
Feyrin kini sudah sampai di depan sebuah perusahaan yang akan dia datangi untuk wawancara hari ini. Feyrin terlihat beberapa kali menarik dan membuang nafas nya dengan pelan karena kegugupan nya.
" Fey, kamu datang untuk wawancara juga di sini?" Baru Feyrin akan melangkah masuk ke dalam perusahaan itu, tampak Diana yang ternyata juga akan melakukan wawancara nya di sana berlari menghampiri Feyrin.
" Iya Di, aku pikir aku akan coba magang di perusahaan ini" Feyrin menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Kamu tidak salah datang ke sini, aku dengar perusahaan ini sangat besar dan lumayan terkenal di negara ini. Aku dengar tidak mudah untuk magang di sini, karena hanya memang yang terbaik yang dapat di terima di sini" Diana menjelas kan.
" Benarkah? Kenapa aku tidak tahu ya?" Feyrin terkekeh saat mengatakan nya.
" Tentu saja benar, makan nya aku pilih perusahaan ini untuk magang. Aku dengar gaji nya juga lumayan besar dan banyak bonus juga untuk karyawan yang pekerjaan nya bagus, selain itu juga kalau magang di sini dan pekerjaan kita memuaskan, kita akan mudah juga di terima di perusahaan ini tanpa harus melamar pekerjaan terlebih dahulu setelah lulus kuliah nanti." Diana kembali menjelas kan, Feyrin pun hanya mengangguk kan kepala nya.
" Ish, ternyata perusahaan daddy lumayan terkenal juga ya" batin Feyrin menatap papan nama perusahaan itu. Ya Feyrin memutus kan untuk magang di perusahaan daddy nya agar bisa mengawasi Angga di sana. Lagi pula seluruh karyawan daddy nya tidak pernah mengetahui status Feyrin sebagai anak dari pemilik perusahaan itu karena Feyrin memang jarang sekali datang ke sana. Hanya asisten pribadi dan sekertaris Daddy nya saja yang mengenal nya. Jadi Feyrin tidak takut akan mendapat kan perlakuan khusus di sana.
" Ayo masuk, nanti kita telat lagi!" Diana pun langsung menarik tangan Feyrin untuk segera masuk ke dalam perusahaan itu sebelum mereka terlambat.
Feyrin dan Diana pun berjalan melewati beberapa koridor di mana di sana banyak karyawan yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing - masing. Dan setelah melewati beberapa koridor, akhir nya Feyrin dan Diana sampai juga di depan sebuah ruangan yang tadi di beritahukan karyawan di sana adalah tempat yang akan di gunakan untuk wawancara hari ini.
__ADS_1
Di depan ruangan itu juga sudah berderet beberapa orang yang duduk di atas kursi yang di sediakan di sana untuk menunggu giliran mereka.
" Ck, lihat lah siapa yang datang ke sini! Model kesayangan kampus kita guys" Ceryl yang melihat kedatangan Feyrin dan Diana, tampak berdiri dari duduk nya dan menghampiri mereka dengan ke dua teman nya yaitu Emy dan Syasya.
" Seperti nya model kita sedang sepi pekerjaan dan ingin banting stir menjadi karyawan biasa" Emy tampak terkekeh di ikuti Syasya dan Ceryl
" Terserah kalian mau bicara apa, yang pasti kami ke sini untuk wawancara. Bukan untuk meladeni kalian" Diana memutar bola mata nya malas.
" Cih, kamu jangan berlaga di sini! Asal kamu tahu manager di sini adalah kakak ku, jadi kalian jangan macam - macam di sini!" Ceryl berkata dengan ponggah seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Ish, hanya manager saja sudah sombong" Feyrin berkata dengan nada malas seraya berjalan melewati Celyn dan yang lain nya tanpa memperdulikan mereka yang menatap tak suka ke arah nya.
Menit demi menit berlalu, satu persatu orang pun di panggil ke dalam ruangan untuk wawancara di perusahaan itu, dan satu persatu juga mereka keluar dengan raut wajah yang berbeda - beda. Ada yang keluar dengan wajah yang kecewa, ada juga yang keluar dengan senyum di wajah mereka termasuk Diana yang bisa lolos dalam wawancara barusan.
" Aku sudah duga kalau aku akan di terima dengan mudah" Ceryl yang baru saja keluar dari ruangan itu tampak mendelik kan mata nya melihat Feyrin seraya mengeras kan suara nya.
" Kamu memang hebat Ceryl" Syasya memuji Ceryl. " Semoga aku dan Emy juga di terima di sini" tambah Syasya lagi dengan penuh harap.
__ADS_1
" Ya, Sya. Semoga kita juga bisa di terima magang di sini" Emy ikut menimpali.
" Kalian tenang aja, kalian juga bisa lolos kok. Aku juga sudah mengatakan pada kakak ku untuk menerima kalian juga" Ceryl mengibas kan rambut nya dengan gaya sombong nya. " Dan asal kalian tahu, kakak ku juga akan berusaha membuat ku dekat dengan wakil CEO yang tampan itu. Dan kalau sudah berhasil, akan aku pasti kan orang - orang yang tidak aku sukai akan menderita di perusahaan ini" tambah Ceryl lagi seraya menatap Feyrin dengan tatapan tak suka nya. Sedang kan Feyrin hanya memutar bola mata nya malas tanpa ada niat untuk meladeni ucapan Ceryl barusan.
Setelah menunggu beberapa waktu, akhir nya kini giliran Feyrin memasuki ruang wawancara untuk mengikuti prosedur perusahaan itu sebelum di terima bekerja sebagai anak magang di sana. Sebenar nya Feyrin bisa saja langsung bekerja di sana tanpa melakukan itu terlebih dahulu, namun Feyrin tidak ingin di istimewa kan di perusahaan daddy nya itu. Feyrin ingin di perlakukan sebagai karyawan magang lain nya seperti teman - teman nya yang lain nya, apa lagi daddy Afkha juga meminta Feyrin untuk melakukan pekerjaan yang tidak bisa Afkha atau Angga lakukan sendiri karena status mereka di sana yang sudah di ketahui oleh semua karyawan yang ada di sana.
" Nona Feyrin!" Seorang wanita dewasa cantik tampak keluar dari ruangan wawancara untuk memanggil peserta berikut nya. Feyrin tahu betul siapa itu, karena beliau adalah sekertaris daddy nya yang kini membantu Angga dengan pekerjaan nya yaitu Mauren.
" Ya, saya!" Feyrin tersenyum seraya berdiri dari duduk nya.
" Silah kan masuk!" Mauren mempersilah kan Feyrin masuk ke dalam ruangan itu tanpa menyapa Feyrin terlebih dahulu karena Mauren sudah di peringat kan oleh Afkha terlebih dahulu akan kedatangan Feyrin sebagai salah satu peserta magang di sana.
Tak menunggu lama Feyrin pun langsung masuk dengan percaya diri ke dalam ruangan yang sudah duduk beberapa orang di sana lebih tepat nya ada tiga orang di sana, seperti nya mereka yang akan melakukan wawancara dengan nya.
" Semoga berhasil!" Bisik Mauren tepat di dekat telinga Feyrin membuat Feyrin mengangguk kan kepala nya dengan senyum di bibir nya.
Sedangkan di salah satu meja yang ada di sana, tepat nya di bagian tengah. Tampak seorang pria yang menatap Feyrin dengan tatapan yang sangat sulit untuk di arti kan
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏