa an? Sahabat macam apa yang mendo'akan sahabat nya sendiri bangkrut" Algi memberengut kesal.
" Tentu saja sahabat seperti kami" ucap Nara dan Alea secara bersamaan seraya berjalan menuju meja yang biasa mereka gunakan untuk berkumpul dengan acuh nya, sedangkan Algi tampak mengikuti mereka dari belakang dengan wajah yang terlihat kesal.
" Lihat yang aku siapkan untuk kalian! Aku hebat bukan, aku masih ingat kesukaan kalian" Algi berkata ponggah seraya menduduk kan diri nya di kursi yang ada di sana.
" Ish, kamu memang ingat makanan kesukaan kami dulu. Tapi apa kamu lupa kalau aku sedang mengandung dan sekarang aku suka makanan pedas" Nara menggerutu kesal pada Algi Seraya memandang makanan yang ada di depan nya. Ayam kecap manis yang terlihat enak dengan jus mangga melengkapi nya.
" Ya, dan apakah kamu tidak tahu kalau aku akan segera menikah. Aku tidak mau perut ku sakit di hari penting ku itu karena memakan makanan yang kamu siapkan ini" Alea ikut kesal seraya melihat makanan yang ada di hadapan nya, satu porsi ayam bakar sambal matah dengan es teh manis sebagai pelengkap nya.
" Ini baru benar, terima kasih" Nara menatap makanan yang ada di hadapan nya dengan mata yang berbinar.
" Ya, ini lebih baik. Kamu memang sahabat kami yang paling baik" Alea terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya ya ya, sama - sama! Sekarang ayo kita makan, setelah itu kita bisa mengobrol lagi" Algi memutar bola mata nya malas.
Mereka bertiga pun memakan makanan yang ada di hadapan mereka masing - masing dengan lahap nya, terutama bumil kita yang bahkan menghabiskan dua porsi makanan nya membuat Alea dan Algi menggelengkan kepala mereka melihat cara makan Nara saat ini.
__ADS_1
" Pantas saja kamu sekarang agak gemuk, ternyata makan kamu banyak banget ya Nar. Aku saja yang seorang pria tidak makan sebanyak kamu" Algi menatap Nara seraya menggelengkan kepala nya.
" Ish, wajar saja kan kalau aku makan banyak. Aku sekarang makan bukan hanya untuk ku saja, tapi untuk dedek bayi juga" Nara mengerucutkan bibir nya. " Dan satu hal lagi, aku bukan nya gemuk tapi hanya montok saja" ucap Nara dengan percaya diri.
" Itu sama saja dodol" Alea menepuk pundak Nara pelan membuat Nara terkekeh.
" Eh, jadi pernikahan mu dan kak Rifki akan benar - benar terjadi beberapa hari lagi?" Algi menghenti kan obrolan yang menurut nya tidak penting antara Nara dan Alea.
" Ya, kamu jangan lupa datang. Dan bawa hadiah yang bagus untuk ku!" Ucap Alea
" Tentu saja aku akan datang, tapi aku kesal pada kalian yang bisa - bisa nya meninggalkan ku sendirian untuk menikah. Seharus nya waktu kita menikah jangan terlalu jauh, agar anak - anak kita bisa bersahabat juga nanti nya" Algi berkata dengan nada serius nya.
" Ck, kalau itu tinggal kamu nya aja yang cepetan cari istri! Enak aja kamu nyalahin kita" Alea mendengus kesal.
" Ya, lagi pula bukan salah kami kalau jodoh kami yang begitu dekat" tambah Nara dengan wajah yang juga terlihat kesal.
" Iya - iya, ini memang salah ku yang terlalu pemilih. Padahal banyak gadis yang mengantri pada ku" Algi berkata ponggah seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Ish, mereka mengantri bukan karena ingin menjadi kekasih mu. Tapi mereka ingin makan di kafe mu" cibir Alea.
" Atau kalau tidak, paling mereka nagih utang ke pada mu" Nara juga ikut mencibir, membuat Algi mendengus kesal sedangkan Nara dan Alea tertawa renyah menertawakan sahabat mereka itu.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏