
Setelah Carry dan Ceryl saling melepas kan satu sama lain, kini saat nya Angga memanggil beberapa orang polisi yang sudah di siap kan oleh mereka sebelum nya untuk segera naik ke atas di mana ruangan Angga berada karena saat ini mereka menunggu di loby sampai Angga memanggil mereka.
Tak menunggu lama, polisi yang di panggil oleh Angga pun sudah datang dan masuk ke dalam ruangan di mana mereka berkumpul.
" Ini saat nya" ucap Carry dengan senyum yang dia paksakan untuk adik nya. " Kamu jaga diri baik - baik" Ceryl pun mengangguk kan kepala nya.
" Kakak juga" Ceryl kembali memeluk kakak nya itu sebentar dan langsung melepas kan nya.
" Saya siap pak" Carry pun menyerah kan diri nya sendiri pada pihak yang berwajib tanpa perlawanan sedikit pun.
" Bawa dia juga pak!" Ucap Afkha dengan nada datar nya seraya menunjuk ke arah Mark yang masih berdiri tanpa mengeluar kan sepatah kata pun.
" Tidak, aku tidak mau ikut dengan kalian!" Mark tiba - tiba berteriak saat salah satu polisi itu menghampiri nya. " Jangan harap kalian bisa menangkap ku"
Tanpa di duga Mark langsung melompat keluar dari jendela yang berada di ruangan itu, ruangan Angga memang berada di lantai lima, tapi di bawah jendela ada semacam pijakan yang bisa di gunakan untuk keluar dari sana dan itu terhubung langsung pada koridor kantor tak jauh dari tangga darurat.
Seperti nya tanpa sepengetahuan Angga dan yang lain nya, Mark sedari tadi diam - diam mengamati bagian luar jendela ruangan itu. Pantas saja Mark sejak tadi hanya diam dan tak bergeming dari tempat nya berdiri sedari tadi.
Para polisi, Angga dan yang lain nya langsung berlari mengejar Mark yang telah berhasil melari kan diri dari sana melewati kaca jendela ruangan itu. Mark seperti nya tidak takut sedikit pun dengan tempat yang sangat tinggi itu, padahal pijakan di sana sangat kecil dan hampir mustahil di lewati oleh orang. Tapi Mark seperti nya sudah cukup ahli dalam melakukan ini, apa lagi dia sangat tahu betul seluk beluk gedung perusahaan itu sehingga mempermudah nya untuk melarikan diri.
__ADS_1
Terbukti saat ini polisi, Angga dan yang lain nya tidak bisa menemukan keberadaan Mark di mana pun.
" Bagai mana, apa kalian berhasil menangkap nya?" Nanda berkata dengan nafas yang tersengal karena sehabis berlari dengan yang lain nya tadi. Saat ini mereka sedang berkumpul di loby perusahaan.
" Aku belum berhasil menemukan nya" jawab Angga dengan nafas yang sama.
" Kami juga" Feyrin dan Ceryl berkata bersamaan.
" Aku tidak menyangka kalau paman Mark ternyata sejahat itu" Ceryl berkata dengan wajah sendu.
" Sudah lah, nanti dia juga pasti akan di temukan" Feyrin mengusap punggung Ceryl dengan lembut.
Setelah itu, Afkha, Nanda, Angga dan Feyrin berkumpul kembali di ruangan Angga untuk membicarakan kepulangan Angga dan Nanda ke Indonesia besok pagi dengan menggunakan pesawat pribadi yang di pakai Nanda untuk terbang ke Paris tadi pagi. Sedangkan Ceryl kembali bekerja ke ruang kerja nya, masalah pengejaran Mark mereka serah kan pada pihak kepolisian sepenuh nya.
" Jadi, kamu akan pulang bersama dengan daddy mu ini ke Indonesia besok pagi?" Afkha bertanya seraya menatap Angga dengan tatapan menyelidik.
" Ya, tentu saja. Aku harus menghadiri pernikahan om Dimas dan Dela beberapa hari lagi" Angga mengangguk kan kepala nya. " Lagi pula tugas ku di sini sudah selesai" tambah Angga lagi.
" Lalu bagai mana dengan Feyrin, apa kamu juga akan mengajak nya?" Tanya Afkha lagi membuat Angga terdiam dengan mata yang sesekali melirik Feyrin yang duduk di samping daddy nya itu.
__ADS_1
" Kalau dia ingin ikut, aku pasti akan senang. Tapi kalau tidak, aku tidak akan memaksa nya" Angga terlihat ragu saat mengatakan nya.
" Jadi, bagai mana keputusan mu nak? Apa kamu akan ikut dengan kami?" Kali ini Nanda yang bertanya pada Feyrin. " Walau pun Angga bukan anak kandung daddy, tapi sejak dia masih bayi. Aku selalu menyaksikan pertumbuhan nya dan aku bisa pasti kan kalau Angga adalah orang yang sangat baik" tambah Nanda lagi dengan senyum tipis di bibir nya.
" Aku tidak tahu" jawab Feyrin dengan wajah yang tertunduk. Jujur saja Feyrin masih bingung dengan apa yang akan dia lakukan selanjut nya, di satu sisi Feyrin masih sangat marah pada Angga yang dulu pernah bersikap kasar dan menuduh diri nya dengan begitu kejam. Tapi Feyrin juga tidak mungkin bersikap seperti itu terus karena suatu hari nanti Angga mungkin akan lelah dan pergi dari nya, itu jelas tidak di ingin kan oleh Feyrin saat ini atau pun seterus nya.
" Pikir kan lah lagi, daddy akan mendukung semua keputusan mu. Lagi pula daddy lihat Angga sudah bersungguh - sungguh menunjuk kan cinta nya pada mu" Afkha mengusap pelan punggung putri nya itu. " Lagi pula masih ada satu malam lagi untuk mu memikir kan nya" tambah Afkha lagi dengan senyum di bibir nya.
" Baik lah, mari kita pergi dan mengurus urusan kita. Kita beri waktu untuk mereka anak muda menyelesai kan masalah mereka" Nanda pun berdiri dari duduk nya dan mengajak Afkha untuk pergi dari ruangan itu.
" Baik lah, kakak benar juga" Afkha pun ikut bangun dari duduk nya. " Kalian bicarakan ini dengan baik, jangan sampai membuat kalian menyesal di kemudian hari" setelah mengatakan hal itu Afkha pun keluar mengikuti Nanda yang berada di depan nya, meninggal kan sepasang anak manusia yang kini saling tatap dengan perasaan yang sulit untuk di artikan.
Lagi pula Afkha dan Nanda saat ini masih harus ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian atas laporan mereka terhadap Mark dan Carry. Mereka juga ingin memasti kan apa kah Mark berhasil di tangkap atau belum, karena sampai sekarang mereka masih belum mendapat kan kabar dari pihak kepolisian di daerah itu.
Nanda dan Afkha pun berangkat dengan menggunakan mobil yang tadi mereka gunakan menuju ke kantor polisi dengan kecepatan sedang. Dalam perjalanan ke sana, tak henti - henti nya mereka berharap agar Mark segera tertangkap. Karena dari apa yang mereka lihat, Mark cukup berbahaya dan cukup jahat untuk menyakiti siapa saja yang menghalangi tujuan nya.
Apa lagi mereka melihat sendiri bagaimana dia tak perduli nya pada dua keponakan yang selama ini dia manfaat kan untuk mempermudah kejahatan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1