Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 76


__ADS_3

Mohon di baca setelah buka puasa 🙏🙏


Byuuurr


Satu botol berukuran besar air mineral mengguyur tubuh Alea saat ini.


" Aaaakh , apa yang kamu lakukan pada ku" Alea berteriak histeris saat air itu mengenai tubuh nya.


" Maafkan aku, aku harap ini bisa mereda kan rasa panas dan tak nyaman pada tubuh mu" Rifki menatap Alea dengan rasa bersalah nya. Rifki pun langsung memungut pakaian Alea dan memasangkan nya kembali pada tubuh Alea dengan susah payah, walaupun hanya kemeja nya saja sedangkan pakaian dalam Alea Rifki tidak bisa memasangkan nya. Rifki juga tak lupa memakai kembali kemeja nya yang tadi di lepaskan oleh Alea dan mulai memacu kembali mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Mobil Rifki tampak terus melaju dengan kecepatan tinggi dan berhasil keluar dari daerah hutan dan kini mulai masuk ke daerah perkebunan yang terlihat sangat sepi tanpa ada nya rumah penduduk atau orang satu pun terlihat di sana, apa lagi hari sudah mulai sore dan langit juga sudah mulai gelap. Masih beberapa kilo meter lagi yang harus Rifki tempuh agar bisa sampai di jalanan kota.


Mata Rifki sesekali melirik ke arah Alea yang masih saja gelisah dan sesekali menarik tangan Rifki agar menyentuh nya, namun Rifki tetap berusaha untuk mengemudikan mobil dengan baik agar diri nya bisa lebih cepat menolong Alea saat ini. Namun Rifki tampak terkejut saat Alea sedang menggigit bibir nya sendiri sampai mengeluarkan darah dengan tangan nya yang tak diam seperti menjamah tubuh nya sendiri, seperti nya Alea sudah mulai tidak tahan menahan diri nya lagi saat ini.

__ADS_1


" Astagfirullah... Alea!" Rifki lagi - lagi harus menghentikan kembali mobil yang di jalankan nya saat melihat keadaan Alea saat ini.


" Aku sudah tidak tahan, rasanya sangat tidak enak" ucap Alea dengan suara serak nya.


Rifki pun memegang ke dua tangan Alea dan langsung menarik nya ke dalam dekapan nya. " Apa aku harus melakukan nya? Aku harap kamu tidak akan membenci ku" gumam Rifki dengan wajah yang terlihat frustasi. " Baiklah Alea, mari kita lakukan!" Rifki pun membisikkan do'a di telinga Alea, walaupun Rifki tahu ini adalah perbuatan salah dan haram untuk di lakukan nya, tapi Rifki juga tidak tega melihat Alea menderita seperti ini. Rifki juga tidak mau terjadi hal yang buruk pada Alea akibat dari obat perangsang yang mereka berikan pada Alea.


Apa lagi kini posisi mereka yang jauh dari mana pun, yang pasti nya tidak akan ada dokter atau klinik di daerah sana.


Alea yang sudah merasa tidak tahan lagi dengan rasa tidak nyaman pada diri nya tak menungggu lama, langsung menyesap leher Rifki dengan ganas nya sehingga menimbulkan bekas merah keunguan di sana. Tak hanya di leher saja, Alea juga membuat tanda itu pada dada bidang Rifki dan area sekitar nya saat Rifki sedang mendekap nya, Rifki hanya membiarkan nya saja karena takut Alea akan kembali menggigit bibir nya lagi, apa lagi saat ini bibir Alea sudah terluka.


Tak lupa Alea juga membuka pakaian yang Rifki kenakan dan pakaian yang ada pada tubuh nya sendiri sehingga tubuh bagian atas ke dua nya kini polos tanpa sehelai benang pun.


Rifki yang sudah mulai terbawa suasana pun tak tinggal diam saat dua gunduk kan kembar milik Alea itu terpang pang nyata di depan nya. Rifki pun dengan tangan yang agak gemetar dan bibir mereka yang masih saling bertaut, langsung memegang salah satu gunduk kan kembar itu dan meremas nya membuat Alea mende sah nik mat dengan tubuh yang menggelinjang hebat, apa lagi ketika tangan Rifki dengan nakal nya bermain dengan bulatan kecil berwarna pink yang ada pada ujung benda kenyal tersebut.

__ADS_1


Merasa posisi mereka yang kurang nyaman, Rifki membawa Alea ke bangku belakang mobil nya dan membaringkan Alea di sana, Alea yang memang sudah tidak tahan tampak tidak melepaskan tangan nya dari leher Rifki agar mereka bisa terus saling berhimpitan.


"Aku akan memulai nya, aku harap kamu tidak akan membenci ku" Rifki pun mulai melepaskan kain penutup bagian bawah milik Alea dan milik nya


Sekejap Rifki tertegun seraya mata nya melihat bagian bawah Alea yang sudah polos dan terlihat sangat menggoda nya. Di tatap nya wajah Alea yang terlihat pasrah dengan mata sayu yang menatap memohon pada nya seolah berkata ' cepat lakukan!'.


Rifki mengusap wajah nya frustasi antara akan melakukan nya dan tidak akan melakukan nya. Rifki jelas tidak mau melakukan hubungan intim tanpa ikatan pernikahan apa lagi cinta, Rifki yakin Alea tidak punya perasaan cinta pada nya dan Rifki tidak mau di anggap mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti ini. Tapi di satu sisi lain, Rifki juga menghawatirkan keselamatan Alea saat ini. Setelah memikirkan nya akhir nya Rifki memutuskan untuk mementingkan keselamatan Alea dulu, baru dia akan memikirkan cara untuk menjelaskan pada Alea nanti, apa lagi saat ini tangan Alea tidak mau diam dan terus menjamah tubuh Rifki yang sedang berfikir. Bahkan tangan Alea juga tidak segan untuk memegang pusaka milik Rifki yang sudah mengeras sedari tadi, dan itu membuat gai rah Rifki semakin memuncak saja.


Alea yang merasa geram dan tak tahan dengan Rifki yang hanya terbengong melihat ke arah nya pun langsung bangun dari posisi nya dan mendorong tubuh Rifki agar pria itu berada di bawah nya. Perlahan tangan Alea meraih pusaka milik Rifki dan memasuk kan nya pada bagian bawah milik nya sendiri dengan pelan, dan itu mampu membuat Rifki tercengang dengan perbuatan Alea saat ini.


" Aaaakh" lagi - lagi suara des ahan lolos dari bibir Alea saat milik nya di masuki pusaka Rifki dari bagian bawah. Rasa sakit dan perih kini Alea rasakan saat milik nya di masuki oleh pusaka Rifki saat ini, sehingga kini Alea meringis namun tidak membuat nya menghenti kan aktifitas nya.


Sesuatu dalam diri Alea malah mendorong diri nya untuk terus menggesek kan pinggul nya dan akhir nya setelah beberapa kali hentak kan, Alea berhasil juga memasuk kan pusaka Rifki dengan sempurna pada lubang kehangatan milik diri nya.

__ADS_1


Suara des ahan dan era ngan terdengar bersahutan dari dalam mobil berwarna merah yang terparkir di pinggir perkebunan. Ke dua nya saling berbagi peluh dan kehangatan di sore yang dingin di area pegunungan. Permainan kali ini lebih di dominasi oleh Alea sedangkan Rifki hanya mengikuti permainan yang di lakukan Alea pada nya.


Jangan lupa, like vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2